Tiga Tim, Tiga Gelar Juara: Mahasiswa School of Information Systems, BINUS University Ukir Prestasi di ITECHNO CUP 2026: International UI/UX Competition
Jakarta, 29 Septemmber 2026 – Tiga tim mahasiswa BINUS University berhasil mengukir prestasi membanggakan dalam kompetisi ITECHNO CUP 2026 cabang UI/UX Competition dengan skala Internasional yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Jakarta (PNJ). Tim Trio Kesasar yang terdiri dari Michaella Siman, Nicky Gilbert Wijaya Putra dan Geralda Emanuela Liwe, berhasil menjadi Juara 1. Selanjutnya Tim Optinus yang terdiri dari Agatha Aulia Rani, Dave Reynara dan Elizabeth Callista Budiman, berhasil menjadi Juara 2. Terakhir Tim Spidermeng yang terdiri dari Keyzhia Ayudra, Vallerie Anne Jose dan Michelle Chelsea Mulyanto, berhasil membawa pulang Juara 3.

Dalam kompetisi ini, peserta ditantang untuk membuat desain aplikasi dengan sistem digital yang inklusif dan dapat diterapkan, sehingga memberikan kemudahan dalam mengakses informasi dan layanan digital untuk menghadapi tantangan saat ini maupun di masa depan. Pengembangan solusi tersebut diharapkan selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya mendukung:
- SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau
- SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
- SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur
Berangkat dari tantangan tersebut, Tim Trio Kesasar mengembangkan aplikasi Tukaku: Solusi tukang, semua tenang. Nama TuKaKu terbentuk dari dua kata yaitu “Tukang” merujuk pada tukang atau tenaga ahli yang menjadi pusat dari platform ini, sedangkan “Ku” yang merupakan merujuk pada pelanggan dan kebutuhan mereka sehari-hari.

Pertama-tama, SIAP dibangun dengan 4 komponen utama, yaitu Scan, Instant Match, Agenda, dan Purchase Material. Scan mengidentifikasi masalah rumah melalui AI, Instant Match menghubungkan pengguna dengan tukang yang sesuai, Agenda mengatur jadwal layanan, sedangkan Purchase Material memudahkan pembelian material dari pemasok lokal.
Dalam konsepnya, AI berperan sebagai decision support yang membantu pengguna memahami masalah rumah dan menentukan kebutuhan perbaikan. AI tidak menggantikan peran tukang, tetapi menjadi pendukung dalam proses identifikasi dan rekomendasi, sehingga pengguna tetap mendapatkan solusi melalui kombinasi teknologi digital dan human touch.

Di lain sisi, REPAIRA merupakan digital platform layanan perbaikan rumah yang dirancang untuk menghubungkan pelanggan dengan teknisi terpercaya melalui AI-powered root diagnosis, verified technician matching, transparent pricing, dan reliable escrow settlement. Melalui pendekatan ini, REPAIRA membantu menciptakan pengalaman perbaikan rumah yang lebih mudah, transparan, dan terpercaya, sekaligus membantu teknisi menjangkau lebih banyak pelanggan dan membangun rekam jejak layanan secara lebih terorganisir.

Terakhir, SPACE dibangun berdasarkan lima komponen utama, yaitu Sign, Participate, Access, Connect, dan Empower. Sign menjadi fondasi komunikasi melalui bahasa isyarat, Participate membangun keterlibatan aktif pengguna dalam komunitas, Access memastikan informasi dan interaksi dapat dijangkau secara inklusif, Connect menjembatani komunikasi antara signers dan non–signers, sedangkan Empower mendorong terciptanya komunikasi yang lebih mandiri, percaya diri, dan setara.
Pencapaian tersebut turut didukung oleh Angelia Cristine Jiantono, S.Kom., M.Kom., yang mendampingi Tim Trio Kesasar, serta Pak Ferdianto, S.Kom., M.MSI., yang mendampingi Tim Optinus dan Tim Spidermeng sejak tahap kualifikasi hingga babak final. Melalui proses pendampingan tersebut, ketiga tim mendapatkan masukan untuk mengembangkan ide, menyempurnakan presentasi, dan mematangkan solusi yang mereka tawarkan di hadapan para juri.

