School of Information Systems

Peran Blockchain dalam Memperkuat Sistem Kekayaan Intelektual

Hak Kekayaan intelektual (HKI) adalah aset berharga dalam era digital yang membutuhkan perlindungan yang kuat. Namun, tantangan seperti pencurian hak cipta, pemalsuan, dan ketidakpastian kepemilikan masih menjadi masalah utama. Dalam upaya meningkatkan keamanan dan transparansi, teknologi blockchain telah muncul sebagai solusi inovatif yang menjanjikan untuk memperkuat sistem hak kekayaan intelektual. Blockchain, sebagai ledger digital terdesentralisasi, memberikan solusi untuk masalah keamanan dan keandalan dalam sistem KI. Dengan karakteristiknya yang tidak dapat diubah dan transparan, blockchain memungkinkan pencipta untuk merekam dan memverifikasi kepemilikan, transaksi, dan sejarah hak kekayaan intelektual (HKI) secara real-time. 

Dengan menggunakan blockchain, maka sistemasi HKI dapat memperoleh beberapa keuntungan sebagai berikut: 

  • Transparansi dan Imutabilitas 

Blockchain menciptakan catatan yang tidak dapat dimanipulasi atau diubah, memberikan kepercayaan tinggi pada keaslian data HKI. 

  • Pelacakan dan Manajemen Lisensi 

Memfasilitasi pelacakan dan manajemen lisensi HKI secara otomatis melalui smart contracts, yang mengurangi biaya administrasi dan meningkatkan kepatuhan. 

  • Penyelesaian Sengketa yang Efisien 

Memungkinkan penyelesaian sengketa HKI dengan bukti yang kuat dan objektif, berdasarkan catatan yang tidak dapat dipalsukan. 

Tak dapat dipungkiri, implementasi blockchain dalam HKI juga memiliki beberapa kekurangan sebagai berikut: 

  • Tantangan Teknis 

Membutuhkan infrastruktur teknis yang kompleks dan biaya pengembangan yang tinggi. 

  • Regulasi yang Belum Matang 

Tantangan dalam menghadapi kerangka regulasi yang belum matang atau beragam di berbagai yurisdiksi. 

Berikut beberapa contoh implementasi Blockchain dalam HKI yang sudah dijalankan: 

  • Mycelia 

Platform blockchain yang memungkinkan pencipta musik untuk mengontrol dan mendapatkan royalti atas karya mereka secara langsung, mengurangi ketergantungan pada label rekaman. 

  • Verisart 

Platform yang menggunakan blockchain untuk memverifikasi dan mengotentikasi karya seni, memberikan jaminan keaslian bagi pembeli dan penjual. 

Masa depan blockchain dalam sistem HKI menjanjikan peningkatan lebih lanjut dalam transparansi, keamanan, dan efisiensi. Dengan terus berkembangnya teknologi, kita dapat mengharapkan lebih banyak inovasi dalam penggunaan blockchain untuk perlindungan dan manajemen HKI. Namun, tantangan seperti regulasi yang belum matang dan kebutuhan akan interoperabilitas antar-platform blockchain perlu diatasi untuk mewujudkan potensi penuh teknologi ini. Dengan terus menggali potensi blockchain dan berkolaborasi untuk mengatasi tantangan yang ada, kita dapat menciptakan sistem HKI yang lebih kuat, adil, dan terdesentralisasi. Ini akan membawa manfaat besar bagi para pencipta, pemilik hak, dan masyarakat secara keseluruhan dalam era digital yang terus berkembang. 

 

Lisa Mega Tanto Kusumo