School of Information Systems

Mengajarkan User Journey dengan LEGO: Pendekatan Inovatif Prof. Dr. Ir. Yohannes Kurniawan

Dalam dunia sistem informasi, memahami user journey atau perjalanan pengguna sangat penting untuk menciptakan pengalaman digital yang optimal. Namun, konsep ini sering kali sulit dipahami jika hanya dijelaskan secara teori. Untuk mengatasi tantangan ini, Prof. Dr. Ir. Yohannes Kurniawan, S.Kom., S.E., MMSI., profesor termuda dari School of Information System Binus University, memperkenalkan pendekatan inovatif dengan menggunakan LEGO sebagai alat bantu pembelajaran. Metode ini tidak hanya membuat pembelajaran lebih menarik, tetapi juga membantu mahasiswa memvisualisasikan bagaimana pengguna berinteraksi dengan sebuah sistem. Dengan LEGO memungkinkan kita untuk memahami alur perjalanan pengguna dengan lebih konkret. Dengan melihat representasi fisik dari setiap tahap, mahasiswa bisa lebih mudah memahami tantangan yang dihadapi pengguna,

Lebih dari Sekadar Observasi

Dalam banyak penelitian terkait pengalaman pengguna (user experience), metode yang umum digunakan adalah observasi terhadap cara pengguna berinteraksi dengan sebuah sistem. Namun, Prof. Yohannes menegaskan bahwa observasi saja tidak cukup. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan observasi. Harus ada wawancara dan pendekatan lainnya agar kita benar-benar memahami kebutuhan pengguna,” jelasnya. Dengan wawancara, analis sistem dapat menggali lebih dalam mengenai pengalaman pengguna, memahami motivasi mereka, serta menemukan masalah yang mungkin tidak terlihat hanya dari observasi. Kombinasi berbagai metode ini memastikan bahwa solusi yang dikembangkan lebih tepat sasaran dan relevan dengan kebutuhan pengguna.

Kolaborasi dan Inovasi dalam Pembelajaran

Salah satu keunggulan metode LEGO adalah kemampuannya untuk mendorong kerja sama tim dalam merancang solusi. Dalam kelas Prof. Yohannes, mahasiswa dibagi ke dalam kelompok dan diberikan tantangan untuk membangun skenario user journey menggunakan LEGO. Setelah itu, mereka harus mempresentasikan hasil analisis mereka.

Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman mereka terhadap konsep yang dipelajari, tetapi juga melatih keterampilan komunikasi dan kolaborasi. Seorang mahasiswa yang mengikuti kelas ini mengungkapkan, “Belajar dengan LEGO membuat konsep user journey lebih mudah dipahami. Selain itu, dengan wawancara dan diskusi, saya jadi lebih peka terhadap kebutuhan pengguna.”

Menyiapkan Mahasiswa untuk Dunia Industri

Pendekatan inovatif yang diterapkan oleh Prof. Yohannes ini memiliki manfaat jangka panjang bagi mahasiswa. Dengan terbiasa menggunakan berbagai metode untuk menganalisis user journey, mereka akan lebih siap untuk terjun ke dunia industri dan menghadapi tantangan dalam pengembangan sistem informasi.

“Dunia industri menuntut kita untuk terus beradaptasi dan memahami pengguna dengan lebih baik. Oleh karena itu, kita perlu mencari cara baru agar pembelajaran lebih efektif dan aplikatif,” tutup Prof. Yohannes.

Dengan pendekatan kreatif ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman nyata dalam memahami kebutuhan pengguna, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan di masa depan.

Jessicania Windari