School of Information Systems

Front End from Outsystem

Front End from Outsystem

-Sandi-

Apakah anda adalah seorang UI/UX designer? Banyak sekali hal yang anda gali ketika terjun ke dalam dunia UI/UX Design, dan munculnya trend low code dimana salah satunya adalah Outsystem, membuat bidang UI/UX design semakin dalam dan trending. Outsystem memberikan anda blok atau bangunan untuk memberikan pengalaman yang sangat luar biasa. Berikut ini adalah hal-hal yang dapat anda gali dan dapatkan melalui UI daripada outsystem :

  • Variables!Variables everywhere!

CSS sangat jelas sekali mewakili sebagian besar kerangka daripada frontend, dan tidak ada bedanya dengan UI pada Outsystems. Salah satu alasan Outsystem terus membangun sesuatu yang baru ialah untuk meningkatkan SILK, agar memiliki frontend Outsystems yang berdampingan dengan alat atau metodologi canggih seperti CSS variable, Flexbox, dan BEM.

Dengan perubahan yang besar, tentu Outsystem memiliki pola yang lebih baik, lebih cepat, dan dapat dengan mudah melakukan maintenance. Semua pola memiliki parameter extended class, yang dapat kita gunakan untuk mengatur kelas ke elemen induknya. Ini akan sangat berguna sekali jika terjadi perubahan pada basic style, menggunakan utility classes dari variable CSS, atau menggunakan milik kita sendiri atau menggunakan CSS yang di custom. Outsystem jelas lebih mudah karena menggunakan BEM (Block Element Modifier) untuk mendefinisikan nama-nama kelas , sehingga mudah mengetahui apa yang diinginkan hanya dengan melikhat stuktur pola HTML.

  • A guide in style!

Memilih panduan style menjadi salah satu hal yang cukup penting. Mengapa penting? Tentunya dalam sebuah aplikasi yang dibangun, bukan hanya dari segi fitur saja, namun hal yang dibangun adalah konsistensi design dalam satu aplikasi entah itu pada UI atau UX. Untuk membuat UI/UX tetap konsisten dibutuhkan sebuah arsitektur yang benar, harus memperhatikan template, styleguide dan resources. Jika kita tidak tahu bagaimana memulainya, Outsystems menyediakan struktur dasar pada forge, sebagai bootstrap akselerator untuk arsitektur styleguide .

  • Design System by Default

Dalam mendukung styleguide, sangat dibutuhkan yang naanya design system, tanpa adanya design system, styleguide akan berakhir dengan pattern saja sehinga tidak memiliki aturan dasar atau strandar design yang ketika digabungkan secara bersamaan, tidak ada yang namanya konsistensi pada aplikasi yang berujung pada sulitnya orang untuk mengingat merk dan akhirnya branding tidak terjadi. Outsystems berada pada level atomic yang membuat pararel yang sangat baik dan keren dengan metodologi brad frost’s. UI pada outsystem memberi kita design system yang default, yang menentukan gaya dan prilaku pola pada UI.

Referensi :

https://medium.com/@bernardocardoso/frontend-trends-from-outsystems-developers-conference-2bc8986d21ea

Risky Tri Sandi