School of Information Systems

Business Analytics Untuk Bisnis Franchise

Sebuah perusahaan franchise yang memiliki banyak cabang akan menghadapi berbagai isu operasional. Pencatatan penjualan dari setiap cabang/ mitra akan sangat bervariasi, tergantung dari lokasi dan perilaku para pengelola cabang/ mitra. Akan ada kemungkinan kalau ada perbedaan keinginan pelanggan dari setiap cabang. Hasil analisa yang dilakukan terhadap setiap cabang akan keinginan secara umum dari para pelanggannya sangat mungkin akan berbeda-beda. Perusahaan pemilik franchise (franchisor) memerlukan gambaran secara garis besar dan cepat. Franchisoe perlu melakukan analisa per cabang dari segi penjualan terkait stok barang yang dibeli oleh franchisee dan juga kebutuhan perhitungan royalty bulanan yang tepat sehingga franchisee dan perusahaan pusat tidak timbul kecurigaan karena dianggap sengaja melakukan salah analisa.

Hal utama yang sering sekali mengganggu hubungan antara franchisor dan franchisee adalah terkait kegiatan operasional. Pengiriman bahan baku dari franchisor yang sering salah, data permintaan supplies dari franchisee yang tidak lengkap, tambahan-tambahan pesanan yang sering salah, retur bahan baku dari franchiee kepada franchisor yang terlambat atau tidak tepat, sampai akhirnya perhitungan dan pemotongan biaya royalty bulanan yang tidak tepat akibatnya hubungan franchisor dengan franchisee terganggu. Timbul saling tidak percaya yang akibatnya timbul kekecewaan dan akibat yang paling parah adalah pemutusan hubungan kerjasama antara franchisor dan franchisee.

Kejadian seperti yang saya sebutkan di atas sangat sering terjadi dan tentunya harus dikurangi dan sedapat mungkin ditiadakan. Masalah yang terjadi pada ini secara mendasar adalah disebabkan berbedanya data yang dimiliki para pihak. Pencatatan secara manual tidaklah salah, namun tidak terkoneksi dan tidak terintegrasi, karena hanya data yang dimiliki oleh pihak yang mencatat. Karena itu catatan yang terintegrasi antara franchisee dan franchisor akan membantu kedua belah pihak untuk memiliki data yang sama, memeriksa dan memperbaiki data sehingga akurasi dari data akan terjaga validitasnya. Untuk itu diperlukan otomatisasi dalam pencatatan semua kegiatan operasional yang tentunya harus dilakukan oleh pihak franchisor sebagai pemilik bisnis. Apa peran franchisee? Franchisee wajib menggunakan aplikasi yang digunakan oleh pihak franchisor. Sehingga jika franchisor tidak melakukan proses otomatisasi, proses operasional menjadi tidak efektif dan tidak terintegrasi.

Anggap kalau franchisor sudah melakukan otomatisasi, namun apa selanjutnya? Data yang masuk ke franchisor dari semua franchisee harus diolah dengan cepat dan real time, mengapa? Menjadi suatu hal yang aneh jika data sudah terhubung secara cepat, tepat dan lengkap namun tidak diolah dengan cepat dan real time. Franchisor perlu melakukan proses analisa bisnisnya yang dikenal dengan Business Analytic. Business Analytics sudah banyak digunakan diberbagai perusahaan yang tentunya diperlukan dalam mengambil keputusan. Dengan mempunyai data yang lebih lengkap, franchisor benar-benar diuji untuk melakukan keputusan yang tepat dan efektif. Di dalam business analytic dapat dilakukan visualisasi data

sehingga monitoring dari data yang ada dapat di monitor dari dashboard yang menampilkan kesimpulan dan detail dari data bisnis yang ada. Dengan melakukan visualisasi data, para pengambil keputusan akan sangat mudah melakukan pengambilan keputusan secara cepat bahkan real time.

Business Analitic akan di bisnis berformat franchise tentunya dapat melihat semua kegiatan dari cabang secara mendeail. Kebutuhan data seperti penjualan, pembelian atau pemesanan supplies dari cabang, termasuk hitungan semua biaya dan profit akan memabnatu kedua belah pihak ajar mendapat gambaran secara cepat dan mendetail dari bisnis perusahaan cabang. Franchisor, sebagai perusahaan yang lebh mature dan memiliki banyak pengalaman akan sangat terbantu denga nada nya business analytic ini. Setiap akhir bulan akan dilakukan pembayaran royalty, pemilik franchise harus mengetahui kemungkinan yang terjadi dengan mitra/ franchiseenya. Franchisee harus lebih puas dengan penggunaan business analytic di perusahaannya.

Erwin Halim