Jakarta, 29 Oktober 2026 – Tim KumoLabs berhasil meraih Juara 2 dalam ajang ITFEST 2026 Tingkat Nasional melalui inovasi digital “SIGAP: Sistem Informasi Gerakan Anti Pungli”, sebuah platform pengawasan pelayanan publik berbasis web yang dirancang untuk membantu masyarakat melaporkan dugaan pungutan liar (pungli) secara aman, transparan, dan terstruktur. Tim yang beranggotakan Daniel Valerian, Sherly dan Fidelio Bagas Prakoso menghadirkan solusi digital untuk menjawab tantangan rendahnya pelaporan pungli akibat kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan identitas pelapor serta minimnya transparansi tindak lanjut laporan. 

Pungutan liar masih menjadi salah satu tantangan dalam penyelenggaraan pelayanan publik di Indonesia. Kurangnya transparansi mengenai tarif resmi dan persyaratan layanan, proses pelaporan yang rumit, serta rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap tindak lanjut laporan sering kali membuat praktik pungli sulit terungkap. Di sisi lain, masyarakat juga kerap merasa khawatir identitas mereka diketahui ketika ingin melaporkan dugaan pelanggaran, sehingga memilih untuk tidak melapor. 

Berangkat dari permasalahan tersebut, Tim KumoLabs mengembangkan SIGAP sebagai platform digital yang mengintegrasikan informasi layanan publik, pelaporan dugaan pungutan liar, serta pemantauan perkembangan laporan dalam satu ekosistem. SIGAP dirancang untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat saat melapor sekaligus membantu pemerintah memperoleh data yang lebih terstruktur guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik. 

Untuk mewujudkan visi tersebut, Tim KumoLabs mengembangkan SIGAP dengan konsep S.I.G.A.P. – “Transparency in Action”, sebuah pendekatan yang mengintegrasikan lima pilar utama dalam mendukung pelayanan publik yang lebih bersih dan transparan. Kelima pilar tersebut meliputi: 

S – Service Protection, yang memberikan perlindungan kepada masyarakat melalui penyediaan informasi tarif resmi, persyaratan layanan, serta mekanisme pelaporan yang aman sehingga masyarakat dapat memperoleh kepastian sebelum mengakses layanan publik. 

I – Integrated Reporting, yang mengintegrasikan seluruh proses pelaporan dalam satu alur, mulai dari pemilihan identitas pelapor, penentuan lokasi kejadian, penyusunan kronologi, pencantuman nominal biaya, hingga unggah bukti pendukung secara terstruktur. 

G – Government Analytics, yang menyediakan dashboard analitik bagi pemerintah untuk memantau tren laporan, wilayah rawan pungli, jenis layanan, serta statistik pelaporan sebagai dasar pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berbasis data. 

A – Accountable Investigation, yang mendukung proses penanganan laporan secara lebih transparan melalui alur investigasi yang terdokumentasi sehingga meningkatkan akuntabilitas instansi terkait dalam menindaklanjuti setiap laporan masyarakat. 

P – Public Transparency, yang memungkinkan masyarakat memantau perkembangan laporan melalui Report ID dan Access Code, sehingga proses penanganan laporan menjadi lebih terbuka dan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintah. 

Melalui lima pilar S.I.G.A.P. tersebut, platform ini menghadirkan ekosistem pengawasan pelayanan publik yang menghubungkan masyarakat dan pemerintah dalam satu sistem yang aman, transparan, dan berbasis data. Pendekatan ini mencerminkan visi SIGAP untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam pemberantasan pungutan liar sekaligus mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih bersih dan akuntabel. 

Dalam pengembangannya, Tim KumoLabs membangun high-fidelity prototype berbasis web yang mencakup proses registrasi pengguna, pencarian informasi layanan publik, pengecekan tarif resmi, pelaporan dugaan pungutan liar, pelacakan status laporan menggunakan Report ID dan Access Code, hingga dashboard analitik bagi pemerintah. Tim juga melakukan evaluasi terhadap pengalaman pengguna sebagai dasar penyempurnaan desain dan alur sistem. 

SIGAP dirancang sebagai solusi digital yang mudah diakses oleh masyarakat tanpa perlu mengunduh aplikasi. Ke depannya, implementasi platform ini memerlukan pengembangan sistem yang lebih lanjut, penguatan aspek keamanan data, integrasi dengan instansi pemerintah terkait, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar dapat diimplementasikan secara luas. 

Prestasi Juara 2 ITFEST 2026 Tingkat Nasional menjadi langkah awal bagi pengembangan SIGAP sebagai inovasi digital yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 16: Peace, Justice and Strong Institutions, SIGAP diharapkan dapat berkembang dari sebuah prototype menjadi platform yang mendukung terwujudnya pelayanan publik yang lebih transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik pungutan liar melalui semangat “Transparency in Action.” 