💬 Kesan dan Pesan dari Tim Trio Kesasar:
- Michaella Siman: Untung UI/UX competition ini saya baru pertama kali ikut perlombaannya, dan ini menjadi pengalaman berharga saya mengikuti perlombaan ini, saya jadi mengerti cara kerja, cara berfikir dari tim saya. Saya juga jadi mengetahui tipe design tim saya, dan saya bisa belajar agar lebih cocok lagi. Pastinya kepada mentor saya, Ka Abdiel dan Ka Monic yang udah membimbing kita selama perlombaan ini sangat amat membantu dan berguna untuk tim kami, begitu pun dengan bapak Rizieq yang menjadi dosen pendamping kita.
- Nicky Gilbert Wijaya Putra: Mengikuti UI/UX Design Competition ITECHNO CUP 2026 menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Selama mengikuti prosesnya, saya tidak hanya belajar mengenai UI/UX, tetapi juga belajar untuk memahami kebutuhan pengguna, mengembangkan ide, menerima masukan, dan bekerja sama dengan tim untuk menyelesaikan berbagai tantangan yang ada. Proses mengembangkan TukaKu membuat saya semakin memahami bahwa dalam membuat sebuah solusi digital, setiap keputusan perlu memiliki alasan dan benar-benar berangkat dari permasalahan yang ingin diselesaikan. Bagi saya, pengalaman dan proses belajar selama kompetisi ini jauh lebih berarti daripada sekadar hasil akhirnya. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada ISCSC (Information System Case Study Club), khususnya Kak Abdiel dan Kak Monic, yang sudah banyak membantu dan memberikan support selama proses persiapan. Terima kasih juga kepada Bapak Moh Thaha Rizieq Hentihu, S.Kom., M.Kom. atas waktu, arahan, dan berbagai masukan yang diberikan kepada kami. Saya bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk belajar melalui proses ini, bertemu dengan orang-orang yang suportif, dan mendapatkan pengalaman baru bersama tim.
- Geralda Emanuela Liwe: Menjadi bagian dari UI/UX Design Competition ITECHNO CUP 2026 merupakan pengalaman yang sangat berarti bagi saya, karena ini merupakan lomba pertama sekaligus kompetisi UI/UX pertama yang saya ikuti. Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk belajar, berkembang, dan berproses bersama tim dalam menciptakan solusi digital melalui TukaKu. Selama kompetisi ini juga, tentunya saya mendapatkan banyak pengalaman baru. Bisa meraih kemenangan di kompetisi pertama saya tentu menjadi kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri. Terima Kasih juga kepada Mentor Kak Abdiel dan Kak Monic, yang telah membimbing, mendampingi, serta memberikan banyak masukan selama proses persiapan hingga kompetisi berlangsung.
💬 Kesan dan Pesan dari Tim Optinus:
- Agatha Aulia Rani: Buat aku, lomba ini jadi pengalaman yang cukup challenging karena untuk pertama kalinya aku ngejalanin lomba sambil magang. belajar banget buat ngatur waktu antara kerjaan, lomba, dan tentunya kehidupan di luar itu semua, apalagi tema lombanya menurut kami cukup luas, jadi salah satu challenge-nya adalah gimana caranya memfokuskan ide ke satu target dan problem yang benar-benar specific. But overall, super grateful bisa sampai di titik ini bareng Dave & Elizabeth, dan tentunya kak Monica & pak Ferdi yang udah setia nemenin perjalanan kami di dunia UI/UX competition selama setahun 💐💖 thank you for all the guidance, feedback, and support sepanjang journey ini. couldn’t ask for a better team to go through all the ups and downs with! 🙌
- Dave Reynara: Buat aku, time management jadi salah satu tantangan utama selama ikut lomba ini. Apalagi kami ikut lomba di semester 7, di mana masing-masing dari kami juga punya kesibukan lain, mulai dari magang, kuliah, sampai persiapan thesis. Jadi, belajar buat bagi waktu dan tetap bisa kasih effort terbaik buat lomba ini jadi pengalaman yang cukup challenging. Aku bersyukur masih dikasih kesempatan menang. Thankful juga buat mentor ka mon dan dosen pembimbing pak ferdi yang selalu support dan guide kami sepanjang jalan.
- Elizabeth Callista Budiman: buat aku, ngerjain lomba pas lagi magang tu bener bener jadi tantangan baru yang ga pernah aku rasain sebelumnya. aku harus belajar caranya seimbangin pekerjaan aku di tempat magang sekaligus ngerjain lomba yang daftarnya pun atas kesadaran sendiri. bersyukur banget bisa terus jalan side by side bareng tim optinus dari mulai awal journey main lomba uiux sampe di tahap & titik ini. grateful juga karena selalu didampingin sama mentor & dosen pembimbing yang suppy duppy 💖 big applause buat ka monic & pak ferdi 🙌🙌 hoping to see you guys more in the future 👊
💬 Kesan dan Pesan dari Tim Spidermeng:
- Keyzhia Ayudra: ITECHNOCUP 2026 menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya. Selama prosesnya, saya mendapatkan banyak pembelajaran baru, terutama dalam mengembangkan ide, menerima masukan, dan bekerja sama dalam tim. Meraih Juara 3 tentunya menjadi pencapaian yang membanggakan. Terima kasih kepada Pak Ferdi, Kak Monic atas arahan, dan dukungannya selama kompetisi. Semoga pengalaman ini menjadi motivasi untuk terus berkembang ke depannya.
- Vallerie Anne Jose: Mengikuti lomba UI/UX di ITECHNOCUP 2026 menjadi pengalaman baru dan berkesan bagi saya karena memiliki kriteria penilaian, workflow, dan proses yang cukup berbeda dari kompetisi web development yang biasa saya ikuti. Saya banyak belajar dari proses tersebut, termasuk melalui bimbingan Kak Monic dari ISCSC dan Pak Ferdi selaku dosen IS. Ini juga menjadi pengalaman pertama saya mengikuti kompetisi lintas jurusan dan bekerja sama dengan orang baru, sehingga memberikan perspektif dan pengalaman yang berbeda. Saya sangat bersyukur seluruh usaha dan kerja keras kami berhasil membawa kami meraih Juara 3, dan semoga pengalaman ini menjadi motivasi untuk terus berkembang dan memberikan yang lebih baik di kesempatan berikutnya.
- Michelle Chelsea Mulyanto: Mengikuti lomba UI/UX di ITECHNOCUP 2026 menjadi pengalaman lomba internasional pertama bagi saya. Puji Tuhan, saya dan tim berhasil meraih Juara 3. Tentunya, pencapaian ini tidak lepas dari kerja keras seluruh tim serta bimbingan dari Ka Monic dan Pak Ferdi. Saya sangat berterima kasih kepada keduanya atas arahan dan dukungan yang diberikan selama proses kompetisi. Banyak sekali pengalaman dan hal baru yang saya pelajari dari lomba ini. Saya juga ingin berterima kasih kepada orang tua dan adik saya yang selalu menyemangati, mendoakan, dan mendukung saya. Semoga ke depannya saya bisa terus berkembang dan kembali meraih prestasi di lomba-lomba berikutnya!