School of Information Systems

Tools and Skills in User Experience Design

User experience berkaitan dengan pengalaman pengguna yang menggunakan suatu produk, sedangkan user experience design merupakan design yang dapat mendukung kebutuhan pengguna sehingga pengalaman baik oleh pengguna dapat ditingkatkan. UX design yang baik akan membawa pengguna merasa lebih mudah memahami dan menggunakan produk untuk memenuhi kebutuhan. Jika UX yang didesain buruk, akan membawa dampak buruk bagi pengguna maupun perusahaan karena pengguna akan merasa kesulitan dan tidak nyaman menggunakan aplikasi tersebut. Sebagai contoh, aplikasi seperti Gojek jika memiliki UX design yang baik, maka akan membawa kemudahan seperti ringan dan cepat dalam proses pembukaan aplikasi, navigasi yang sederhana dan mudah digunakan, desain yang konsisten, dan menyediakan informasi penting. Namun apabila aplikasi tersebut tidak memiliki UX design yang baik, maka akan menyulitkan pengguna seperti berat dan lambat untuk proses pembukaan aplikasi, navigasi yang rumit sehingga membingungkan pengguna, desain yang berubah-ubah membuat kesalahan transaksi, dan informasi yang tidak penting membuat pengguna malas dalam menggunakannya. Dengan UX Design yang buruk, pengguna tentunya akan mencari produk lain yang lebih nyaman digunakan, reputasi produk akan menurun, dan bisnis akan mengalami kebangkrutan.

User Experience (UX) design adalah hubungan relasi atau interaksi yang berfokus pada sebuah produk, aplikasi, atau benda dengan orang yang menggunakannya (atau dikenal sebagai user). Tujuan dari UX design adalah untuk membuat produk atau jasa bekerja secara efektif sehingga para pengguna akan merasa nyaman dan menikmati penggunaan dari produk tersebut. Ux design merupakan kombinasi dari beberapa bidang yang dimana diantaranya seperti bisnis, pemasaran, psikologi, dan teknologi. UX design merupakan titik tengah antara kebutuhan pengguna, tujuan dari bisnins, dan kemampuan developer. 

Orang-orang yang bekerja pada bidang UX design disebut sebagai seorang UX designer. Sebagai seorang UX designer, tugas utamanya adalah membuat produk yang usable atau dapat berfungsi secara maksimal dan dapat membuat pengguna nyaman dalam menggunakannya. Seorang UX designer harus mengerjakan suatu produk dari proses paling awal dan harus bekerja secara kolaboratif dengan tim lain. Seorang UX designer juga harus memprioritaskan apa yang menjadi keinginan pengguna namun juga harus memperhatikan apa yang menjadi tujuan dari perusahaannya dalam menjalankan bisnis. Hal ini tentu membuat seorang UX designer harus mempunyai sifat yang tegas atau decisive untuk mencari titik tengah antara pengguna dan perusahaan atau mencari solusi terbaik dalam mengembangkan produknya. Hal ini tentunya cukup beresiko karena keputusan yang akan diambil oleh seorang UX designer tentunya akan sangat mempengaruhi ketertarikan dari pengguna, ketersediaan pengguna untuk membayar, dan membuat pengguna selalu menggunakan produknya.  

Pekerjaan seorang UX designer dapat berbeda dari suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya tergantung dengan kepentingan perusahaan terkait. Pekerjaannya dapat berupa mendesain website, membuat aplikasi, atau mendesain perangkat lunak. Lingkup pekerjaan UX design juga tidak hanya terbatas pada UX designer, tetapi bisa juga menjadi seorang UX researcher, desainer produk, UX copywriter, desainer grafis, atau bahkan UI designer. 

