School of Information Systems Bina Nusantara University sukses menggelar kegiatan perkuliahan tatap muka (onsite) yang istimewa melalui seminar up-skilling praktis bertajuk “From Manual Tester to QA Automation Engineer”. Melalui program yang dirancang secara interaktif ini, para mahasiswa mendapatkan kesempatan emas untuk berinteraksi langsung serta menimba ilmu dari pakar yang bergerak di garis depan industri digital tanah air.

Seminar onsite kali ini menghadirkan Sanah Saphira Putri, seorang profesional yang kini aktif menjabat sebagai Software Quality Assurance di salah satu perusahaan Online Travel Agent (OTA) terbesar di Indonesia, tiket.com. Kehadiran Kak Sanah di ruang kelas memberikan pengalaman belajar yang sangat nyata bagi para mahasiswa. Terlebih, materi yang dibawakan dilengkapi dengan studi kasus riil yang dihadapi oleh tim teknologi di industri e-commerce skala besar, membuat suasana akademik menjadi jauh lebih dinamis.

Dalam pemaparannya, Kak Sanah mengupas tuntas topik bertajuk “Manual Testing Journey”. Beliau menekankan bahwa pengujian manual (manual testing) bukanlah sebuah metode kuno yang harus ditinggalkan atau dianggap usang. Sebaliknya, pengujian manual merupakan fondasi mutlak yang wajib dikuasai oleh setiap QA Engineer demi membangun empati yang mendalam terhadap pengalaman pengguna akhir (user experience). Melalui metode manual, seorang penguji dilatih untuk mengasah ketelitian logika, memahami alur bisnis secara menyeluruh, serta mendeteksi celah galat (bug) kontekstual yang sering kali luput dari pemindaian skrip otomatis.

Kendati pengujian manual memiliki nilai yang sangat krusial, Kak Sanah juga memaparkan tantangan efisiensi yang dihadapi industri modern saat ini. Seiring bertambahnya volume fitur aplikasi yang meledak secara masif dan cepat, ketergantungan penuh pada pengujian manual akan menciptakan hambatan waktu (bottleneck) yang besar dalam siklus rilis produk. Kecepatan deployment aplikasi bisa terhambat hanya karena proses QA yang memakan waktu berhari-hari.

Oleh karena itu, otomatisasi pengujian (automation testing) hadir sebagai solusi taktis yang tidak bisa ditawar lagi. Proses mentransformasi daftar periksa (checklist) manual menjadi skrip kode otomatis terbukti mampu memangkas waktu pengujian regresi dari hitungan hari menjadi hanya beberapa jam saja. Dengan otomasi, tim pengembang dapat memastikan stabilitas sistem secara cepat setiap kali ada pembaruan kode baru.

Melalui diskusi tatap muka ini, Kak Sanah membagikan peta jalan (roadmap) konkret bagi para mahasiswa yang ingin meniti karier sebagai QA Automation Engineer. Langkah awal yang harus dipersiapkan mencakup penguasaan logika pemrograman dasar, pemahaman mendalam mengenai arsitektur database agar proses pengujian berjalan efektif, hingga pengenalan alat-alat otomatisasi mutakhir yang populer di industri.

Sesi ditutup dengan diskusi kelompok dan tanya jawab yang sangat dinamis. Banyak mahasiswa yang memanfaatkan momen tatap muka ini untuk berkonsultasi mengenai tantangan nyata di dunia kerja. Melalui kolaborasi langsung bersama tiket.com, BINUS University kembali mempertegas komitmennya dalam mendekatkan dunia akademik dengan kebutuhan riil industri digital, sekaligus membekali calon talenta digital agar siap menghadapi tuntutan karir masa depan yang kompetitif.