Dalam beberapa tahun terakhir, low-code dan no-code platform mendorong lahirnya fenomena citizen developer—pegawai non-IT yang mampu membangun aplikasi, workflow, dan dashboard sendiri tanpa kemampuan coding mendalam. Di tengah tekanan bisnis untuk bergerak cepat, pendekatan ini terlihat sangat menjanjikan: solusi bisa dibuat dalam hitungan hari, backlog IT berkurang, dan inovasi terasa lebih dekat dengan kebutuhan pengguna bisnis. 

Namun di balik kecepatan tersebut, muncul pertanyaan krusial: apakah citizen development benar-benar memperkuat sistem perusahaan, atau justru menciptakan risiko baru yang tersembunyi? 

  1. MengapaCitizen Developer Menjadi Tren? 

Citizen developer tumbuh karena kombinasi beberapa faktor: 

  • Keterbatasan kapasitas tim IT 
  • Kebutuhan bisnis yang berubah cepat 
  • Platform low-code/no-code yang semakin matang 
  • Tekanan time-to-market 

Dalam banyak kasus, citizen developer mampu: 

  • Menyelesaikan masalah operasional sederhana 
  • Membuat prototipe cepat 
  • Mengurangi ketergantungan pada pengembangan tradisional 

Kecepatan inilah yang membuat pendekatan ini sangat menarik bagi manajemen. 

  1. KeuntunganUtama: Solusi Lebih Cepat dan Kontekstual 

Citizen developer biasanya adalah pengguna langsung dari proses bisnis. 

Keunggulan ini menghasilkan: 

  • Pemahaman kebutuhan yang lebih akurat 
  • Iterasi solusi yang cepat 
  • Aplikasi yang benar-benar digunakan, bukan sekadar spesifikasi 

Dalam konteks tertentu, citizen development mampu menjembatani gap klasik antara IT dan bisnis. 

  1. RisikoKeamananyang Sering Diremehkan 

Masalah mulai muncul ketika aplikasi dibuat tanpa standar keamanan yang memadai. 

Risiko umum meliputi: 

  • Pengelolaan akses pengguna yang tidak konsisten 
  • Penyimpanan data sensitif tanpa enkripsi 
  • Integrasi API tanpa kontrol keamanan

Citizen developer jarang memiliki perspektif security by design.Akibatnya, aplikasi kecil yang tampak tidak berbahaya bisa menjadi titik masuk serangan siber. 

  1. KualitasSistem yang Tidak Seragam 

Aplikasi buatan citizen developer sering berkembang secara organik. 

Dampaknya: 

  • Tidak ada standar desain 
  • Logika bisnis tersebar di banyak aplikasi 
  • Duplikasi fungsi antar solusi 

Dalam jangka pendek ini tidak terasa, tetapi dalam jangka panjang organisasi menghadapi fragmentasi sistem yang sulit dikendalikan. 

  1. TantanganMaintainability dan Skalabilitas 

Aplikasi low-code sering dibuat untuk kebutuhan saat ini, bukan untuk pertumbuhan. 

Masalah yang muncul: 

  • Sulit dimodifikasi ketika kebutuhan berubah 
  • Bergantung pada satu individu pembuat 
  • Tidak terdokumentasi dengan baik 

Ketika citizen developer pindah peran atau keluar dari organisasi, aplikasi yang dibuat berisiko menjadi orphan system. 

  1. Shadow ITdalamWajah Baru 

Citizen development sering kali menjadi bentuk baru dari shadow IT. 

Ciri-cirinya: 

  • Aplikasi tidak tercatat secara resmi 
  • Tidak diaudit oleh IT 
  • Tidak masuk roadmap sistem perusahaan 

Alih-alih menghilangkan shadow IT, citizen developer yang tidak terkelola justru memperluas permukaannya. 

  1. Governance: FaktorPenentuKeberhasilan 

Masalah citizen developer bukan pada konsepnya, melainkan pada tata kelolanya. 

Citizen development yang sehat membutuhkan: 

  • Framework governance yang jelas 
  • Batasan jenis aplikasi yang boleh dibuat 
  • Standar keamanan dan integrasi 
  • Review dan monitoring oleh IT 

Tanpa governance, kecepatan berubah menjadi risiko sistemik. 

  1. KolaborasiIT dan Bisnis sebagai Solusi Tengah 

Pendekatan paling efektif bukan memilih antara IT atau citizen developer, tetapi menggabungkan keduanya. 

Model yang lebih seimbang: 

  • Citizen developer fokus pada solusi ringan dan prototipe 
  • IT menjaga arsitektur, keamanan, dan integrasi 
  • Platform low-code menjadi alat kolaborasi, bukan jalan pintas 

Dengan cara ini, organisasi mendapatkan kecepatan tanpa mengorbankan stabilitas. 

Kesimpulan 

Citizen developer menawarkan peluang besar untuk inovasi cepat dan solusi yang lebih relevan dengan kebutuhan bisnis. Namun tanpa kontrol, pendekatan  ni dapat menciptakan risiko baru dalam bentuk keamanan lemah, kualitas sistem yang tidak konsisten, dan masalah maintainability jangka panjang. Citizen development bukan sekadar soal siapa yang membuat aplikasi, tetapi bagaimana organisasi mengelola inovasi tanpa kehilangan kendali atas sistemnya. Keberhasilan ada pada keseimbangan antara kecepatan dan tata kelola. 

Referensi 

  1. Gartner. Citizen Development: Empowering Business Users to Build Applications. 
  2. Forrester Research. The Rise of Low-Code Development Platforms. 
  3. McKinsey & Company. Low-Code, No-Code: What It Means for IT Governance. 
  4. Mendix. Balancing Speed and Control in Citizen Development. 
  5. Microsoft. Power Platform Governance and Security Whitepaper. 
  6. IEEE Software. Low-Code Development: Risks and Opportunities.