School of Information Systems

Sharing Resources pada Digital Sharing Economy

Orang-orang suka untuk berbagi barang-barang mereka dengan tetangga, atau sesama yang membutuhkan. Ketika kehidupan digital kita menjadi lebih terkait dengan kehidupan fisik kita, banyak dari praktik ini bermigrasi ke platform digital. Inovasi ini memiliki nilai inti rasa komunitas yang kuat, dan mereka sekarang menangani, melalui kolaborasi digital, masalah seperti tanggapan terhadap bencana, kesehatan dan sanitasi, atau pendidikan. Bahkan ketika ada transaksi ekonomi dan tujuan keuntungan, gagasan “komunitas digital” cenderung menjadi dimensi pemersatu yang menyatukan ekonomi berbagi digital yang sedang berkembang ini.  

Elemen komunitas yang terkait dengan digital sharing ecomomy cenderung berada di luar definisi dan pengukuran ekonomi tradisional. Orang-orang tidak berkontribusi pada PDB saat mereka berbagi alat dengan teman, atau berkolaborasi untuk keuntungan bersama. Namun, karena beberapa elemen komunitas ini bergerak online dan tumbuh dalam skala, mereka menjadi lebih formal, memfasilitasi transaksi volume besar, dan mulai berdampak langsung pada ekonomi tradisional. Contohnya termasuk kesulitan yang ditemukan penerbit ensiklopedia tradisional dalam bersaing dengan Wikipe-dia yang gratis dan berbasis sukarelawan, atau bagaimana Airbnb telah menyebabkan gelombang gangguan yang mengalihkan pendapatan akomodasi ke komunitas lokal. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak inovasi yang sedangmembangun model bisnis yang berkelanjutan untuk mendorong inisiatif komunitas tradisional ke platform digital. Oleh karena itu, fenomena baru ini perlu dipahami dari segi ekonomi yang mencakup produksi dan konsumsi barang dan jasa secara kolaboratif. 

Digital sharing economy merupakan kekuatan yang berkembang pesat dan melibatkan banyak perusahaan baru yang memanfaatkan kekuatan kolaborasi Internet untuk mengirimkan barang dan jasa dengan cara yang baru. Ketika orang-orang berbagi waktu, barang berwujud, uang, dan ide, digital sharing economy ini juga berkembang biak. Digital sharing ecomomy ini mengganggu model bisnis yang sudah mapan dan mendorong revolusi dalam bisnis contohnya berbagi data dengan cara yang efisien untuk mencocokkan orang yang memiliki aset atau bakat tertentu dan dibagikan dengan mereka yang membutuhkannya.  

Hambatan yang dulunya dianggap mustahil untuk diatasi kini menguap, menciptakan ekonomi digital peer-to-peer yang belum pernah terlihat sebelumnya. Digital sharing economy memberikan peluang untuk memproduksi dan memasarkan produk dan layanan dengan cara baru, memindahkan paradigma dari model berbasis pasar tradisional ke model di mana kerja sama adalah norma. Digital sharing economy memiliki dampak diberbagai bidang dimana pasar tradisional belum mampu memberikan suatu nilai yang berharga, contohnya dibidang ilmu pengetahuan dan pendidikan, memodernisasi pemerintahan, dan mengurangi jejak karbon secara keseluruhan. Digital sharing economy memungkinkan orang-orang di negara maju untuk berpikir secara berbeda tentang konsumsi, kepemilikan, dan jenis pembangunan yang mereka inginkan dalam masyarakat mereka. Namun perubahan ini belum tentu akan terpicu juga di negara berkembang. 

 

 

Sumber: 

Perini, Fernando, Geoff Schwarten. 2013. The Power of Sharing: Exploring the Digital Sharing Economy at the Base of the Pyramid. Diambil dari: https://www.researchgate.net/publication/256810718_The_Power_of_Sharing_Exploring_the_Digital_Sharing_Economy_at_the_Base_of_the_Pyramid. 

Stanislaus Seanbert