Industri manufaktur modern kini tidak lagi sekadar mengandalkan lini perakitan manual, tetapi telah berkembang menjadi ekosistem yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI), robotika, dan sistem informasi terintegrasi. Untuk memberikan pemahaman langsung mengenai transformasi digital di industri, School of Information Systems, BINUS University menyelenggarakan kunjungan industri ke PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) yang diikuti oleh 48 mahasiswa dan didampingi oleh dua dosen, yaitu Nuril Kusumawardani dan Farrell Yodihartomo.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.30 WIB ini bertujuan untuk mengamati implementasi AI dan robotika dalam manufacturing chain, memahami penerapan teknologi informasi pada operasional bisnis manufaktur skala enterprise, serta mengembangkan soft skill mahasiswa melalui pengalaman belajar langsung di lingkungan industri.

Rincian Agenda Kegiatan

  • Pembukaan dan Pengenalan Profil Perusahaan (Company Profile)

Pada sesi ini, Bu Vynna dan Bu Tio memperkenalkan profil perusahaan Hyundai Motor Manufacturing Indonesia sebagai perusahaan ternama di Korea yang berinvestasi dan turut serta membagun perindustrian di Indonesia. Penjelasan ini berisi tentang visi dan misi, kerjasama, kontribusi lingkungan dan masyarakat, serta kemitraan kementerian perindustrian yang secara resmi dibuka oleh Presiden RI Bapak Joko Widodo pada masa kepemimpinannya.

  • Kunjungan ke Body Workshop Building

Setelah pembukaan acara, rombongan mahasiswa dipandu untuk melihat proses pressing manufaktur rangka dalam dari mobil produksi Hyundai yang mengutamakan faktor safety driving sebagai pondasi prinsip kualitas produksi serta bahan yang digunakan. Mahasiswa diajak untuk melihat alur proses manufaktur yang sudah menggunakan peralatan machinery yang digunakan secara terkontrol oleh operator di building site tersebut.

  • Kunjungan ke Full Assembly Workshop Building

Kemudian, setelah dari Workshop Building, mahasiswa peserta study tour dipandu untuk melihat hasil akhir produk mobil Hyundai di showcase depan pada bangunan tersebut. Mahasiswa diperkenalkan fitur-fitur intelligence driving dan inovasi berkendara yang diterapkan pada mobil yang ada di showcase, yakni KONA dan IONIC 5 yang tersedia di showcase. Lalu, mahasiswa diajak melihat proses dari alur manufaktur perakitan setiap bagian dari mobil dari mulai trimming, engine assembly, hingga finishing produk akhir sebelum melalui tahap quality checking. Mahasiswa menyimak dan melihat langsung setiap bagian detail dirakit oleh perpaduan mesin robotik dan teknisi yang secara bertahap membangun mobil produksi yang selama ini final produknya digunakan oleh mereka di kehidupan sehari-hari.

  • Dokumentasi Akhir dan Penutupan

Setelah tuntas berkeliling mahasiswa memahami pentingnya perkuliahan mereka di lingkungan industri sektor riil, guna dari inovasi dan IT dalam memastikan keamanan berkendara. Acara ini ditutup dengan sesi foto bersama di area depan manufaktur dan terdapat sesi konten sosial media bersama.

Kesimpulan dan Tindak Lanjut

Kunjungan industri berjalan dengan lancar dan berhasil menjembatani teori akademik di jurusan Business IT BINUS dengan praktik industri. Sebagai tindak lanjut, mahasiswa akan mulai mengolah informasi dan insight yang didapatkan dari hasil observasi serta sesi tanya jawab guna menyusun laporan project akhir mereka.

Lesson Learned

  • Peran Strategis IT dalam Visi Bisnis Skala Enterprise dan Nasional.

Kunjungan ke HMMI menunjukkan bahwa implementasi IT pada perusahaan manufaktur ternama dengan investasi besar dari Korea dan kemitraan pemerintah tidak hanya bersifat teknis, tetapi strategis. Bagi mahasiswa Business IT, hal ini mengajarkan pentingnya menyelaraskan solusi teknologi dengan visi dan misi perusahaan yang lebih luas, termasuk kontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat. IT di level ini menjadi fondasi yang mendukung ekspansi bisnis, kepatuhan regulasi, dan proyek berskala nasional yang diresmikan oleh Presiden RI Bapak Joko Widodo.

  • IT sebagai Pilar Kualitas dan Keselamatan (Safety Driving) Manufaktur.

Observasi di Body Workshop Building menyoroti prinsip safety driving sebagai kualitas pondasi produksi. Pembelajaran utamanya adalah bahwa sistem IT dan robotic (AI & Robotic) adalah perangkat krusial yang digunakan secara terkontrol oleh operator untuk memastikan presisi rangka mobil sesuai standar keselamatan tertinggi. Hal ini merupakan studi kasus langsung untuk merancang sistem kontrol yang presisi, yang merupakan fokus inti dalam pengembangan Smart Application. Ini menegaskan peran Business IT dalam merancang sistem kontrol yang ketat, di mana inovasi teknologi harus selalu memprioritaskan keamanan produk sebagai syarat mutlak, bukan sekadar fitur tambahan.

  • Model Kerja Hibrida: Sinergi Robotik dan Keahlian Manusia.

Pengamatan di Full Assembly Workshop Building, mulai dari proses trimming, engine assembly, hingga finishing, memperlihatkan perpaduan antara mesin robotik dan teknisi manusia dalam merakit setiap bagian mobil. Pelajaran penting bagi Gen Z mahasiswa Business IT adalah bahwa masa depan industri memerlukan keahlian merancang sistem IT yang memfasilitasi kolaborasi tanpa batas antara otomatisasi dan tenaga kerja terampil. Peran mahasiswa adalah untuk mendesain Smart Application atau intelligent systems yang mengelola dan memfasilitasi interaksi (transfer informasi dan tugas) yang efisien antara robot dan teknisi. Lulusan harus siap menjadi arsitek sistem yang mengelola transfer informasi dan tugas antara robot dan manusia secara efisien.

  • IT sebagai Diferensiasi Utama Inovasi Produk Otomotif.

Pengenalan fitur intelligence driving pada mobil showcase KONA dan IONIC 5 membuktikan bahwa IT adalah mesin utama di balik inovasi produk. Fitur intelligence driving ini menjadi bukti nyata penerapan konsep Machine Learning & Smart Applications sesuai kurikulum streaming untuk menciptakan nilai tambah produk. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan akademik tentang AI, sistem cerdas, dan integrasi data yang dipelajari mahasiswa memiliki aplikasi langsung untuk menciptakan fitur berkendara yang canggih dan memberikan nilai tambah kompetitif. Peran IT bergeser dari sekadar mendukung operasional menjadi core competency yang mendefinisikan kualitas dan pengalaman pengguna akhir.

  • Relevansi Teori Akademik dengan Solusi Masalah Sektor Riil.

Kesimpulan kunjungan menekankan bahwa kegiatan ini berhasil menjembatani teori akademik dengan praktik industri, mempertegas pentingnya perkuliahan Business IT di lingkungan sektor riil. Tindak lanjut kegiatan yang mewajibkan mahasiswa menyusun laporan project akhir menggunakan insight yang didapatkan menegaskan bahwa pembelajaran terbesar adalah kemampuan untuk mengolah data observasi (AI, IoT, proses kontrol) menjadi solusi strategis dalam kerangka mata kuliah Smart Application untuk laporan project akhir. Kemampuan ini krusial dalam mengolah data observasi menjadi solusi strategis dan laporan project yang aplikatif bagi tantangan perusahaan enterprise.