School of Information Systems

Manajemen Merger Perbankan

Langkah merger tidak selamanya menarik, karena alasan – alasan berikut:

Pembeli(aquirer) tidak memperoleh keuntungan investasi (return on investment) yang diharapkan dari waktu tertentu. Salah satu standar kinerja yang umum adalah merger seharusnya tidak menimbulkan pengurangan pada penghasilan per saham (Earnings Per Share, EPS) bank pengakuisisi lebih dari 5%.

Menerapkan analisis waktu pelaksanaan (workout time analysis) yang memfokuskan diri pada jangka panjang. Analisis ini adalah menghitung waktu yang diperlukan pengakuisisi untuk memperoleh penghasilan guna membiayai investasi dan mencapai target tujuan penghasilan kumulatif. Prosedur Penilaian Kelayakan Merger Beberapa karakteristik bank yang menjadi target merger atau akuisisi yang perlu dipertimbangkan antara lain:

1. Sejarah masa lalu, kepemilikan, dan manajemennya

2. Keadaan neraca

3. Track record atau catatan pertumbuhan dan kinerja operasional

4. Kondisi laporan rugi-laba dan cash flow

5. Keadaan dan potensi nasabah yang dilayani oleh bank yang menjadi target 6. Struktur persaingan pasar yang dilayani oleh bank.

PREMI ATAS NILAI BUKU

Nilai buku saham sama dengan nilai buku ekuitas yang berasal dari pemegang saham dibagi dengan jumlah saham yang beredar. Premi atas nilai (premi to book value) membandingkan harga pasar per saham yang ditawarkan untuk saham bank target dengan nilai buku saham bank yang menjadi target.

Premium to Book = (MPt – BVt) / BV

Di mana;

MPt = harga pasar per saham yang ditawarkan untuk saham bank target

BVt = nilai buku per saham bank target

Penentuan harga saham bank target (Pbv) berdasarkan pendekatan ini dihitung dengan rumus:

Merger seringkali dijelaskan dengan rasio pertukaran (exchange ratios), yaitu sejumlah saham bank pengakuisisi yang diperoleh oleh pemegang saham bank target akuisisi untuk setiap saham bank terakuisisi.

Rasio pertukaran adalah:

Kelemahan dari ketiga prosedur di atas adalah

– Nilai bank yang diperoleh dari perhitungan dengan prosedur di atas menghasilkan nilai yang tidak sama dengan nilai ekonomis bank yang sebenarnya.

– Premi dibayarkan dalam merger atau akuisisi tidak memiliki hubungan dengan tingkat pengembalian (rate of return) potensial yang bisa diperoleh oleh bank pengakuisisi.

PREMI ATAS NILAI BUKU YANG DISESUAIKAN

Nilai buku yang telah disesuaikan dapat lebih besar atau lebih kecil daripada nilai bukunya. Hal itu dapat diperoleh dengan menambahkan atau mengurangi pos-pos yang disebutkan di bawah ini dari nilai bukunya (Koch & MacDonald, 2000: 916-7):

– Mengubah cadangan kerugian pinjaman (Loan Loss Reserve)

– Mengubah nilai pasar investasi

– Mengubah penilaian aset lain – Nilai aktivitas off-balance sheet – Nilai deposito Inti (core Deposits)

HARGA ATAS PENDAPATAN PER SAHAM

Pendekatan ini dilakukan dengan menghitung rata-rata harga beli dibagi dengan rasio EPS atas akuisisis yang serupa, dan mengalikannya dengan pendapatan per saham bank target (EPSi). Penggunaan ukuran pendapatan dalam satu periode sebagai dasar perhitungan memiliki beberapa kelemahan, yaitu:

1. Ukuran pendapatan yang tepat seharusnya menggambarkan volatilitas pendapatan yang dapat menjadi indikasi tingkat risiko operasional sebuah bank.

2. Tidak jelas beberapa interval waktu yang tepat.

I Gusti Made Karmawan