Strategi “LINCAH” Antarkan Tim Jawara MCC Raih Juara 2 EVOLVE 2026 Business Case Competition
Jakarta, 21 Oktober 2026 – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa BINUS University melalui Tim Jawara MCC yang berhasil meraih Juara 2 dalam ajang EVOLVE 2026 Business Case Competition, kompetisi tingkat nasional yang menjadi bagian dari Rumpun Day Penalaran 2026 dan diselenggarakan oleh Rumpun Penalaran BINUS University. Kompetisi ini terbuka bagi mahasiswa dari berbagai universitas dan menantang peserta merancang strategi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) sekaligus membangun ekosistem sustainable mobility.

Tim Jawara MCC yang terdiri dari Jeffry Wilson dan Marco Marcello, mahasiswa School of Information Systems BINUS University, menunjukkan kemampuan mereka dalam menganalisis permasalahan bisnis dan merancang solusi strategis yang relevan dengan kebutuhan industri. Dalam kompetisi ini, peserta menyelesaikan business case dari PT Star Car, salah satu perusahaan dengan ekosistem otomotif terbesar di Indonesia yang mencakup manufaktur, pembiayaan, layanan purna jual, dan rantai pasok.
Proposal Tim Jawara MCC menempati peringkat pertama pada seleksi menuju babak final, dan membawa tim melaju ke Grand Final onsite di Creative Space BINUS Syahdan pada 20 Oktober 2026. Pada babak ini, lima tim finalis mempresentasikan solusinya selama 15 menit, dilanjutkan sesi tanya jawab 15 menit di hadapan dewan juri. Penyerahan penghargaan dilaksanakan pada 21 Oktober 2026 di Atrium BINUS Anggrek.
Dalam menghadapi studi kasus tersebut, tim menemukan bahwa hambatan adopsi EV bukan terletak pada kurangnya minat. Penjualan BEV di Indonesia tumbuh 906 persen sejak 2022, namun minat konsumen bocor di sepanjang perjalanan pembelian: 58 persen tertahan harga awal, 35 persen batal membeli setelah test drive, 42 persen sulit menemukan charging station, dan 49 persen ragu terhadap nilai jual kembali. Melalui issue tree, alur analisis RVA (Riset Masalah, Validasi Gap, dan Arah Strategi), customer journey map, Blue Ocean Strategy Canvas, serta analisis SWOT/TOWS, tim menyimpulkan bahwa akar masalahnya sama, yaitu data dan layanan Star Car yang masih berjalan sendiri-sendiri.
Menjawab tantangan tersebut, Tim Jawara MCC mengembangkan solusi dengan mengusung strategi LINCAH, yaitu satu ekosistem berbasis AI untuk kepemilikan EV yang mulus dan berkelanjutan. Seluruh komponennya berjalan di atas satu Data Core yang menyatukan data kendaraan, pembiayaan, charging, dan purna jual. Framework ini terdiri dari enam komponen utama, yaitu:

Learn – Learn, yang menghadirkan AI EV Advisor untuk mencocokkan EV dengan rute harian, jarak tempuh, dan budget calon pembeli sehingga penawaran menjadi personal, dengan target penurunan drop-off setelah test drive dari 35 persen menjadi 25 persen.
Installment – Installment, produk kredit berbasis total cost of ownership yang menghitung cicilan bersama penghematan BBM, sehingga beban bulanan EV dapat setara mobil bensin.
Next – Next, yang memberikan sertifikat kesehatan baterai dan jaminan buyback 65 persen setelah tiga tahun untuk menghapus ketakutan konsumen terhadap harga jual kembali.
Charge – Charge, charging hub berbasis prediksi AI yang menentukan lokasi dan kapasitas stasiun sesuai permintaan, dengan target waktu tunggu maksimal 15 menit dari sebelumnya 25–40 menit.
Assist – Assist, satu aplikasi dengan pengingat servis otomatis, booking online, dan mobile service yang mengubah servis dari reaktif menjadi terjadwal.
Harvest – Harvest, siklus baterai sirkular dimana supplier melaporkan emisi dengan template standar, dan baterai dari program buyback dipakai ulang sebagai penyimpan energi di stasiun Charge sebelum didaur ulang.
Dari sisi implementasi, LINCAH dirancang berjalan selama 36 bulan, dengan solusi berbasis software diluncurkan lebih dulu dan charging dibangun bertahap melalui pilot 5 titik yang di-scale hingga 40 titik setelah lolos stage-gate. Berdasarkan proyeksi tim, strategi ini menghasilkan Net Present Value sebesar Rp 97,4 miliar, ROI kumulatif 47,1 persen, dan payback period 1,95 tahun, lebih cepat dari batas empat tahun yang ditetapkan manajemen, serta ditargetkan menaikkan konversi EV sebesar 12 persen.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa AI dan ESG dapat dirancang sebagai strategi bisnis yang terukur, bukan sekadar komitmen keberlanjutan. Melalui LINCAH, Tim Jawara MCC berharap dapat mendorong ekosistem mobilitas yang lebih terintegrasi, transparan, dan berkelanjutan di Indonesia.

Kesan dan Pesan dari Tim Jawara MCC:
- Jeffry Wilson: Mengikuti EVOLVE 2026 menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya, karena ini termasuk beberapa lomba pertama yang pernah saya ikuti. Melalui kompetisi ini, saya benar-benar belajar banyak hal, mulai dari cara merancang sebuah solusi, menyusun deck, hingga melakukan pitching di hadapan dewan juri. Terima kasih kepada Marco yang berjuang bersama saya, serta kepada panitia dan semua pihak yang mendukung. Semoga langkah awal pencapaian ini dapat membantu saya untuk terus belajar dan mencapai hal yang lebih baik kedepannya.
- Marco Marcello: Selama mengikuti EVOLVE 2026 Business Case Competition, kami sangat menikmati setiap tahapannya, mulai dari membedah masalah, merancang solusi, hingga menyusun implementasi yang realistis. Terlebih, ini merupakan kali pertama kami bersaing langsung di kampus sendiri, BINUS, sehingga pengalamannya terasa sangat berkesan. Dari satu pertanyaan sederhana, mengapa dari 100 orang yang sudah test drive ada 35 yang pulang tanpa membeli, kami belajar bahwa solusi yang baik harus berawal dari akar masalah dan dibuktikan dengan angka. Terima kasih kepada Jeffry yang berjuang bersama dari awal hingga akhir, kepada panitia, dan semua pihak yang mendukung. Thank you, EVOLVE!