Mahasiswa School of Information Systems, BINUS University berhasil mengembangkan sistem smart farming berbasis kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) yang dipamerkan dalam ajang IoT Expo 2026 di BINUS @Bekasi. Inovasi ini menawarkan solusi konkret bagi tantangan pengelolaan lahan pertanian modern di Indonesia.

Mengelola lahan pertanian berskala besar bukan perkara mudah. Petani konvensional masih harus melakukan pengecekan manual di lapangan setiap hari, mulai dari memantau kondisi tanah, mengukur kelembapan, hingga menentukan waktu yang tepat untuk penyiraman dan pemupukan. Proses ini tidak hanya memakan waktu dan tenaga, tetapi juga rentan terhadap ketidakakuratan yang berdampak langsung pada hasil panen.

Sistem yang Menjawab Tantangan Pertanian Modern

Berangkat dari permasalahan tersebut, mahasiswa School of Information Systems mengembangkan SMART SAWIT, sebuah sistem monitoring kebun berbasis IoT yang mampu bekerja 24 jam tanpa henti. Sistem ini memanfaatkan sensor cerdas yang dipasang di lapangan untuk membaca data kelembapan tanah, suhu, dan kondisi lingkungan secara real time.

Seluruh data yang dikumpulkan oleh sensor tersebut kemudian dikirimkan ke sebuah dashboard terpusat yang dapat diakses kapan saja dan dari mana saja melalui perangkat mobile maupun desktop. Dengan demikian, pengelola kebun tidak perlu lagi bolak-balik ke lapangan hanya untuk memantau kondisi lahan.

AI sebagai Otak di Balik Sistem

Yang membedakan SMART SAWIT dari sistem monitoring biasa adalah integrasi kecerdasan buatan di dalamnya. AI tidak hanya bertugas mengumpulkan dan menampilkan data, tetapi juga menganalisis pola dari data yang masuk untuk memberikan rekomendasi langsung kepada pengelola kebun. Kapan waktu terbaik untuk menyiram, Kapan harus dilakukan pemupukan, Semua keputusan diambil berbasis data, bukan lagi berdasarkan perkiraan semata.

Pendekatan berbasis data ini berpotensi membantu petani menghemat biaya operasional, meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, dan pada akhirnya mengoptimalkan hasil panen secara signifikan.

Information Systems Bukan Sekadar Coding

Proyek SMART SAWIT menjadi bukti nyata bahwa Information Systems bukan hanya tentang menulis kode program. Lebih dari itu, Information Systems adalah tentang memahami permasalahan nyata di industri dan merancang solusi teknologi yang tepat guna. Dalam konteks ini, mahasiswa School of Information Systems menunjukkan kemampuan mereka dalam mengidentifikasi pain point di sektor pertanian dan menjawabnya dengan solusi yang terukur dan aplikatif.

IoT Expo 2026 di BINUS @Bekasi menjadi panggung yang tepat bagi mahasiswa untuk memamerkan karya inovatif mereka kepada khalayak yang lebih luas. Kehadiran proyek seperti SMART SAWIT dalam ajang ini menunjukkan bahwa ekosistem pembelajaran di School of Information Systems tidak berhenti di ruang kelas, melainkan terus mendorong mahasiswa untuk menciptakan solusi yang berdampak bagi dunia nyata.