Bandung, 1 Maret 2026 — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa School of Information Systems BINUS University. Tim Optinus, yang beranggotakan Agatha Aulia Rani, Dave Reynara, dan Elizabeth Callista Budiman berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Arkavidia 10.0 berskala Nasional di cabang UXVidia dengan kategori UI/UX Competition. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Informatika (HMIF) ITB.

Arkavidia 10.0 merupakan rangkaian acara berskala nasional yang berfokus pada pengembangan inovasi digital untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pada kategori UXVidia, kompetisi ini mengusung tema “Inclusive Future Through Digital Innovation”. Melalui tema ini, peserta diminta untuk menciptakan solusi inovatif guna mendukung perkembangan teknologi masa depan yang lebih inklusif, merata, dan mudah diakses.

Tim Optinus membuat solusi digital berupa mobile-application bernama SEDAYA, yang merupakan sistem pemantauan lansia terintegrasi yang menghubungkan caregiver keluarga dan profesional dalam satu platform digital. Dengan menggunakan framework design thinking, Tim Optinus mengembangkan beberapa fitur utama dari SEDAYA yang mencakup; monitoring tanda-tanda vital (TTV) lansia, kolaborasi perawatan, risk-based alerts, dan AI-generated daily insight. Fitur-fitur ini ada untuk membantu keluarga dan juga caregiver untuk mengurangi risiko kesalahan, memperkuat koordinasi, dan meringankan beban dalam merawat keluarga yang sudah memasuki usia lanjut dan membutuhkan perawatan khusus.

Tahapan kompetisi pada ajang Arkavidia 10.0 diawali dengan babak penyisihan, di mana para peserta diwajibkan untuk mengumpulkan proposal desain beserta video yang memaparkan ide serta solusi yang akan dikembangkan.

Pada tahapan berikutnya yaitu babak final, 10 tim terbaik akan hadir secara onsite di kampus ITB @Bandung. Dengan ide aplikasi SEDAYA, Tim Optinus berhasil masuk ke Top 10 di peringkat ke-8 pada babak penyisihan. Pada babak ini, Tim Optinus berkesempatan untuk mempresentasikan ide mereka di hadapan para juri secara langsung. Berbekal persiapan materi presentasi serta latihan yang matang di bawah bimbingan Bapak Ferdianto, S.Kom., M.MSI., Tim Optinus berhasil menunjukkan performa terbaiknya.

Rangkaian kompetisi Arkavidia 10.0 resmi ditutup melalui acara Gala Dinner yang diselenggarakan di PISET Square, Bandung. Pada acara penutupan tersebut, Tim Optinus diumumkan sebagai peraih Juara 1 di cabang lomba UXVidia. Pencapaian ini menjadi bukti kemampuan mahasiswa School of Information Systems BINUS University dalam berkontribusi untuk memberikan inovasi solusi digital untuk memberikan dampak nyata bagi kelompok inklusif di masyarakat.

Selamat kepada Tim Optinus atas prestasi yang telah diraih. Semoga keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan memberikan dampak positif bagi perkembangan teknologi!

Berikut kesan dan pesan yang disampaikan oleh Tim Optinus :

  • Agatha Aulia Rani: Arkavidia 10.0 merupakan lomba paling challenging yang pernah kita hadapi selama 1 tahun kita aktif bertanding. banyak sekali gap yang ditemukan beberapa hari sebelum batas pengumpulan. awalnya ragu project Sedaya kami akan lolos ke babak final, tapi ternyata ide yang kami ragukan itu berhasil lolos ke babak final di urutan ke-8. setelah itu, kita berusaha keras agar keajaiban tidak terjadi 2 kali. untuk di babak final akan kami raih hasil terbaik dengan kerja keras dan alhamdulillah setelah latihan dan revisi berkali-kali, kerja keras kami terbayarkan dengan plakat juara, medali, dan nama Binus dan tim kami yang terpampang di layar besar sebagai juara pertama. semua ini tidak bisa kami capai tanpa bantuan dan dukungan dari tim TnC, terutama Kak Monic dan dosen kami Pak Ferdi yang selalu menjadi mentor terbaik untuk tim Optinus. walaupun proses kami untuk akhirnya mendapat juara 1 memerlukan waktu satu tahun, selama jangka waktu itu kita mendapatkan banyak sekali pelajaran untuk berkembang ke depannya.
  • Dave Reynara: Mengikuti Arkadivia 10.0 menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya dan tim. Di tahap awal, kami langsung dihadapkan pada tantangan besar ketika menyadari bahwa solusi yang kami tawarkan belum sepenuhnya selaras dengan target pengguna. Situasi tersebut memaksa kami melakukan perombakan besar hanya dua hari sebelum pengumpulan proposal. Prosesnya tidak mudah, penuh diskusi intens dan tekanan waktu, namun justru di situlah kami belajar tentang pentingnya validasi dan keberanian untuk pivot. Tidak disangka, kami berhasil lolos ke tahap final. Di babak final, kami kembali ditantang untuk berpikir lebih strategis: bagaimana caranya bangkit dari posisi ke-8 dan memberikan performa terbaik. Fokus kami sederhana, memberikan yang terbaik dari apa yang sudah kami siapkan. Dengan dukungan dan bimbingan dari Ka Monic, Pak Ferdi, serta kakak-kakak TNC lainnya, kami mampu berkembang lebih jauh dan akhirnya berhasil memenangkan lomba ini. Arkadivia 10.0 mengajarkan kami bahwa kemenangan bukan hanya tentang ide, tetapi tentang ketahanan, kolaborasi, dan keberanian untuk terus memperbaiki diri.
  • Elizabeth Callista Budiman: Dulu pernah ragu mau ikut Arkav 9.0 dan akhirnya mulai coba dari lomba lain. Tapi sekarang tim kita beraniin diri buat main lomba uiux di arkavidia 10.0 yang puji Tuhannya bisa jebol & dapet juara 1. Proses pengerjaannya banyak kesulitan baik dari segi ide maupun waktu. Singkat cerita, tim kita lolos ke final tapi ada di urutan ke 8, posisi yang susah buat bangkit ngerangkak ke atas. Namun, setelah diskusi panjang, kita melengkapi gap gap yang masih ada lewat latihan tanya jawab dengan dosen pembimbing kita yaitu Pak Ferdi & kakak” TnC seperti Kak Monic & Ci Feli. Dari sini kita banyak banget belajar & mulai ngelakuin riset supaya siap ketika ditanyain hal yang serupa. Jujur seneng banget bisa berkesempatan buat ikut lomba ini karena onsite di Bandung, meskipun capek & kita ber-3 besokannya langsung magang. Semoga lomba ini bisa jadi kenangan yang berharga untuk semua orang, jadi pembelajaran bagi tim kita, dan menginspirasi orang lain.