One Decision, Smarter Finance: OCTO-mate Brings Sabrina to 1st Place at WCE BCC 2026
Jakarta, 25 Juli 2026 – Sabrina berhasil meraih Juara 1 pada ajang Business Case Competition WCE BCC 2026 skala nasional yang diselenggarakan oleh UI Women in Business. Dalam kompetisi ini, Sabrina mengusulkan sebuah konsep transformasi layanan digital banking bertajuk “OCTO-mate: Your Intelligent Financial Companion”, sebuah konsep integrated financial management ecosystem yang dirancang untuk membantu generasi muda mengelola keuangan secara lebih cerdas, terstruktur, dan otomatis.

Kompetisi ini mengusung tema “#ThriveForImpact”, yang mendorong peserta untuk menghadirkan solusi digital yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat. Sejalan dengan tema tersebut, Sabrina merancang OCTO-mate sebagai konsep financial automation yang relevan dengan perilaku digital generasi muda, khususnya dalam membantu mereka membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat di tengah meningkatnya penggunaan layanan banking digital dan cashless payment.
Berdasarkan riset yang dilakukan, Sabrina menemukan bahwa meskipun tingkat inklusi keuangan di Indonesia terus meningkat, tingkat literasi keuangan masyarakat masih tertinggal. Banyak pengguna aktif mobile banking telah memiliki kebiasaan bertransaksi secara digital, namun masih mengandalkan ingatan dalam menyusun anggaran, menabung hanya ketika terdapat sisa uang, serta harus mengambil keputusan finansial yang sama secara berulang setiap harinya. Kondisi tersebut menyebabkan tingginya decision fatigue dan sulitnya membangun kebiasaan finansial yang konsisten.
Sebagai solusi, Sabrina mengembangkan konsep OCTO-mate, sebuah intelligent financial automation layer yang terintegrasi pada aplikasi OCTO Mobile milik CIMB Niaga. Berbeda dengan pendekatan digital banking konvensional yang berfokus pada digitalisasi produk keuangan, OCTO-mate berupaya mengotomatisasi proses pengambilan keputusan finansial pengguna melalui serangkaian fitur yang saling terhubung.

Melalui solusi OCTO-mate, pendekatan ini menghubungkan empat tahap utama pengelolaan keuangan: Plan, Spend, Save, dan Grow. Pengguna cukup melakukan satu keputusan finansial yang terencana saat menerima pendapatan, lalu sistem akan secara otomatis melakukan auto budget allocation, smart QRIS payment, saving sweep, emergency fund handling, hingga optimized auto deposit. Dengan alur ini, OCTO-mate mengubah OCTO Mobile dari sekadar transaksi platform menjadi intelligent financial management ecosystem yang membantu pengguna menghemat waktu, mengurangi beban mental, dan membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat.
OCTO-mate menawarkan paradigma baru dalam pengelolaan keuangan digital. Solusi ini tidak hanya membantu pengguna mengatur pengeluaran dan meningkatkan kebiasaan menabung, tetapi juga memperkuat loyalitas nasabah melalui peningkatan engagement, pertumbuhan dana CASA, serta membuka peluang cross-selling terhadap berbagai produk finansial CIMB Niaga di masa depan.
Prestasi yang diraih Sabrina melalui solusi OCTO-mate menunjukkan bahwa inovasi di bidang digital banking tidak selalu harus berbentuk produk baru, melainkan dapat diwujudkan melalui cara baru dalam mengorkestrasi produk yang sudah ada agar lebih relevan dengan perilaku generasi muda. Melalui pendekatan ini, digital banking tidak lagi berhenti pada fungsi transaksi, tetapi berkembang menjadi mitra yang aktif membantu pengguna membuat satu keputusan finansial yang tepat, sementara sistem mengerjakan sisanya secara otomatis. Dengan semangat tersebut, OCTO-mate diharapkan dapat menjadi langkah nyata CIMB Niaga dalam membangun generasi muda yang lebih siap secara finansial sekaligus memperkuat posisi bank sebagai trusted financial partner bagi masyarakat Indonesia.

KESAN & PESAN
- Sabrina : “Sebenarnya untuk lomba WCE BCC 2026 gak terlalu berekspektasi banyak karena pertama kali ikut lomba sendiri dari awal sampai akhir, tapi tentunya super happy that I won the first place! Salah satu lomba yang diikuti huru-hara sendiri, karena biasanya bisa brainstorming dan bagi tugas sama teammate kalau di lomba BCC biasa, tapi karena lomba ini sendiri, capek dan mumetnya pun dipikirin sendiri juga. Ditambah lagi karena aku lagi magang, jadi gabisa selalu memprioritaskan lomba dan harus bisa membagi waktu dengan baik. Tapi bisa dibilang, salah satu lomba yang cukup berkesan selama proses pengerjaannya, karena digempur oleh mental sendiri juga serta cuma bisa reasoning sama diri sendiri terkait solusi yang dirancang.”