School of Information Systems

Revitalisasi Fintech: Peran Kecerdasan Buatan (AI) dalam Transformasi Lanskap Fintech

Pada artikel kali ini, kita akan membahas berbagai aplikasi AI dalam industri Fintech (Financial Technology) serta dampak perubahannya terhadap ekosistem keuangan karena kecerdasan buatan telah berperan mengubah permainan dalam industri Fintech. Banyak industri yang mengalami perubahan karena kecerdasan buatan (AI) tentunya dalam hal ini termasuk industri Fintech. AI memberdayakan platform Fintech dengan kemampuan canggih mendorong inovasi, meningatkan efisiensi dan menyediakan peluang baru bagi pelanggan dan penyedia layanan keuangan. 

Menurut penelitian McKinsey, yang dimuat pada binariks.com Kecerdasan Buatan (AI) membantu Fintech untuk tetap terhubung dengan pelanggan, mengotomatisasi layanan pelanggan, mendeteksi penipuan dan membuat proses pengambilan keputusan lebih mudah menggunakan analisis data yang tersedia. 

Sumber: freepik.com 

Konsep Kecerdasan Buatan (AI) dalam Fintech: 

  • Kecerdasan Buatan (AI) didefinisikan sebagai teknologi yang membantu mesin belajar dari data dan membuat keputusan secara mandiri.  
  • Aplikasi Fintech merupakan tinjauan aplikasi AI Fintech seperti analisis data, pengelolaan resiko, pengambilan keputusan investasi, otomatisasi proses dan layanan konsumen. 

Peran AI dalam Fintech: 

  • Analisis Risiko dan Penilaian Kredit 

Algoritma Kecerdasan Buatan (AI) yang canggih menganalisis data keuangan dan perilaku pengguna untuk menilai kreditworthiness secara akurat dan cepat. Hal ini memungkinkan fintech menawarkan layanan keuangan yang lebih personal dan terjangkau.  

  • Deteksi Penipuan dan Pencegahan Kejahatan Keuangan 

Kecerdasan Buatan (AI) melindungi pengguna dari penipuan dan pencurian identitas dengan mengidentifikasi pola transaksi yang mencurigakan dan aktivitas penipuan secara real time.  

  • Personalisasi Produk dan Layanan 

Kecerdasan Buatan (AI) memanfaatkan kebiasaan keuangan pengguna untuk merekomendasikan produk serta layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna yang bertujuan untuk meningkatkan kepuasan serta retensi pelanggan. 

  • Otomasi Proses dan Peningkatan Efisiensi 

Kecerdasan Buatan (AI) mengotomatiskan tugas-tugas yang sering dilakuakan secara berulang dan manual, seperti pemrosesan aplikasi pinjaman, verifikasi identitas, dan penyelesaian pembayaran. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi bagi karyawan untuk lebih fokus pada tugas yang lebih kompleks dan bernilai. 

  • Membangun Platform Invetasi Pintar 

Kecerdasan Buatan (AI) memungkinkan platform robo-advisor menggunakan algoritma pembelajaran mesin untuk membuat portfolio investasi yang disesuaikan dan dioptimalkan untuk setiap pengguna. Hal ini dapat memungkinkan pengguna untuk berinvestasi dengan lebih mudah dan efektif. 

Contoh penerapan AI dalam Fintech: 

  • ZestFinance adalah platform Fintech yang menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk menilai kredibilitas peminjam berdasarkan data tambahan seperti riwayat dan skor media sosial. Dengan demikian, platform ini memberikan akses kredit kepada pengguna yang mungkin tidak diterima oleh bank konvensional. 
  • Robinhood adalah platform investasi online yang memanfaatkan Kecerdasan Buatan (AI) untuk merekomendasikan saham dan opsi kepada pengguna berdasarkan profil risiko dan tujuan invetasi dari pengguna.  

Industri Fintech dapat memanfaatkan potensi AI untuk meningkatkan layanan, efisiensi dan kepuasan pelanggan mereka dengan memahami konsep serta penerapannya. AI yang terus berkembang membuka peluang baru untuk industri Fintech. Di masa yang akan datang, kita dapat menantikan platform Fintech yang lebih cerdas dan personal yang memberikan layanan keuangan yang lebih aman, efisien dan mudah diakses bagi semua orang. 

Lisa Mega Tanto Kusumo