Malware dan Risikonya
Dalam era teknologi ini, banyak dampak baik yang diberikan dengan adanya teknologi yang canggih. Tetapi, di sisi lain, ada banyak ancaman juga yang bisa merugikan kita sebagai pengguna teknologi, Di artikel kali ini, kita akan membahas salah satu ancaman tersebut, yaitu, Malware.
Apa itu Malware?

Malware adalah singkatan dari ‘Malicious Software’ yang merupakan sebuah software atau perangkat lunak yang dibuat oleh penjahat dunia maya, biasa dikenal sebagai hacker atau ‘peretas’, dengan tujuan membahayakan, menyusup, atau menyebabkan kerusakan atau kehancuran total pada sistem komputer tanpa sepengetahuan pemilik sistem tersebut. Malware ini dapat merusak atau menganggu fungsi sistem, sehingga memungkinkan peretas mendapatkan akses ke informasi pribadi, mencuri informasi pribadi tersebut, serta memata-matai komputer bahkan pemilik komputer itu sendiri.
Ciri – Ciri Malware
Malware dapat memiliki lebih dari satu ciri – ciri, beberapa ciri – ciri tersebut adalah:
- Menggunakan enkripsi untuk mencegah deteksi.
- Melakukan serangan secara diam – diam dengan menyamar sebagai program yang sah.
- Berubah karakteristik setiap kali pindah ke sebuah sistem baru.
- Memiliki ketergantungan dengan waktu (Diatur agar teraktivasi di tanggal tertentu atau ketika suatu keadaan tertentu terpenuhi, dan tetap tidak aktif dan aman sampai tanggal yang dijadwalkan).
Jenis – Jenis Malware
Menurut sebuah survei, worm dan trojan horse adalah bentuk malware yang paling umum sekarang, dengan virus menjadi semakin jarang. Walaupun begitu, juga terdapat banyak jenis malware selain yang sudah disebutkan. Beberapa jenis malware adalah:
- Virus
Salah satu jenis malware yang paling banyak dikenal. Virus adalah perangkat lunak atau software berbahaya yang dapay menyebar ke sistem lain dan menginfeksi program lain, biasanya terhubung ke sebuah file atau dokumen, dan pada saat file atau dokumen tersebut diluncurkan, virus yang terhubung dengannya akan diaktifkan. Virus yang diaktifkan ini akan menyebabkan terganggunya fungsionalitas sistem sehingga dapat mengakibatkan masalah operasional yang serius dan juga kehilangan data.
- Worms
Worms adalah jenis perangkat lunak atau software berbahaya yang paling umum digunakan sekarang dan dapat menyebar dengan cepat ke seluruh perangkat yang terhubung dengan jaringan. Sama halnya dengan virus, worms dapat menggandakan dirinya di sebuah sistem atau perangkat lain. Namun, tidak seperti virus, worm dapat menyebar secara otomatis tanpa aplikasi host setelah memasuki jaringan atau sistem. Worms menginfeksi suatu perangkat melalui file yang diunduh atau koneksi jaringan dan biasanya sering menargetkan hard drive atau memori komputer.
- Trojan
Jenis malware yang paling umum digunakan dan merupakan sebuah perangkat lunak atau software berbahaya yang menyamar sebagai perangkat lunak atau kode yang benar, berguna, serta diinginkan. Trojan dapat mengendalikan sistem korban sehingga peretas dapat mengakses informasi pribadi dan mengubahnya, memblokir, atau menghancurkan informasi tersebut. Berbeda dengan virus dan worms, trojan tidak dibuat untuk menyebarkan diri dan biasanya dapat ditemukan dalam aplikasi, game, atau dalam lampiran email phishing.
- Ransomware
Salah satu jenis malware yang mengakses data pribadi di komputer dan mengenkripsinya sehingga pengguna tidak dapat mengaksesnya, lalu meminta uang tebusan agar dapat mengakses data – data yang dienkripsi. Namun, tidak ada jaminan bahwa setelag membayar, peretas akan memberikan kunci dekripsi yang diperlukan atau bahkan apakah kunci yang diberikan akan berfungsi dengan baik. Serangan ransomware sering kali menyertakan penipuan phishing.
- Adware
Jenis malware yang memantau kebiasaan menjelajah pengguna sehingga dapat menampilkan iklan yang relevan untuk ditampilkan kepada mereka. Meskipun adware tidak selalu berbahaya, tetapi terkadang dapat menganggu sistem pengguna dan mengalihkan rute browser pengguna ke situs web berisiko. Adware menimbulkan ancaman terhadap privasi pengguna karena mengumpulkan informasi tentang aktivitas online pengguna, baik secara terang-terangan atau tidak, lalu mengunakannya untuk membuat profil pengguna tersebut yang menyertakan semua informasi tentang mereka. Informasi ini dapat dijual atau dibagikan tanpa sepengetahuan pengguna yang terkait.
