School of Information Systems

Mengapa manusia tidak mungkin mengalahkan komputer dalam permainan Catur

Aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI) menjadi teknologi yang sedang naik daun dan mendapat banyak perhatian di beberapa tahun belakangan ini. Keberadaan teknologi ini telah merubah berbagai cara orang bekerja tidak hanya di bidang Industri tetapi juga dalam dunia pendidikan. Pada dasarnya AI di dasarkan pada cabang ilmu komputer – machine Learning dan deep learning yang kemudian digunakan untuk men-generate konten digital dengan menghimpun dari sumber-sumber digital yang tersedia sebelumnya. Teknologi ini memungkinkan komputer ini belajar, berpikir dan mengambil keputusan secara independent. 

Sejarah dan perkembangan Artificial Intelligence (AI) dimulai pada tahun 1950-an ketika para ilmuwan dan peneliti mulai menciptakan komputer dan program-program yang dapat meniru kecerdasan manusia yang kemudian dikenal dengan Kecerdasan Buatan atau AI. Pada masa itu, mereka percaya bahwa dalam waktu yang tidak terlalu lama komputer akan dapat menyelesaikan tugas-tugas yang membutuhkan pemikiran manusia. Berbagai penelitian dan penemuan selanjutnya telah membawa AI menuju kemajuan yang signifikan hingga saat ini. Salah satu perkembangan terpenting adalah penemuan algoritma baru yang bisa memungkinkan AI untuk belajar dan beradaptasi secara mandiri. Ini membuka pintu untuk menciptakan kecerdasan buatan yang lebih kompleks dan mampu mengambil keputusan yang lebih rumit dalam hal pemecahan masalah dan analisis data.

Salah satu milestone penting dalam perkembangan AI terjadi lebih dari 25 tahun yang lalu Dimana terjadi pertandingan antara IBM Supercomputer Deep Blue yang dikembangkan oleh IBM untuk men-challenge juara dunia catur pada saat itu, Garry Kasparov. Aplikasi ini juga menunjukkan pentingnya kombinasi manusia dan mesin untuk menghasilkan kecerdasan bersama. Meskipun mesin dapat memiliki perhitungan yang cepat, peran pemain manusia dalam merancang strategi dan memahami nuansa permainan tetap krusial. Pertandingan pertama dilakukan pada tahun 1996 dan dimenangkan oleh manusia, Garry Kasporov. Dalam 6 game pertandingan, Kasparov menang 4 game dan 2 kali kalah. Dari kekalahan tersebut, pihak IBM melakukan perbaikan dan berhasil memenang rematch ditahun 1997 dengan score 3½–2½.  

Saat ini, sangat sulit bagi Manusia untuk mengalahkan aplikasi catur seperti AlphaZero ataupun Stockfish. Mengapa? Pertama, aplikasi catur diuntungkan dengan perkembangan komputer yang mampu melakukan perhitungan yang jauh lebih cepat dan kuat daripada Manusia. Aplikasi komputer saat ini memiliki kemampuan ratusan kali dibandingkan dengan deepBlue. Mereka dapat melakukan jutaan perhitungan per detik, sehingga mampu melihat kombinasi gerakan dan kemungkinan analisis yang jauh lebih dalam daripada manusia dalam waktu yang sangat singkat. Kedua, tidak seperti manusia yang memiliki faktor kelelahan, emosi atau pressure dalam kompetisi, aplikasi catur tidak terpengaruh hal tersebut. Unsur manusiawi ini tidak dimiliki oleh aplikasi catur sehingga dapat memilih jalan yang tepat serta konsistensi yang tinggi. Konsistensi ini membuat aplikasi catur tidak membuat kesalahan yang dikenal dengan istilah blunder. Ketiga, kemampuan aplikasi catur juga meningkat dengan peningkatan algoritma sehingga dapat mengembangkan strategi yang lebih canggih sekaligus terus memperbaiki diri dengan teknik-teknik machine learning, deep learning. Akibatnya aplikasi catur memilki kemampuan untuk belajar dari data dan pengalaman mereka sendiri yang kemudian mereka dapat mengembangkan strategi yang lebih adaptif dan efektif. Masih banyak lagi kelebihan yang mereka miliki. 

Terlepas dari hal tersebut, keberadaan aplikasi tersebut juga memberikan dampak yang signifikan pada terhadap catur secara umum. Analisis permainan oleh program catur telah membantu pemain manusia memahami dan meningkatkan keterampilan mereka, serta menemukan strategi baru dan pendekatan dalam permainan. Secara keseluruhan, setelah pertandingan antara Kasparov dan Deep Blue, AI terus menjadi kekuatan yang dominan dalam dunia catur, membantu memperluas batas-batas pengetahuan dan pemahaman kita tentang permainan ini. 

Dedy Syamsuar