Visibility of system status merupakan prinsip UX yang menekankan pentingnya sistem untuk selalu menginformasikan pengguna tentang apa yang sedang terjadi. Setiap aksi yang dilakukan pengguna baik kecil maupun besar perlu direspons dengan umpan balik yang jelas dan tepat waktu, sehingga pengguna tidak merasa ragu, bingung, atau kehilangan kendali atas interaksi yang sedang berlangsung. 

Dalam konteks pengalaman pengguna, ketiadaan informasi sering kali lebih merugikan dibandingkan informasi yang terlambat. Ketika sistem tidak menampilkan status proses, pengguna cenderung menebak nebak apakah tindakannya berhasil, gagal, atau bahkan belum diproses sama sekali. Kondisi ini dapat memicu tindakan berulang yang tidak perlu, meningkatkan risiko kesalahan, serta menurunkan tingkat kepercayaan terhadap sistem. 

 Penerapan Visibility of System Status dalam UX 

1.Loading dan Progress Indicator 

Indikator pemuatan seperti progress bar, spinner, atau skeleton screen berperan penting dalam menunjukkan bahwa sistem sedang memproses permintaan pengguna. Dibandingkan layar kosong tanpa informasi, visualisasi progres membantu mengurangi kecemasan pengguna serta meningkatkan persepsi kecepatan sistem (perceived performance), meskipun waktu proses sebenarnya tetap sama. 

2. Feedback Setelah Aksi Pengguna 

Setiap interaksi, seperti menekan tombol, menyimpan data, atau mengirim formulir, sebaiknya diikuti oleh umpan balik yang langsung dan dapat dipahami. Contohnya adalah perubahan state tombol, animasi singkat, atau notifikasi seperti “Changes saved”. Tanpa adanya feedback, pengguna berpotensi mengulangi aksi yang sama atau menganggap sistem tidak merespons. 

3.Status Proses dan Keberhasilan 

Selain menunjukkan bahwa proses sedang berlangsung, sistem juga perlu menginformasikan hasil akhir dari suatu tindakan. Pesan seperti “Upload completed”, “Data berhasil disimpan”, atau “Sinkronisasi selesai” membantu pengguna memahami bahwa tujuan interaksi telah tercapai, sehingga mereka dapat melanjutkan ke langkah berikutnya dengan yakin.  

Peran Visibility of System Status dalam Mencegah Kesalahan 

Visibility of system status memiliki keterkaitan erat dengan prinsip error prevention. Dengan memberikan informasi yang jelas dan real-time, sistem dapat mencegah kesalahan yang timbul akibat ketidakpastian, seperti: 

  • Pengguna menekan tombol berkali-kali karena mengira sistem tidak merespons 
  • Pengguna menutup halaman saat proses masih berlangsung 
  • Pengguna mengulang input yang sebenarnya sudah berhasil diproses 

Dengan kata lain, sistem yang “berbicara” kepada pengguna secara konsisten mampu mengurangi kesalahan sebelum terjadi, bukan sekadar memperbaikinya setelah muncul.   

Secara keseluruhan, visibility of system status berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara sistem dan pengguna. Prinsip ini memastikan bahwa pengguna selalu mengetahui kondisi sistem, merasa dikendalikan, dan tidak dibiarkan menebak-nebak. Dalam desain UX yang baik, kejelasan status bukanlah fitur tambahan, melainkan fondasi utama untuk menciptakan interaksi yang aman, efisien, dan dapat dipercaya.