School of Information Systems

Dark Mode vs Light Mode: Mana yang Lebih Baik untuk Pengguna?

Dalam dunia teknologi modern, dark mode dan light mode telah menjadi dua pilihan tampilan utama bagi pengguna perangkat digital, baik di smartphone, tablet, maupun komputer. Dark mode menampilkan teks terang di atas latar belakang gelap, sedangkan light mode menggunakan latar belakang putih atau terang dengan teks berwarna hitam atau gelap. Kedua mode ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, serta dampaknya terhadap kenyamanan mata, konsumsi energi, dan pengalaman pengguna secara keseluruhan. Perdebatan mengenai mana yang lebih baik sering kali bergantung pada preferensi pribadi, kondisi pencahayaan sekitar, serta kebutuhan spesifik pengguna dalam menggunakan perangkat mereka. 

Salah satu keunggulan utama dari dark mode adalah kemampuannya untuk mengurangi kelelahan mata, terutama saat digunakan dalam kondisi pencahayaan yang minim. Ketika seseorang menggunakan perangkat dalam ruangan gelap atau saat malam hari, cahaya terang dari layar dalam mode terang dapat menyebabkan ketegangan pada mata, mengganggu kenyamanan visual, dan bahkan mengganggu produksi hormon melatonin yang berperan dalam mengatur siklus tidur. Dark mode membantu mengurangi silau layar dan meningkatkan kontras antara teks dan latar belakang, sehingga mata tidak terlalu cepat lelah. Selain itu, dark mode juga memberikan kesan estetika yang lebih modern dan elegan, yang membuatnya populer di kalangan pengguna yang menyukai tampilan minimalis dan futuristik. 

Di sisi lain, light mode masih menjadi standar tampilan default di sebagian besar aplikasi dan sistem operasi karena lebih mudah dibaca dalam kondisi pencahayaan yang baik. Latar belakang putih dengan teks hitam menciptakan kontras tinggi yang optimal untuk keterbacaan, terutama saat membaca teks panjang seperti artikel, e-book, atau dokumen. Banyak penelitian menunjukkan bahwa teks hitam di atas latar belakang putih lebih nyaman bagi mata dalam jangka waktu yang lama, karena menyerupai tampilan kertas fisik yang sudah akrab bagi manusia sejak lama. Selain itu, dalam kondisi pencahayaan terang, seperti di luar ruangan atau di bawah sinar matahari langsung, light mode lebih mudah dilihat dibandingkan dark mode, yang sering kali memantulkan cahaya dan mengurangi visibilitas konten di layar. 

Selain kenyamanan mata, faktor lain yang menjadi pertimbangan adalah konsumsi daya baterai. Dark mode diketahui lebih hemat daya pada perangkat dengan layar OLED atau AMOLED karena teknologi ini memungkinkan piksel hitam untuk benar-benar mati, sehingga mengurangi konsumsi energi secara signifikan. Hal ini sangat bermanfaat bagi pengguna yang ingin memperpanjang daya tahan baterai perangkat mereka, terutama bagi mereka yang sering menggunakan smartphone dalam waktu lama tanpa akses ke sumber daya listrik. Namun, pada layar LCD, penghematan daya tidak terlalu signifikan karena layar tetap membutuhkan pencahayaan latar untuk menampilkan warna gelap maupun terang. Oleh karena itu, manfaat dark mode dalam hal efisiensi daya lebih terasa pada perangkat yang menggunakan teknologi layar tertentu. 

Meskipun dark mode memiliki banyak kelebihan, tidak semua orang merasa nyaman menggunakannya dalam jangka waktu lama. Beberapa pengguna melaporkan bahwa teks terang di atas latar belakang gelap lebih sulit dibaca karena efek visual yang disebut “halation,” di mana cahaya dari teks putih tampak menyebar di sekitarnya, mengurangi kejernihan tulisan. Hal ini terutama terjadi pada individu dengan masalah penglihatan atau yang memiliki sensitivitas terhadap cahaya rendah. Oleh karena itu, bagi mereka yang menghabiskan banyak waktu membaca atau bekerja dengan teks panjang, light mode sering kali menjadi pilihan yang lebih nyaman dan mudah digunakan. 

Preferensi antara dark mode dan light mode juga dipengaruhi oleh jenis aplikasi yang digunakan. Aplikasi dengan antarmuka yang berorientasi pada media visual, seperti aplikasi desain grafis, editing foto, dan pemrograman, sering kali lebih optimal dalam dark mode karena membantu mengurangi gangguan visual dan meningkatkan fokus pada konten utama. Sebaliknya, aplikasi yang lebih berbasis teks, seperti e-book reader, aplikasi berita, atau dokumen kerja, biasanya lebih efektif dalam light mode karena memberikan pengalaman membaca yang lebih alami dan tidak cepat melelahkan. 

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan teknologi besar telah mengadopsi opsi mode ganda dalam perangkat lunak mereka untuk memberikan fleksibilitas kepada pengguna dalam memilih tampilan yang paling sesuai dengan preferensi dan kebutuhan mereka. Sistem operasi seperti iOS, Android, Windows, dan macOS kini menyediakan opsi untuk beralih antara dark mode dan light mode, bahkan secara otomatis berdasarkan waktu atau kondisi pencahayaan sekitar. Banyak aplikasi populer seperti Instagram, Twitter, WhatsApp, dan Google Chrome juga telah mengintegrasikan fitur ini agar pengguna dapat menyesuaikan tampilan sesuai kenyamanan mereka. 

Pada akhirnya, pilihan antara dark mode dan light mode sangat bergantung pada preferensi pribadi, kondisi pencahayaan saat penggunaan, serta jenis aktivitas yang dilakukan di perangkat. Dark mode lebih cocok digunakan pada malam hari atau dalam kondisi pencahayaan rendah untuk mengurangi ketegangan mata dan menghemat baterai, terutama pada perangkat dengan layar OLED. Sementara itu, light mode tetap menjadi pilihan terbaik bagi mereka yang membaca dalam jangka waktu lama atau bekerja di lingkungan dengan pencahayaan terang. Dengan semakin banyaknya opsi kustomisasi yang ditawarkan oleh sistem operasi dan aplikasi modern, pengguna kini memiliki kebebasan untuk memilih mode tampilan yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka, sehingga pengalaman penggunaan perangkat digital menjadi lebih nyaman dan efisien. 

Clarissa