IT Service Management (Manajemen Layanan TI)
Layanan TI adalah layanan yang diberikan oleh departemen teknologi informasi atau penyedia jasa TI untuk memenuhi kebutuhan bisnis maupun pengguna. Layanan ini merupakan gabungan antara teknologi, manusia, proses, dan informasi yang dirancang untuk memberikan nilai bagi organisasi atau pelanggan.
Karakteristik Utama Layanan TI
- Mendukung tujuan bisnis – tidak hanya menyelesaikan masalah teknis, tetapi juga membantu kelancaran proses bisnis.
- Bersifat end-to-end – mencakup perangkat keras, perangkat lunak, jaringan, data, hingga dukungan pengguna.
- Memberikan manfaat nyata – seperti peningkatan efisiensi, keamanan, atau kepuasan pelanggan.
- Dapat diukur – kinerjanya dievaluasi melalui standar kualitas, misalnya Service Level Agreement (SLA).
Contoh Layanan TI
- Email korporasi (Microsoft 365, Gmail for Business).
- Help Desk atau Service Desk.
- Penyediaan infrastruktur TI: server, penyimpanan awan, jaringan.
- Aplikasi bisnis: ERP, CRM, sistem SDM.
- Keamanan informasi: firewall, antivirus, dan pemantauan keamanan.
Ruang Lingkup IT Service
1 Service Delivery (Penyampaian Layanan)
Fokus pada bagaimana layanan TI direncanakan dan diberikan sesuai dengan kebutuhan bisnis, seperti:
- Ketersediaan layanan (availability).
- Manajemen kapasitas sistem.
- Keamanan informasi.
- Pengelolaan biaya serta anggaran TI.
- Perjanjian tingkat layanan (SLA).
2 Service Support (Dukungan Layanan)
Mengutamakan pemeliharaan, dukungan, dan pengelolaan operasional, meliputi:
- Service Desk atau Help Desk.
- Incident Management (penanganan gangguan).
- Problem Management (analisis akar masalah).
- Change Management (pengelolaan perubahan aplikasi/sistem).
- Manajemen konfigurasi dan aset.
3 Jenis Layanan TI
- Infrastruktur TI: server, penyimpanan, jaringan, layanan cloud.
- Perangkat lunak & aplikasi (ERP, CRM, email, sistem HR).
- Keamanan TI: firewall, monitoring, pencadangan & pemulihan.
- Dukungan pengguna: troubleshooting, pelatihan, konsultasi.
4 Perspektif Bisnis
- Mendukung fungsi bisnis utama (produksi, penjualan, keuangan, dll.).
- Memberikan nilai tambah melalui efisiensi, kecepatan, dan keamanan.
- Menyelaraskan layanan TI dengan strategi dan tujuan organisasi.