Positive testing adalah pendekatan dalam pengujian sistem yang menggunakan input valid dan operasi normal untuk memastikan sistem bekerja sebagaimana mestinya. Fokus dalam positive testing adalahmemverifikasi bahwa aplikasi memberikan output yang benar ketika user mengikuti aturan yang benar. Positive testing membantu dalam memastikan fungsi dasar aplikasi berjalan stabil dan sesuai requirement, contohnya memasukan email dan password yang valid pada halaman login untuk memastikan login berhasil.   

Sedangkan, negative testing adalah pendekatan dalam pengujian sistem yang bertujuan untuk menguji bagaimana sistem merespons input yang salah maupun perilaku pengguna yang tidak sesuai aturan. Negative testing memastikan bahwa aplikasi tidak crash, memberikan pesan kesalahan yang tepat, dan tetap menjaga keamanan data meskipun menerima input yang tidak terduga, contohnya memasukan email tanpa simbol‘@’, password kosong, atau file upload melebihi batas ukuran yang ditentukan.  

Perbedaan fundamental keduanya adalah pada orientasi pengujian dimana positive testing akan memeriksa apakah sistem bekerja dengan benar, sementara negative testing memeriksa apakah sistem akan gagal dengancara yang benar. Keduanya diperlukan untuk memberikan cakupan pengujian yang lengkap, karena aplikasi tidak hanya digunakan oleh pengguna ideal yang selalu memberikan input yang benar. Bahkan dalamkondisi dunia nyata, sebagian besar bug ditemukan melalui kasus negatif. 

Referensi:  

  • Myers, G. J., Sandler, C., & Badgett, T. (2011). The art of software testing (3rd ed.). John Wiley & Sons. 
  • Patton, R. (2006). Software testing (2nd ed.). Sams Publishing.