School of Information Systems

400 kata Publikasi Internasional

Publikasi Internasional (1)

Semua dosen di Indonesia mempunyai kewajiban melakukan penelitian sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hal ini juga tercantum dalam UU Dosen. Penelitian yang benar-benar dijalankan pasti akan mempunyai hasil akhir yang biasanya dapat berupa karya ilmiah atau produk selain laporan akhir penelitian. Pada saat hasil akhirnya berupa sebuah karya ilmiah, perlu ada upaya untuk melakukan diseminasi terhadap karya ilmiah tersebut. Diseminasi karya ilmiah dapat dilakukan secara berjenjang yaitu melalui seminar terlebih dahulu kemudian direvisi sesuai masukan dan akhirnya diterbitkan di jurnal. Diseminasi tidak berhenti di situ karena akumulasi hasil penelitian yang berada dalam satu topik dapat juga dibukukan.
Seiring dengan semangat globalisasi, Kementerian Pendidikan Nasional melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi mendorong dan mendukung upaya diseminasi yang dilakukan di forum bertaraf internasional. Dukungan dan dorongan ini diwujudkan antara lain dalam Penilaian Kenaikan JJA, persyaratan Hibah Penelitian, insentif Jurnal Internasional, dan beberapa hal lainnya. Ada keuntungan tersendiri untuk meningkatkan jangkauan diseminasi karya ilmiah dosen antara lain peningkatan reputasi ilmiah dan meluasnya jaringan akademis.
Tentu saja tidak semua seminar ilmiah yang diselenggarakan mempunyai kualitas yang sama. Kualitas ini diukur bukan dari mewahnya penyelenggaraan atau biaya yang dikenakan namun dari reputasi para pemakalah yang hadir, kualitas dan reputasi reviewer, dan mungkin keterindeksan prosiding seminar di badan pengindeks terkemuka. Hal yang sama juga berlaku untuk jurnal internasional. Ukuran kualitas inilah yang akan dibahas dalam artikel ini.

Kualitas Penyelenggara Seminar/Penerbit Jurnal

Kualitas seminar dapat dilihat dari beberapa hal. Pertama, penyelenggaraan secara rutin secara jelas membuat sebuah seminar menjadi lebih berkualitas. Konferensi Internasional Telematika XII tentu seharusnya jauh lebih bermutu daripada Seminar Internasional Robotika I.
Kedua, reputasi penyelenggara sendiri. Penyelenggara yang merupakan PTN/PTS terkemuka tentu akan lebih menjaga reputasi mereka dengan membuat acara yang bermutu. Demikian pula dengan penyelenggara seperti lembaga riset milik negara. Waspadailah penyelenggara yang tidak mempunyai alamat jelas ataupun penyelenggara yang membuat event seolah-olah event itu didukung oleh institusi afiliasinya padahal penyelenggara membuatnya dalam kapasitas pribadi. Seminar yang mencantumkan nama asosiasi terkemuka sebagai sponsor/pendukung perlu juga diselidiki. Caranya adalah mencari data call for paper seminar tersebut di situs web asosiasi yang disebutkan.
Ketiga, internasionalitas dari seminar tersebut. Telusuri nama-nama reviewer dan anggota panitia yang tercantum dalam situs web seminar tersebut. Contohnya, si A yang merupakan pakar sosiologi tentunya aneh bila dicantumkan dalam sebuah seminar komputasi modern. Namun hal ini cukup sering dilakukan untuk “mendongkrak” kualitas seminar. Ada juga kasus dimana nama si A dicantumkan tanpa seizin si A sendiri. Keinternasionalan sebuah seminar juga dapat dilihat dari ketersebaran geografis para pemakalah di seminar sebelumnya.

Bersambung…