People Innovation Excellence
 

Automotive 4.0

Revolusi Industri secara sederhana memiliki arti perubahan besar dan radikal terhadap cara manusia memproduksi barang. Indonesia tercatat sudah mengalami perubahan radikal ini sebanyak tiga kali dan saat ini Indonesia sedang mengalami revolusi industri yang keempat.

Revolusi Industri 4.0 merupakan fenomena yang mengkolaborasikan teknologi cyber dan teknologi otomatisasi. Konsep penerapannya berpusat pada konsep otomatisasi yang dilakukan oleh teknologi tanpa memerlukan tenaga kerja manusia dalam proses pengaplikasianya.

Perubahan yang paling terasa adalah internet. Semua perangkat keras, baik komputer maupun handphone sudah tersambung ke sebuah jaringan internet. “Internet of Things” saat dimana informasi dari suatu tempat dapat langsung diketahui saat itu juga semua orang.

Yang kedua, kemajuan teknologi juga menciptakan beragam cara untuk mengolah semua informasi yang disediakan. Misalnya, dengan melihat aktivitas pegawai di sebuah perusahaan, manager dapat mengusulkan ide-ide baru untuk meningkatkan produktivitas dari pegawai tersebut. Hal ini sering dikenal sebagai Big Data.

Yang ketiga adalah Cloud Computing. Cloud Computing masih berkaitan dengan internet dan Big Data. Dengan adanya internet dan memanfaatkan cloud computing, sebuah perusahaan hanya perlu menyediakan satu perangkat super untuk mengatur semua data dan informasi yang dibutuhkan untuk transaksi dalam perusahaan mereka. Dan yang terakhir adalah Machine Learning, yaitu mesin yang memiliki kemampuan untuk mengenali kesalahan mereka dan memberikan solusi yang tepat untuk memperbaiki kesalahan tersebut.

Untuk menghadapi revolusi indutri 4.0, Indonesia akan berfokus pada lima sektor utama, yaitu (i) makanan dan minuman, (ii) tekstil dan pakaian, (iii) otomotif, (iv) kimia, dan (v) elektronik. Dan otomotif nasional menjadi salah satu sektor yang diandalkan dalam revolusi industri 4.0.

Menteri Penindustrian Airlangga Hartanto mengatakan industri otomotif nasional adalah salah satu sektor andalan dalam roadmap Making Indonesia 4.0. Ditargetkan pada tahun 2020 Indonesia dapat menjadi basis produksi kendaraan bermotor Internal Combustion Engine (ICE) maupun Electrified Vehicle untuk pasar domestik dan luar negeri.

Untuk mencapai target tersebut, para pelaku industri otomotif dituntut untuk dapat memahami, mempersiapkan, dan mengikuti perusahaan yang ada, termasuk penggunaan robot di pabrik saat proses produksi kendaraan. Salah satu contohnya adalah Suzuki Indonesia yang berlokasi di Cikarang.

Pabrik ini sendiri terbagi ke dalam dua bagian besar, yakni perakitan motor penggerak dan pembuatan bodi mobil kendaraan. Salah satu hal yang dibanggakan dari pabrik Cikarang adalah teknologi otomasi yang memperkerjakan 217 robot. Dengan penggunaan robot ini, tentu berdampak pada penggunaan SDM di pabrik otomotif.

Dijelaskan Kukuh Kumara, Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), teknologi robotika tujuannya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitaas. Tetapi, ada efek samping terkait SDM. Namun, proses pengurangan SDM tersebut tidak terjadi seketika, harus ada proses-proses yang dilalui.

“Jika volume tidak mencukupi, tenyata tenaga SDM di Indonesia lebih teliti dibanding SDM di negara lain. Jadi, dibanding dengan investasi penggunaan robot, masih menguntungkan tenaga manusia,” tambahnya.

Namun, peningkatan sumber daya manusia memang menjadi kunci agar revolusi industri 4.0 dapat berjalan dengan baik di Indonesia. Langkah ini sudah dilakukan oleh PT Toyota Motor manufacturing Indonesia dengan mengadakan Toyota Production System (TPS) Lecture and Sharing Session. TPS sendiri adalah program yang bertujuan untuk transfer keterampilan dari Toyota kepada para pemasok. Program ini merupakan salah satu upaya Toyota memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat daya saing industri otomotif nasional.

 

 

Sumber:

Apa Itu Revolusi Industri 4.0?

https://www.liputan6.com/otomotif/read/4038525/menyongsong-industri-40-bagaimana-nasib-pekerja-pabrik-otomotif-di-indonesia

https://www.merdeka.com/uang/otomotif-nasional-jadi-sektor-andalan-dalam-revolusi-industri-40.html

https://www.liputan6.com/otomotif/read/4021722/3-strategi-pemerintah-untuk-dongkrak-industri-otomotif-tanah-air

https://otomotif.tempo.co/read/1062279/90-persen-pabrik-suzuki-cikarang-gunakan-teknologi-robotik


Published at : Updated
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close