People Innovation Excellence
 

Tantangan Generasi Millenial dalam menghadapi Industry 4.0

Konsep revolusi industri 4.0 diperkenalkan oleh Profesor Klaus Schwab. Ekonomi asal Jerman yang menulis dalam bukunya, The Fourth Industrial Revolution. Meskipun pola revolusi industri selalu sama, meliputi efisiensi proses, pengurangan tenaga kerja manusia, peningkatan produktivitas, dan peningkatan kualitas. Pada perkembangan industri 4.0 terjadi lompatan yang lebih besar.

Revolusi industri 4.0 akan membawa banyak perubahan dengan segala konsekuensinya, industri akan semakin kompak dan efisien. Namun ada pula risiko yang mungkin muncul, misalnya berkurangnya Sumber Daya Manusia karena digantikan oleh mesin atau robot.

Dunia saat ini memang tengah mencermati revolusi industri 4.0 ini secara saksama. Berjuta peluang ada di situ, tapi di sisi lain terdapat berjuta tantangan yang harus dihadapi.

Sementara itu, demografi konsumen dan tenaga kerja untuk generasi milenial juga memiliki ciri khusus.

  1. Konsumen produk industri, yang juga generasi Milenial lebih percaya pada User Generated Content. Bukan zamannya konsumen percaya pada iklan atau perusahaan besar. Mereka jauh lebih percaya pada user generated content (UGC), sebuah konten dan informasi yang dibuat oleh perorangan. Misalnya pada sebuah situs penjualan terdapat kolom komentar netizen, disitulah kekuatan paling besar untuk pemasaran.
  2. Sebagai karyawan, Kaum milenial cenderung tidak loyal
    Beberapa tahun ke depan, kaum milennial bisa dipastikan menduduki porsi tenaga kerja hingga 75 persen di seluruh dunia. mulai dari posisi supervisor, manager, atau bahkan CEO.
    Berdasarkan riset dari Sociolab, sebagian besar kaum milenial meminta gaji tinggi, jam kerja fleksibel, dan promosi dalam waktu singkat. Selain itu, mereka juga tidak loyal terhadap suatu pekerjaan atau perusahaan. Namun karena hidup pada era informasi yang menjadikan mereka tumbuh cerdas, tak sedikit perusahaan yang mengalami kenaikan pendapatan karena memperkerjakan milenial.

References

Menuju Industri 4.0, Bagaimana Kesiapan Generasi Milenial?. (2019). Retrieved from https://www.kompasiana.com/ade5238/5b8e58ee677ffb5f254238a2/industri-4-0-dan-generasi-milenial?page=all


Published at : Updated
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close