School of Information Systems

Mengenal UX Audit (Part 1)

Kamu pasti sudah sering mendengar istilah UI/UX Design, namun bagaimana dengan istilah UX Audit? Istilah ini masih tergolong kurang familiar, oleh karena itu mari simak penjelasan mengenai UX Audit yang akan terbagi sebanyak total 3 parts.

UX Audit atau UX review merupakan sebuah istilah yang menggambarkan proses untuk menemukan potensi kekurangan pada situs maupun aplikasi yang dibangun berdasarkan heuristik maupun riset pengguna sebelumnya, sehingga mampu memenuhi kebutuhan bisnis, menjangkau pengalaman pengguna, serta aksesibilitas. UX Audit yang berjalan secara efektif mampu menciptakan perjalanan pengguna secara mudah dan lancar, serta mengidentifikasi adanya kesulitan pengguna dan mampu mengenali adanya peluang bisnis. Hasil akhir dari implementasi UX Audit adalah kemampuan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Beberapa pertanyaan yang dapat terjawab setelah melakukan UX Audit adalah:

  • Dimana pengguna mengalami kesulitan untuk memahami navigasi atau fungsionalitas?
  • Apa yang disampaikan data mengenai perilaku pengguna dan kebutuhan mereka?
  • Apa yang berpotensi diubah pada situs web atau aplikasi untuk meningkatkan kinerja bisnis?

Kegiatan UX Audit biasanya dilakukan sebagai bagian dari proses Quality Assurance (QA) setiap kali adanya pembaruan produk maupun desain ulang produk. Tak hanya itu, kegiatan ini juga bisa dilakukan secara berkala untuk memastikan adanya pemenuhan produk terhadap tujuan bisnis dan pengalaman pengguna. UX Audit biasanya dilakukan oleh tim desain internal mereka, namun tentunya hal ini dapat berubah tergantung pada ukuran perusahaan serta sumber daya yang tersedia. Tak jarang, untuk melakukan UX Audit, beberapa perusahaan besar menggunakan jasa auditor eksternal, yang tentunya memakan biaya lebih besar daripada menggunakan jasa auditor internal, agar mampu menghasilkan laporan audit yang sifatnya objektif sehingga mendapatkan hasil maksimal.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum mulai melakukan UX Audit:

  1. Identifikasi Pengguna – Agar dapat meningkatkan pengalaman pengguna mereka, perusahaan perlu secara yakin mengetahui siapa target pengguna mereka. Beberapa hal yang dapat dicari tahu lebih lanjut untuk dapat mengetahui informasi ini diantaranya adalah dengan mengetahui (1) Demografi dan kebiasaan pengguna saat ini dan (2) Darimana pengguna berasal. Biasanya hasil identifikasi pengguna ini dapat digambarkan dengan menggunakan persona pengguna.
  2. Identifikasi Tujuan Organisasi – Selain identifikasi pengguna, perusahaan juga penting untuk memahami hasil atau tujuan yang mereka harapkan setelah UX audit dilakukan. Dengan adanya tujuan ini, perusahaan akan mampu memiliki arah yang jelas yang biasanya berkaitan dengan pendapatan perusahaan, serta kepuasan pelanggan yang mengalami peningkatan. Auditor nantinya dapat memastikan apakah produk yang dibuat telah mampu merepresentasikan tujuan perusahaan secara positif atau belum.
  3. Mengetahui Pihak yang Terlibat – Perusahaan perlu memastikan pihak-pihak yang akan terlibat dalam kegiatan UX audit, seperti designer, developer, tim penjualan, tim marketing, dan pengambil keputusan yang berasal dari pihak manajemen tingkat tinggi, yang tentunya memiliki pemahaman yang baik mengenai pengalaman pengguna. Mereka nantinya akan turut serta dalam rangkaian proses UX Audit yang dirancang.
  4. Menentukan Biaya, Waktu, dan Sumber Daya – Perusahaan perlu merancang biaya, waktu, dan sumber daya yang akan digunakan ketika melakukan kegiatan UX Audit. Melalui perancangan diawal ini, akan membantu perusahaan untuk tetap berada dijalur yang tepat ketika proses UX Audit berjalan, termasuk memastikan siapa saja yang bertanggung jawab pada masing-masing kegiatan. Gambaran biaya juga dapat membantu perusahaan untuk bisa tidak menghabiskan biaya terlalu besar.
  5. Data dan Analisa Produk – Perusahaan dapat mencari hasil analisa maupun informasi produk relevan seperti hasil heatmap maupun click tracking. Fungsinya adalah untuk perilaku pengguna untuk bisa menavigasi produk digital sehingga dapat disesuaikan oleh desainer.
  6. Data Hasil Audit UX Sebelumnya – Perusahaan dapat melihat apakah terdapat masalah yang sama terus terjadi berdasarkan laporan audit UX sebelumnya. Lewat laporan ini juga, perusahaan dapat mementukan apakah perubahan yang dilakukan berdampak positif atau negatif.

Jika seluruh persiapan telah direncanakan dan dipersiapkan secara matang, maka perusahaan tinggal melakukan kegiatan audit UX. Elemen-elemen yang akan diaudit dan beberapa langkah Audit UX yang akan dibahas pada artikel Mengenal UX Audit (Part 2).

Referensi:

Michelle Andriana