Strategi E-Bisnis 

Era digital – mungkin itulah istilah yang paling tepat untuk menggambarkan zaman sekarang. Seperti yang kita ketahui, teknologi berkembang dengan sangat cepat. Dulu kita hanya bisa membayangkan sesuatu dalam hal teknologi, sekarang kita bisa melakukannya. Sebagai contoh sederhana, lima tahun yang lalu kita sulit membayangkan mobil bisa menyetir sendiri, tapi sekarang kita bisa melihat banyak produsen mobil yang mengembangkan kecerdasan buatan untuk memungkinkan mobil mengemudi sendiri. 

Teknologi diciptakan untuk membantu manusia dalam melakukan berbagai hal, membuat sesuatu menjadi lebih mudah. Karena itulah, orang menciptakan telepon seluler, yang lambat laun berkembang menjadi smartphone seperti yang kita kenal sekarang. Mengutip dari StatCounter, penggunaan smartphone kini telah melampaui desktop. Mengapa? Karena dengan smartphone, kita bisa melakukan banyak hal yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan desktop – bermain game, bekerja, mendengarkan musik, menjelajah internet, mengobrol, dan sebagainya. Dan jangan lupakan satu hal penting: ukuran smartphone jauh lebih kecil dibandingkan dengan PC desktop. Oleh karena itu, faktor teknologi (dalam hal ini adalah smartphone) sangat memengaruhi cara hidup masyarakat. 

Berikut beberapa keuntungan dari teknologi saat ini: 

  • Kemudahan akses informasi 
  • Kemudahan mobilitas 
  • Efisiensi biaya 
  • Kecerdasan buatan (AI) 
  • Pembelajaran (seperti yang kita tahu, teknologi menjadi sangat penting, terutama saat pandemi COVID-19 yang menyebabkan semua perkuliahan beralih dari luring ke daring) 
  • Dan masih banyak lagi 

Namun, meskipun banyak keuntungan, ada juga beberapa kerugian: 

  • Masyarakat menjadi sangat tergantung pada gadget, atau bisa disebut sebagai “kecanduan smartphone”, hingga kehilangan hubungan sosial dengan orang di sekitarnya 
  • Teknologi menjadikan manusia lebih malas 
  • Semakin canggih teknologi, semakin berbahaya pula senjata yang bisa diciptakan 
  • Perusahaan yang menghasilkan polusi merusak ozon secara perlahan 
  • Privasi seseorang menjadi terancam 
  • Kehilangan pekerjaan, karena beberapa pabrik menggantikan tenaga manusia dengan mesin 
  • Dan masih banyak lagi 

Setelah melihat berbagai keuntungan dan kerugian teknologi, sangat sulit untuk menghentikan perkembangan teknologi. Kita sebagai pengguna harus menjadi pengguna yang cerdas. Jangan sampai smartphone digunakan oleh orang yang tidak bijak. Walaupun banyak kerugian dari teknologi, kita tetap harus memanfaatkan keuntungannya, salah satunya untuk strategi E-Bisnis. 

Media sosial saat ini adalah hal yang paling populer dan digunakan oleh banyak orang. Mulai dari berita, gosip, politik, bisnis, hubungan sosial, dan banyak lagi. Media sosial telah digunakan oleh 45% dari populasi dunia pada tahun 2019, dan terus meningkat pada tahun 2020. Menurut data dari Emarketer (2019), 90,4% milenial, 77,5% generasi X, dan 48,4% baby boomer telah menggunakan media sosial. Saya yakin, sebagian dari kalian memiliki lebih dari satu akun media sosial – satu untuk teman dekat, dan satu lagi untuk publik. Ini menjadi bukti bahwa media sosial sangat penting di era ini. 

Mengapa smartphone merupakan salah satu strategi terbaik dalam E-Bisnis, terutama melalui media sosial: 

  • Membangun Kesadaran: Dengan media sosial, kita dapat menjangkau jutaan orang dalam waktu singkat. Kita dapat membangun kesadaran masyarakat terhadap merek, produk, dan segala hal yang ingin kita promosikan. 
  • Memberikan Dukungan: Media sosial dapat menghilangkan hambatan antara pelanggan dan perusahaan. Pelanggan bisa langsung berinteraksi melalui media sosial, dan perusahaan dapat mengetahui keluhan atau saran dari pelanggan. 
  • Mengetahui Lebih Banyak tentang Pelanggan: Dengan memiliki media sosial, kita mendapatkan traffic (lalu lintas data), yang menghasilkan banyak data untuk dianalisis. Kita dapat mengetahui siapa pembeli kita, apakah laki-laki atau perempuan, generasi mana yang paling banyak membeli produk kita, peta distribusi penjualan, dan banyak lagi informasi yang bisa meningkatkan efisiensi penjualan. 
  • Iklan yang Terarah (Targeted Advertising): Setelah kita memahami siapa pelanggan kita, kita dapat menargetkan iklan dengan lebih tepat. Misalnya, jika mayoritas pelanggan adalah milenial, kita bisa menggunakan YouTube atau Instagram untuk menjangkau mereka. Jika pelanggan kita mayoritas baby boomer, pendekatannya bisa berbeda, namun tetap menggunakan media sosial. Mengetahui target audiens sangat penting agar iklan kita tidak sia-sia. 
  • Meningkatkan Penjualan: Penggunaan media sosial dalam strategi E-Bisnis dapat meningkatkan penjualan. Apalagi jika kita menggunakan duta merek dari kalangan figur publik, maka penjualan produk atau layanan bisa meningkat secara signifikan. 
  • Bertumbuh Secara Efisien: Ini adalah alasan utama mengapa media sosial merupakan strategi E-Bisnis terbaik – biayanya jauh lebih murah dibanding strategi tradisional seperti iklan di koran, billboard, dan sebagainya. Kita bisa menjangkau audiens yang sama atau bahkan lebih banyak dibanding metode lama. 
  • Mengamati Persaingan: Mengetahui posisi kita di antara para pesaing sangat penting. Jika kita merasa tertinggal, kita bisa melakukan evaluasi dan pengembangan untuk mengejar ketertinggalan. 

Namun demikian, kita juga harus berhati-hati dengan media sosial. Media sosial bisa menjadi bumerang bagi kita. Banyak orang bisa langsung menghakimi di media sosial, terutama jika kita melakukan kesalahan. Oleh karena itu, kita harus menjadi pengguna yang bijak. Jangan sampai smartphone dan perkembangan teknologi memperbodoh kita. Gunakan smartphone dan media sosial dengan bijak, terutama di masa viralitas menjadi kekuatan yang diperhitungkan seperti saat  ini. Sebarkan berita baik, jangan sampai hoaks menghancurkan negara kita, bahkan dunia. Terus sebarkan energi positif kepada semua orang. Tetap aman dan tetap sehat. 

“Jika Anda membuat pelanggan tidak senang di dunia nyata, mereka mungkin akan menceritakannya kepada 6 orang. Tapi jika Anda membuat pelanggan tidak senang di internet, mereka bisa menceritakannya kepada 6.000 orang.”
– Jeff Bezos