Innovative Learning in IS Strategy: Mengasah Inovasi Mahasiswa dengan Bermain Lego

Halo Binusian! Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang Inovasi Pembelajaran dengan cara yang menyenangkan di Sistem Informasi. Inovasi pembelajaran ini dapat membantu mahasiswa mengasah ide inovatif nya dalam menyelesaikan masalah yang ada di perusahaan. Salah satu inovasinya adalah dengan menggunakan Lego. Lego biasanya digunakan oleh anak-anak untuk membantu dalam meningkatkan kemampuan komunikasi, kreatifitas, konsentrasi, motoric dan sensori pada anak. Tapi, Lego ini juga bisa dimanfaatkan di perguruan tinggi untuk mengasah kreativitas mahasiswa.
Pada matakuliah IS Strategy yang merupakan salah satu matakuliah di jurusan Sistem Informasi ini bisa memanfaatkan Lego untuk aktivitas pembelajarannya. IS Strategy mengajarkan perencanaan implementasi teknologi pada perusahaan untuk menyelesaikan masalah yang ada. Yuk kita simak lebih lanjut keseruan dan hasil karya mahasiswa di kelas matakuliah IS Strategy yang dipandu oleh Ibu Marisa Karsen, S.Kom., M.M, CDMS
Pada aktivitas ini, pertama-tama mahasiswa yang telah dibagi menjadi beberapa kelompok diminta untuk memilih perusahaan untuk diselesaikan permasalahannya. Setelah menentukan perusahaan dan mengetahui permasalahan yang ada pada perusahaan tersebut, mahasiswa diminta untuk memikirkan teknologi apa yang ingin mereka buat. Lego ini nantinya akan digunakan sebagai representasi dari teknologi yang ingin diimplementasikan pada perusahaan. Setelah itu, mereka diberikan waktu untuk mengambil potongan lego untuk mereka bangun teknologi yang sudah rencanakan. Disini, mahasiswa diasah kreativitasnya dalam membangun lego sesuai dengan teknologi yang ingin mereka pakai nantinya. Jumlah kepingan yang mereka ambil juga perlu diperhatikan, jangan sampai banyak kepingan lego yang tidak terpakai. Hal ini sangat berkaitan dalam perencanaan implementasi, yaitu jangan sampai resources yang diambil menjadi tidak terpakai karena itu akan membuang-buang biaya yang telah dikeluarkan untuk resources. Maka dari itu, jumlah resources harus ditentukan dan dimanfaatkan dengan baik. Setelah mengambil kepingan lego, mahasiswa mulai membangun teknologinya menggunakan Lego. Terakhir, beberapa kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil karyanya
Menurut testimoni dari salah satu kelompok, pembelajaran menggunakan Lego ini sangat menyenangkan dan tidak biasa. Biasanya aktivitas dikelas yang hanya melakukan presentasi dan diskusi menggunakan Canva atau Powerpoint, kini mereka bisa mempresentasikan sesuatu dengan tools yang menyenangkan dan juga bisa mengasah kreativitas mereka. Innovative Learning ini sangat diharapkan dapat diimplementasikan tidak hanya di matakuliah IS Strategy tetapi juga bisa diimplementasikan pada matakuliah lainnya.