School of Information Systems

Sharing Economy: Transformasi Sistem Informasi dalam Era Kolaborasi

Sharing economy, atau ekonomi berbagi, adalah fenomena global yang telah mengubah cara kita berinteraksi dengan barang dan jasa. Terlepas dari sektor ekonomi apa yang Anda amati, peluang berbagi dan kolaborasi semakin memainkan peran yang signifikan. Dalam dunia teknologi informasi, sharing economy telah menciptakan dampak yang mendalam pada sistem informasi, memungkinkan individu dan bisnis untuk terlibat dalam kegiatan kolaboratif dan berbagi sumber daya yang lebih efisien.

Konsep Sharing Economy dalam Sistem Informasi

Sharing economy dalam konteks sistem informasi adalah praktik berbagi sumber daya atau layanan melalui platform digital. Ini berarti bahwa individu atau entitas bisnis dapat menyediakan atau menggunakan sumber daya, seperti mobil, tempat tinggal, atau keahlian, melalui aplikasi atau situs web yang menghubungkan penyedia dan pengguna.

  1. Platform Berbagi Mobil: Contoh yang paling terkenal adalah layanan seperti Uber dan Lyft. Dalam hal ini, pengemudi individu dapat berbagi mobil mereka dengan penumpang yang memerlukan transportasi. Semua transaksi ini dikelola melalui aplikasi mobile yang efisien dan aman.
  2. Akomodasi Berbagi: Airbnb adalah contoh terkemuka dalam kategori ini. Orang-orang dapat menyewakan tempat tinggal mereka kepada pengunjung melalui platform digital, yang mengubah cara orang mencari dan memesan akomodasi.
  3. Pekerjaan Lepas: Platform seperti Upwork dan Freelancer memungkinkan individu untuk menawarkan keahlian mereka kepada bisnis atau individu lain yang memerlukan jasa khusus. Ini adalah bentuk sharing economy di mana sumber daya yang dibagikan adalah keterampilan dan waktu.
  4. Barter Online: Beberapa platform memungkinkan orang untuk menukarkan barang atau jasa tanpa uang tunai. Ini menciptakan ekonomi berbagi yang lebih terdesentralisasi.

Dampak pada Sistem Informasi

  1. Peningkatan Aksesibilitas: Sharing economy telah membuka akses yang lebih besar ke berbagai sumber daya dan layanan. Ini memerlukan pengembangan platform yang kuat dan sistem informasi yang andal untuk memfasilitasi koneksi antara penyedia dan pengguna.
  2. Data dan Analitik: Platform berbagi menghasilkan jumlah data yang besar, termasuk informasi pengguna, ulasan, dan kebiasaan pengguna. Sistem informasi harus mampu mengelola, menganalisis, dan menjaga keamanan data ini.
  3. Keamanan: Keamanan adalah isu kritis dalam sharing economy, karena melibatkan pertukaran informasi pribadi dan keuangan. Sistem informasi harus mengintegrasikan tingkat keamanan yang tinggi untuk melindungi data pengguna.
  4. Pengaturan: Sering kali, sharing economy memerlukan regulasi yang tepat untuk melindungi hak konsumen dan menjaga keseimbangan kompetisi. Sistem informasi dapat membantu pemantauan dan penegakan aturan ini.
  5. Pengembangan Aplikasi: Pengembangan aplikasi dan platform sharing economy membutuhkan keterampilan teknis yang kuat dalam pengembangan perangkat lunak, manajemen proyek, dan pengujian sistem.

Kesimpulan

Sharing economy telah mengubah cara kita menggunakan sumber daya dan layanan, dan sistem informasi berperan penting dalam mendukung perubahan ini. Transformasi ini menciptakan peluang bisnis baru dan memunculkan tantangan baru dalam pengelolaan data dan keamanan. Dengan perkembangan teknologi informasi yang terus berlanjut, sharing economy akan terus berkembang, dan peran sistem informasi akan menjadi semakin penting dalam menjembatani penyedia dan pengguna dalam ekonomi yang semakin berbagi.

Yakob Utama Chandra, Wilbert Nicholas, Stavros Norbert, Christopher Aeron, Cristoper Adika