Kesan dan Pesan dari Tim KumoLabs: 

  • Daniel Valerian: Kesan dan pesan saya selama mengikuti IT FEST 2026 adalah pengalaman yang sangat berharga dan membanggakan. Kompetisi ini merupakan lomba web development pertama yang saya ikuti sekaligus menjadi debut pertama Tim KumoLabs dalam mengikuti kompetisi bersama. Meskipun ini merupakan pengalaman perdana kami, saya bersyukur dapat melalui setiap proses mulai dari mencari ide, melakukan riset, merancang UI/UX, mengembangkan website, hingga mempersiapkan presentasi dan sesi tanya jawab di hadapan dewan juri. Melalui kompetisi ini, saya belajar bahwa membangun sebuah solusi digital tidak hanya tentang menghasilkan website yang menarik, tetapi juga memahami permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat dan menghadirkan solusi yang relevan serta memiliki dampak. Bersama tim, kami mengembangkan SIGAP: Layanan Publik, Lebih Siap untuk Kamu, sebuah platform digital yang bertujuan meningkatkan transparansi pelayanan publik melalui informasi layanan yang jelas, pelaporan yang aman, serta dashboard analitik. Pengalaman ini juga semakin melatih kemampuan saya dalam berpikir kritis, berkolaborasi, berkomunikasi, dan menyampaikan ide secara terstruktur. Saya sangat bersyukur karena pada kompetisi pertama kami, Tim KumoLabs berhasil meraih Juara 2, yang menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar, berinovasi, dan mengembangkan solusi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat. Terima kasih kepada seluruh panitia IT FEST 2026, dewan juri, dan rekan satu tim atas pengalaman yang luar biasa ini. Semoga IT FEST terus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berkarya, berkolaborasi, dan menciptakan inovasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.  
  • Sherly: Kesan dan pesan saya selama mengikuti lomba IT FEST 2026 adalah saya mendapatkan banyak pengalaman dan pembelajaran baru dalam proses pengembangan sebuah website. Melalui kompetisi ini, saya belajar mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi masyarakat, memahami kebutuhan pengguna, serta mengusulkan solusi digital yang relevan, khususnya dalam meningkatkan transparansi pelayanan publik melalui website SIGAP. Selain itu, kompetisi ini melatih saya untuk berpikir kritis dalam menganalisis permasalahan, mengevaluasi ide, dan menentukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Saya juga belajar pentingnya kerja sama tim, komunikasi, serta keterbukaan terhadap masukan selama proses pengembangan. Saya bersyukur dapat mengikuti kompetisi ini karena pengalaman yang diperoleh menambah wawasan di bidang teknologi dan memotivasi saya untuk terus belajar. Terima kasih kepada seluruh anggota tim KumoLabs atas kerja sama dan pengalaman berharga yang telah dilalui bersama selama kompetisi ini. 
  • Fidelio Bagas Prakoso: Kesan dan pesan saya selama mengikuti IT Fest 2026 merupakan pengalaman yang sangat berharga dan berkesan. Melalui kompetisi ini, saya mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan ide menjadi sebuah solusi digital yang tidak hanya inovatif, tetapi juga relevan dengan permasalahan yang dihadapi masyarakat. Bersama Tim KumoLabs, kami mengembangkan SIGAP: Layanan Publik, Lebih Siap untuk Kamu, sebuah platform digital yang berfokus pada pencegahan pungutan liar melalui transparansi informasi layanan publik, pelaporan yang aman, serta analisis pola pengaduan untuk membantu mengidentifikasi potensi risiko pungli. Prosesnya tentu tidak selalu mudah, mulai dari memahami permasalahan yang dialami masyarakat, melakukan riset, menyusun konsep solusi, merancang prototype, hingga mempersiapkan proposal dan presentasi agar ide kami dapat tersampaikan dengan baik. Namun, setiap tahapan menjadi kesempatan bagi saya untuk belajar berpikir lebih kritis, berkolaborasi dalam tim, dan memahami bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk menjawab permasalahan nyata. Pengalaman ini juga mengajarkan saya bahwa inovasi bukan hanya tentang menciptakan sesuatu yang baru, tetapi juga tentang menghadirkan solusi yang bermanfaat dan berorientasi pada kebutuhan pengguna. Saya berharap pengalaman mengikuti IT Fest 2026 dapat menjadi motivasi bagi saya dan tim untuk terus belajar, berinovasi, serta mengembangkan SIGAP menjadi solusi yang semakin baik. Terima kasih kepada seluruh penyelenggara IT Fest 2026, para juri, mentor, dan rekan satu tim yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini. Semoga IT Fest terus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berkarya, berkolaborasi, dan menciptakan inovasi teknologi yang berdampak positif bagi masyarakat.