People Innovation Excellence
 

Zoom dan Video Teleconferencing Melelahkan

Kita mungkin telah menghabiskan waktu yang lama dalam Zoom atau video untuk pertemuan sosial atau bisnis selama pandemi, Kita mungkin merasa melelahkan. Atau jika kita menggunakan video untuk belajar, kita mungkin menyadari itu memengaruhi pembelajaran kita dengan mengurangi kemampuan untuk memproses dan menyimpan informasi.

Kita lelah karena “extra cognitive processing” (kata yang bagus karena kita secara sadar harus melakukan pemikiran yang ekstra) untuk mengisi 50% percakapan yang hilang yang biasanya kita dapatkan dari isyarat non-verbal. Ini adalah akumulasi dari semua isyarat yang hilang ini yang menyebabkan kelelahan mental kita.

Dan ada satu hal lagi yang melelahkan dalam penggunaan aplikasi video untuk melakukan pertemuan. Saat kita menghemat banyak waktu untuk pertemuan awal, “salesman” menemukan bahwa melaksanakan kesepakatan transaksi yang kompleks melalui video itu sulit. Sekalipun sudah baik memperhitungkan urusan ekonomi, tenaga penjualan yang hebat tahu untuk “membaca” rapat tapi rapat secara fisik. Misalnya, mereka dapat mengetahui kapan seseorang yang mengangguk setuju untuk melakukan transaksi sebenarnya berarti “tidak mungkin.” Atau mereka dapat mengambil kesempatan untuk menjelaskan lebih detail ketika seseorang condong ke depan. Dalam Zoom, semua isyarat itu hilang. Akibatnya, kesepakatan yang seharusnya mudah terjadi akan memakan waktu lebih lama, dan buruknya, kesepakatan tersebut tidak akan terjadi. Anda menginvestasikan waktu yang sama atau lebih untuk rapat, tetapi frustrasi karena kemajuan dalam kesepakatan menjadi sedikit atau tidak sama sekali. Ini adalah pembunuh produktivitas untuk penjualan.

Dalam situasi sosial, perasaan akan bahasa tubuh dapat membantu kita merasakan bahwa seorang teman yang tersenyum dan mengatakan semuanya baik-baik saja sebenarnya mengalami kesulitan dalam kehidupan pribadi mereka. Tanpa isyarat fisik ini – dan hilangnya kontak fisik – dapat menyebabkan jarak yang lebih besar antara keluarga dan teman-teman kita. Video dapat menjembatani jarak tetapi tidak memiliki empati yang dapat dirasakan.

 

Sumber:

https://medium.com/@sgblank/whats-missing-from-zoom-reminds-us-what-it-means-to-be-human-651be7cbff39


Published at :
Written By
Lay Christian
Lecturer Specialist S2 | School of Information Systems, Binus University http://sis.binus.ac.id/
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close