School of Information Systems

Data Mining in Artificial Intelligence

Pada jaman teknologi yang sudah maju ini, tentu kebanyakan dari kita sudah sadar bahwa internet dan sosial medianya merupakan salah satu alat marketing yang paling efektif, baik bagi bisnis yang baru berdiri maupun bisnis yang sudah mature. Namun, marketing melalui sosial media melalui banyak tahapan kompleks untuk membuat kegiatan marketing tepat sasaran kepada target yang ingin di tuju marketer. Beberapa tahapan seperti data mining, data cleaning, data integration, dan pada jaman sekarang, kebanyakan hal diatas sudah dilakukan dengan bantuan artificial intelligence. Secara sadar tidak sadar, apa pun yang kita lakukan dalam perangkat handphone, terutama yang tersambung ke internet, dimonitor dan disimpan oleh AI sebagai data. Data tersebut akan diolah dengan algoritma kompleks yang sudah diciptakan dan hasilnya lah yang menentukan apa yang akan diiklankan kepada kita.

Permasalahannya adalah kebanyakan aplikasi sosial media pada jaman sekarang membuat aplikasi mereka seadiktif mungkin yang membuat para usernya terus menerus menggunakannya, tentu targetnya adalah untuk mengumpulkan data user sebanyak-banyaknya. Data tersebut lah yang akan menjadi aset bagi perusahaan. Dalam film The Social Dilemma, dijelaskan bagaimana algoritma dari sosial media seperti Facebook, Intagram, Twitter, TikTok, dan lain-lain mampu membuat otak kita menghasilkan dopamine sebanyak-banyaknya agar terus menerus menggunakan aplikasinya. Bahkan algoritma yang diciptakan mampu mendeteksi apabila seseorang sedang sedih, galau, senang, atau bahkan bisa tahu seseorang sedang memiliki konflik dengan siapa, dan mereka menyesuaikan konten yang disediakan dengan perasaan kita tersebut. Banyak orang belum menyadari seberapa luar biasanya AI yang diciptakan untuk terus mengontrol manusia dalam menggunakan aplikasi sosial media.

Lebih hebatnya lagi, bukan hanya digunakan untuk itu, sosial media sekarang dapat digunakan sebagai alat kontrol sosial dan propaganda, terutama menyangkut faktor politik. Dampak yang ditimbulkan dari ini sangatlah besar, diluar dari manfaat baik yang diberikan seperti memberikan lapangan kerja baru, informasi gratis, dunia tanpa batasan, media sosial juga membawa dampak buruk dimana manusia tanpa sadar terus dibuat ketagihan untuk menggunakan aplikasinya disisi lain, tanpa mereka sadari, perusahaan terus mendapatkan uang dari data user yang diambilnya.

Akhir-akhir ini kita juga disuguhkan dengan berita hadirnya Metaverse yang ingin diwujudkan oleh Mark Zuckerberg melalui perusahaannya yaitu Meta yang sebelumnya bernama Facebook. Konsep dari Metaverse ini adalah sebuah dunia yang lebih tak terbatas lagi daripada internet yang kita punya sekarang ini. Metaverse tentu akan membawa banyak dampak baik seperti terciptanya lahan pekerjaan baru, namun kedepannya, tidak menutup kemungkinan bahwa manusia akan sangat tergantung oleh platform Metaverse ini dimana manusia bisa berada dimana saja kapan saja melalui dunia virtual, sehingga manusia mulai meninggalkan dunia yang ditinggali sekarang. Tentu, selama ini, internet membawa banyak sekali dampak menguntungkan bagi umat  manusia, namun tanpa kita sadari, internet memanfaatkan adiksi manusia terhadap manfaat yang diberikannya hingga secara tidak sadar, manusia telah dimanipulasi untuk melakukan sesuatu tanpa sadar.

 

Sumber:

  • Film the social dilemma
  • https://theforestscout.com/32128/in-our-opinion/the-social-media-algorithm-addiction-by-design/
  • https://www.theguardian.com/commentisfree/2020/sep/19/the-social-dilemma-a-wake-up-call-for-a-world-drunk-on-dopamine
  • https://sproutsocial.com/insights/social-media-algorithms/
Jonathan, Marisa Karsen