School of Information Systems

ERP Life Cycle Vs. SDLC

Karena sifatnya yang telah dikemas sebelumnya, aplikasi ERP umumnya tidak memerlukan proses SDLC tradisional. Paket ERP sangatlah kompleks dan membutuhkan pemahaman menyeluruh terkait proses bisnis perusahaan, persyaratan data, arus informasi, akses dan keamanan sistem, integrasi dengan aplikasi software yang ada, serta kompatibilitas dengan sistem hardware perusahaan saat ini. Oleh karena itu, siklus hidup ERP sama ketatnya dengan siklus hidup SDLC tradisional.

Siklus hidup ERP dan SDLC memiliki beberapa persamaan. Pada tahapan feasibility, siklus hidup ERP akan membuat ruang lingkup persyaratan proyek dan melakukan studi kelayakan yang tepat dari perspektif operasional, ekonomi, teknis, dan strategis seperti sistem lainnya. Sistem ERP yang baru merupakan investasi mahal dengan pengembalian investasi tidak berwujud dan tersebar dalam jangka waktu yang lama, sehingga harus sesuai dengan strategi dan visi jangka panjang perusahaan.

Persamaan juga terjadi pada tahapan conversion, dimana implementasi ERP memerlukan konversi data yang ekstensif, pengujian software yang tepat dan jaminan kualitas, pelatihan pengguna akhir, dan dukungan IT pasca implementasi dalam hal instalasi software patches dan peningkatan produk.

Namun, siklus hidup ERP dan SDLC juga memiliki beberapa perbedaan. Berikut adalah tabel perbedaan utama antara siklus hidup ERP dan SDLC:

Perbedaan SDLC ERP Life Cycle
Goal Mengembangkan sistem baru untuk mendukung kebutuhan perusahaan Mengimplementasikan suatu paket sistem untuk mendukung kebutuhan perusahaan
Analysis Mengevaluasi kebutuhan pengguna dengan cara observasi, wawancara, dan membuat spesifikasi sistem Menganalisis vendor dan mengevaluasi perubahan pada proses bisnis akibat implementasi
Design Mengembangkan arsitektur sistem baru, user interface, dan reporting tools Rencana pemasangan dan penyesuaian ERP software, konversi data, dan strategi change management
Implementation Memperoleh hardware, software, mengembangkan aplikasi, instalasi, pengujian, pelatihan, dan konversi Konversi “Go-Live” atau merilis sistem kepada pengguna, pelatihan, dan dukungan
Consultant Role Dukungan teknis terutama selama tahapan desain dan implementasi Change management, perubahan proses, dan dukungan teknis dari awal hingga akhir
Management Role Beberapa pengawasan dan dukungan Pengawasan dan keterlibatan yang signifikan, terutama dalam change management
End-User Role Kelompok fokus memberikan masukan selama berbagai tahapan, terutama implementasi Beberapa kelompok (SMEs, advance users, and self-service users) adalah bagian dari tim implementasi dengan keterlibatan terus menerus
Operations Menjaga, memperbarui, dan memberikan dukungan teknis Menjaga, memperbarui, meningkatkan, dan memantau strategi change management

Tabel 1 Perbedaan ERP Life Cycle dan SDLC

Referensi

Motiwalla, L. F., & Thompson, J. (2012). Enterprise Systems for Management (2nd ed.). England: Pearson Education Limited.

Laksamana Kusuma