Sama seperti pekerjaan lainnya, untuk menjadi seorang UX designer juga diperlukan kemampuan-kemampuan hard skill (kemampuan industri) dan soft skill. Untuk kemampuan industri dapat berupa tetapi tidak terbatas pada komunikasi visual, desain visual, coding, UX research, design thinking, alur pengguna, pemetaan keputusan, UI design, wire-framing, prototipe, desain interaktif dan interaksi, desain pengujian, dan mood boarding. Sementara untuk soft skill yang diperlukan adalah seperti empati, rasa penasaran, keterampilan interpersonal, dan dapat berpikir kritis. Empati diperlukan dalam melakukan desain UX. Dengan adanya empati, faktor-faktor seperti motivasi, kebutuhan, atau masalah pengguna dapat ditelusuri dan dipertimbangkan sehingga produk akan berfungsi sesuai dengan pengguna. Rasa penasaran juga merupakan salah satu soft skills yang harus dimiliki UX designer karena rasa penasaran dapat menemukan sebuah hasil yang kompleks dari teka teki yang acak. UX Designer harus merasa nyaman dalam hal-hal yang menantang dengan mencari solusi untuk kebutuhan pengguna. 

Banyak orang yang sering salah mendefinisikan dan kesulitan membedakan UX (User Experience) design dengan UI (User Interface) design. UX design dan UI design keduanya memang berada pada suatu cakupan yang sama namun keduanya memliki perbedaan arti dan tugas. Jika UX design berfokus pada interaksi antara pengguna dan produk, UI design berfokus pada interaksi pengguna dengan komputer. UX design berfokus pada optimisasi keefektifan dan kenyamanan produk sedangkan UI design berperan sebagai pelengkap yang berfokus pada tampilan visual dan tampilan yang interaktif. Sama seperti UX designer, seseorang yang bekerja pada bidang UI design juga disebut sebagai UI designer. UI designer bertugas dalam mendesain elemen interaktif pada produk (seperti tombol, warna, dan lainnya) dan lebih berfokus pada tampilan interface. Tujuan dari UI design adalah untuk memberi petunjuk kepada pengguna melalui interface produk. Seorang UI designer lebih memperhatikan tampilan visual sementara UX designer memperhatikan semua bagian dari user experience. Beberapa kemampuan yang dimiliki oleh UI designer adalah seperti pemahaman akan front-end developer dan desain grafis.

Untuk melakukan design pada UX design, terdapat beberapa tools yang dapat membantu proses design tersebut, yaitu: 

  • Adobe XD 

Adobe XD merupakan aplikasi desain aplikasi atau website dengan fitur unggulan menggambar vector, adanya asset libraries, visualisasi flow dan trigger, kolaborasi satu proyek dengan orang lain,  

  • InVision 

Invision merupakan software utnuk membuat prototype yang paling detail, menarik, dan interaktif. Selain itu, pengguna diberi kemudahan untuk berkolaborasi melalui software ini. 

User Experience Design sangat penting bagi kelangsungan produk. Dengan adanya user experience design dapat meningkatkan loyalitas pelanggan. UX design yang baik akan membawa pengalaman baik bagi pengguna sehingga pengguna dapat mempromosikannya kepada pengguna lain. Pengguna yang merasa satisfy akan menjadi loyal dan tetap menggunakan produk yang disukai. Selain itu, user experience design juga meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Sebagai contoh aplikasi Shopee, jika Shopee tidak memiliki UX design yang baik, maka akan muncul proses yang lambat, loading yang lama sehingga membuat pengguna lelah menunggu dan menghambat produktivitas.  

Jadi, sebagai kesimpulan, user experience design adalah hubungan relasi atau interaksi yang berfokus pada sebuah produk, aplikasi, atau benda dengan orang yang menggunakannya (atau dikenal sebagai user). Untuk membuat design user experience, dapat digunakan beberapa tools seperti Adobe XD, InVision, Sketch, dan masih banyak lagi. Skills yang diperlukan seorang UX designers terbagi menjadi 2, yaitu hard skills dan soft skills. Soft skills seperti empati, rasa penasaran, dan kemampuan berorganisasi. Hard skills seperti coding, decision mapping, design thinking, visual communication, dan lain sebagainya. Dalam merancang UX, terdapat beberapa syarat yang menjadi pedoman keberhasilan UX design yaitu, sesuai konteks, interaksi yang terasa berkomunikasi dengan manusia, mudah ditemukan, mudah digunakan, dan sederhana sehingga mudah dimengerti dan digunakan.

 

Referensi :  

Ferdianto