People Innovation Excellence
 

Design 101: The Fundamental of Color Theory

Warna adalah salah satu aspek yang dapat ditangkap oleh mata manusia, melalui warna dunia sekitar akan jauh lebih hidup dan memiliki makna. Ketika genangan air terbiaskan cahaya matahari, kita mampu melihat adanya pelangi yang terbentuk. Ada berbagai warna di dunia ini, tapi apa sebenarnya warna itu?

Warna adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna yang dipantulkan oleh benda yang kemudian ditangkap oleh indra penglihatan kita lalu diterjemahkan oleh otak sebagai warna tertentu. Cahaya ini berwarna putih, identitas suatu warna ditentukan oleh panjang gelombang cahaya tersebut.

Teori mengenai warna merupakan suatu hal ilmiah dan seni disaat bersamaan. Warna adalah persepsi. Teori warna memiliki nilai praktis yang nyata bagi desainer. Prinsip teori warna sama seperti prinsip desain pada umumnya yakni merupakan alay kreatif yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah visual. Kombinasi warna yang berbeda menawarkan pengalaman dan kontras visual yang berbeda untuk setiap individu yang melihatnya, sehingga pemahaman mengenai warna menjadi penting dalam mengekspresikan ide.

Sebuah survei menunjukan bahwa orang memutuskan apakah mereka menyukai suatu produk dalam waktu 90 detik atau kurang. 90% dari keputusan tersebut hanya berdasarkan warna. Jadi, salah satu bagian yang sangat penting dari produk adalah warna.

Dalam membuat suatu desain produk, palet warna akan dipilih berdasarkan warna dasar (based color) sering juga disebut hero color. Hero color biasanya didkung oleh dua atau lebih wana lain. Memilih hero color merupakan bagian termudah untuk menciptakan palet warna, hero color biasanya berkaitan erat dengan ide.

Hal berikutnya yang harus dilakukan ialah memilih kombinasi warna atau supporting color. Memilih supporting color tidak selalu semudah memilih hero color. Pemahaman mengenai dasar teori warna menjadi sangat membantu.

Basic color relationship

Roda warna pertama dirancang oleh Sir Isaac Newton pada 1666. Seniman dan desainer masih menggunakannya untuk mengembangkan harmoni warna, pencampuran dan palet. Jika Anda menarik garis di tengah-tengah roda, dan Anda akan memisahkan warna-warna hangat atau warm color (merah, jeruk, kuning) dari warna-warna dingin atau cold color (biru, hijau, ungu).Warna-warna hangat umumnya terkait dengan energi, kecerahan, dan aksi, sedangkan warna-warna dingin sering diidentikkan dengan ketenangan, kedamaian, dan ketenangan.

Color Schemes

Skema warna digunakan oleh desainaner untuk materi pemasaran, ada beberapa skema warna yang diketahui:

  • Complementary à 2 warna yang bersebrangan
  • Analogous à 3 warna yang posisinya berdampingan satu sama lain
  • Triadic à 3 warna yang berjarak sma dalam roda warna

Hue, Shade, Tint, and Tone

Sederhananya, rona, nada dan corak adalah variasi warna, pada roda warna. Rona adalah warna putih yang telah ditambahkan. Misalnya, merah + putih = merah muda. Nada adalah rona warna hitam yang ditambahkan. Misalnya, merah + hitam = merah anggur. Sedangkan, corak nada adalah warna yang ditambahkan hitam dan putih (atau abu-abu). Ini menggelapkan rona asli sambil membuat warna tampak lebih halus dan kurang intens.

Hal utama mengapa seorang desainer untuk mengerti mengenai teori warna karena branding, marketing, dan sales.
Dengan pengetahuan dasar tentang warna dan skema warna, Anda siap untuk membuat keputusan branding yang efektif. Seperti apa warna logo Anda seharusnya. Atau emosi yang membangkitkan warna pada konsumen dan psikologi di balik pilihan warna pada situs web Anda.

Pengetahuan tentang teori warna tidak hanya dapat memandu Anda dalam pemasaran Anda sendiri, tetapi juga dapat membantu Anda lebih memahami apa yang dilakukan pesaing Anda.

Merupakan suatu hal fundamental bagi seorang desainer untuk memahami makna dari suatu warna tertentu. Pemilihan warna dapat menentukan sukses tidaknya suatu produk di pasar. Melalui warna dapat tercermin identitas produk yang dapat ditangkap oleh konsumen.

Sumber:

https://www.creativelive.com/blog/color-theory-fundamentals/

https://99designs.com/blog/tips/the-7-step-guide-to-understanding-color-theory/


Published at : Updated
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close