Citizen development adalah pendekatan pengembangan aplikasi yang memungkinkan pengguna non-teknis untuk membangun solusi digital menggunakan platform low-code atau no code. Pendekatan ini muncul sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan digitalisasi yang tidak selalu dapat dipenuhi oleh tim IT secara cepat. Dalam sistem informasi, citizen development merepresentasikan pergeseran peran, di mana inovasi tidak lagi terpusat pada satu departemen. 

Melalui citizen development, unit bisnis dapat mengembangkan aplikasi sederhana untuk mendukung proses kerja mereka, seperti formulir digital, dashboard operasional, dan workflow approval. Karena dikembangkan langsung oleh pengguna yang memahami proses bisnis, solusi yang dihasilkan cenderung lebih relevan dan cepat diimplementasikan. Hal ini meningkatkan agility organisasi dan mempercepat adaptasi terhadap perubahan. 

Namun, citizen development juga membawa risiko jika tidak disertai tata kelola yang baik. Aplikasi yang dikembangkan tanpa standar dapat menimbulkan masalah keamanan, inkonsistensi data, dan duplikasi fungsi. Oleh karena itu, peran sistem informasi adalah menyediakan kerangka kerja yang jelas, termasuk standar pengembangan, kontrol akses, serta mekanisme integrasi dengan sistem inti organisasi. 

Dengan governance yang tepat, citizen development dapat menjadi kekuatan strategis dalam transformasi digital. Pendekatan ini tidak menggantikan peran IT, melainkan mengubahnya menjadi fasilitator dan pengelola ekosistem teknologi. Sistem informasi menjadi platform kolaboratif yang memungkinkan inovasi dari berbagai pihak, sambil tetap menjaga keamanan, kualitas, dan keberlanjutan sistem.