Belajar Blockchain bersama Indodax
Pendahuluan
Pada Senin, 15 Desember, telah diselenggarakan seminar bertema “Pengenalan Bitcoin dan Teknologi Blockchain” bekerja sama dengan Indodax. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital mahasiswa terkait aset kripto dan teknologi blockchain yang semakin berperan dalam ekosistem keuangan global. Seminar menghadirkan Bapak James Eugene, VP Business Development Indodax, sebagai pembicara utama. Beliau memaparkan konsep dasar, mekanisme, serta peluang investasi kripto di Indonesia.
Materi yang Disampaikan
Seminar diawali dengan pengenalan apa itu kripto. Aset kripto adalah instrumen digital yang memanfaatkan teknologi blockchain untuk mencatat transaksi secara aman dan transparan. Bitcoin dan Ethereum adalah dua aset kripto yang paling populer. Blockchain dijelaskan sebagai buku besar digital (ledger) yang mencatat transaksi secara terdistribusi di banyak server, berbeda dengan sistem manual atau tersentralisasi. Mekanisme blockchain meliputi tiga tahap: transaksi dimulai, proses verifikasi melalui mining atau staking, dan pencatatan permanen.
Mining dan Staking
- Proof-of-Work (Mining): Verifikasi transaksi menggunakan perangkat keras canggih, contoh: Bitcoin, Litecoin.
- Proof-of-Stake (Staking): Verifikasi dilakukan oleh pemilik aset yang menyimpan token dalam server, contoh: Ethereum, Cardano.
Analisis Fundamental dan Tokenomics
Nilai intrinsik kripto berbeda dengan saham. Jika saham dinilai dari laporan keuangan, kripto dinilai dari whitepaper dan tokenomics (supply-demand). Bitcoin memiliki suplai terbatas, yaitu maksimal 21 juta unit, dan saat ini sekitar 19 juta Bitcoin sudah beredar, sehingga kelangkaan ini memengaruhi harga.
Perbandingan Kinerja Aset
Data yang ditampilkan menunjukkan pertumbuhan Bitcoin jauh melampaui emas dan indeks S&P 500. Sebagai ilustrasi, investasi $1.000 di Bitcoin pada 2018 dapat menjadi $27.074 pada 2025, sedangkan emas hanya $2.710 dan S&P 500 $2.775. Hal ini menegaskan potensi kripto sebagai aset dengan pertumbuhan tinggi, meskipun volatilitas tetap menjadi risiko.
Teknik Populer Trading Kripto
Narasumber memaparkan lima strategi umum:
- DCA (Dollar-Cost Averaging): Beli rutin nominal tetap untuk jangka panjang.
- Lumpsum: Investasi besar sekaligus.
- Scalping: Trading cepat memanfaatkan pergerakan harga kecil.
- Swing Trading: Memanfaatkan tren jangka menengah.
- HODL: Menyimpan aset jangka panjang dengan keyakinan harga naik.
Use-Case Blockchain dan Ekosistem
Selain cryptocurrency, blockchain digunakan untuk NFT, Stablecoins, RWA (Real World Assets), dan bahkan meme coin. Stablecoins seperti USDT dan USDC dirancang agar nilainya stabil. Ekosistem blockchain juga mencakup komunitas developer, hackathon, event kripto global, kolaborasi dengan perusahaan besar, serta hubungan dengan regulator untuk mendukung inovasi.
Penutup
Seminar ini memberikan wawasan mendalam tentang teknologi blockchain, mekanisme kripto, serta peluang dan risiko investasi. Dengan pemahaman yang lebih baik, mahasiswa diharapkan mampu mengikuti perkembangan teknologi finansial dan memanfaatkannya secara bijak. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam mendukung literasi digital dan kesiapan menghadapi era ekonomi berbasis teknologi.