- Spyware
Jenis malware yang beroperasi secara diam – diam untuk mengawasi aktivitas pengguna dan mengirimkan informasi ke peretas tanpa sepengetahuan pengguna yang terakit. Spyware tidak hanya digunakan di komputer, tetapi juga bisa dioperasikan di aplikasi atau di perangkat seluler dan dapat memberi peretas akses ke nama pengguna, kata sandi, dan informasi pribadi dengan merekam tombol apa yang ditekan oleh pengguna. Oleh karena itu, spyware sering digunakan untuk mencuri data pribadi atau keuangan.
- Fileless malware
Jenis malware penghuni memori dan berjalan dari memori komputer bukan dari data di hard drive. Fileless malware ini pada awalnya tidak menginstal apa pun, sebaliknya malware ini memodifikasi file yang melekat pada sistem operasi. Serangan ini dilakukan secara diam – diam dan hingga 10 kali lebih efektif dibandingkan serangan malware konvensional karena sistem operasi akan menganggap file yang telah dimodifikasi sebagai file yang sah, membuat pelacakan malware ini jauh lebih sulit.
- Bots
Program perangkat lunak atau software ini menjalankan tugas secara otomatis tanpa input pengguna. Komputer yang telah terinfeksi oleh bot dapat menyebarkan infeksi ke komputer lain, membentuk botnet yaitu jaringan bot yang digunakan untuk mengeksekusi serangan dalam skala yang besar dan dikendalikan dari jarak jauh seperti serangan DDoS atau serangan brute force yang seringkali tidak disadari oleh pemilik perangkat itu sendiri.
Ciri – Ciri Perangkat Terkena Malware
- Kinerja perangkat melambat.
- Muncul banyak iklan atau pop-up ads.
- File banyak yang hilang, rusak, atau corrupt.
- Muncul program yang aneh dan tidak biasa.
- Hard disk, prosesor, dan RAM selalu penuh.
- Sistem sering crash.
Cara Mencegah dan Mengatasi Malware
Berikut adalah beberapa cara mencegah dan mengatasi malware yaitu:
- Menginstal anti-virus atau anti-malware.
Anti – virus dan anti – malware adalah salah satu cara untuk mencegah dan mengatasi malware karena mereka dapat mengidentifikasi file yang memiliki malware dan bisa menghapusnya. Perangkat lunak atau software anti – virus ini harus diinstal ke semua sistem yang terhubung ke internet dengan fitur firewall yang diaktifkan.
- Menggunakan metode otentikasi yang aman.
Metode otentikasi aman seperti menggunakan password kuat dan unik, mengaktifkan tambahan faktor keamanan seperti PIN atau pertanyaan keamanan, memanfaatkan teknologi yang ada seperti pengenalan wajah dan sidik jari.
- Menghindari mengklik link yang tidak sah atau sembarangan.
Hanya mengklik link seperti link email atau lampiran yang sudah yakin isinya apa. Jika tidak yakin terhadap link tersebut lebih baik menghindarinya.
- Membatasi hak sebuah aplikasi.
Membatasi hak aplikasi di perangkat dapat mengurangi jumlah titik akses potensial. Hanya izinkan fitur dan fungsi aplikasi yang benar – benar diperlukan untuk menyelesaikan tugas yang ada.
- Berhati – hati saat menginstal software.
Dikarenakan Salah satu jenis malware yaitu Trojan menggunakan Teknik rekayasa sosial, sangat penting bagi para pengguna saat mengklik tautan, membuka lapiran email, atau saat ingin menginstal software dari internet. Jangan sembarangan menginstal software yang terlihat aneh dan tidak sah karena bisa saja mengandung malware.
- Melakukan back-up secara rutin.
Dengan sering melakukan back-up, dapat mengurangi serangan ransomware karena jika terjadi serangan malware dan file terkunci atau hilang, kita cukup menghapus file atau sistem yang sudah terinfeksi lalu lakukan reboot dari back-up yang sudah kita siapkan.
Referensi:
- Baker., K. (2022). The 12 Most Common Types Of Malware. Crowd Strike. Retrieved 22 December, 2022, from https://www.crowdstrike.com/cybersecurity-101/malware/types-of-malware/
- Brooks., R. (2022). How to Prevent Malware Attacks: 10 Security Tips. Netwrix. Retrieved 22 December, 2022, from https://blog.netwrix.com/2020/06/12/malware-prevention/
- Choiri., E., O. (2021). 10 Ciri – Ciri Laptop Terkena Virus & Cara Mengatasinya. Gudang SSL. Retrieved 22 December, 2022, from https://gudangssl.id/blog/ciri-ciri-laptop-terkena-virus/
- Team., D. (2022). Apa itu Malware? Pengertian, Jenis, dan Cara Mengatasinya. Dewa Web. Retrieved 22 December, 2022, from https://www.dewaweb.com/blog/pengertian-malware-pentingnya-dewaguard/
- What is Malware?. (2022). Cisco. Retrieved 21 December, 2022, from https://www.cisco.com/c/en/us/products/security/advanced-malware-protection/what-is-malware.html#~how-malware-works
- Wolf., A. (2022). 10 Most Common Types of Malware Attacks. Arctic Wolf. Retrieved 22 December, 2022, from https://arcticwolf.com/resources/blog/8-types-of-malware/