Jakarta, 7 Maret 2026 — Prestasi gemilang kembali diraih oleh mahasiswa School of Information Systems BINUS University. Tim Makantiaphari, yang beranggotakan Klaudia Chia, Jimmy Pratama, Cut Felicia Zyvaristin, dan Alesia Belina Safitri, berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Logistics National Competition (LNC) 2026. Kompetisi ini diselenggarakan secara Nasional dan menjadi ajang bergengsi bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan strategis, analisis, dan implementasi solusi logistik modern.

Logistics National Competition 2026 merupakan ajang kompetisi tingkat nasional yang bertujuan untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam merancang solusi logistik yang efisien, berkelanjutan, dan relevan dengan tantangan industri saat ini. Dalam kompetisi ini, peserta diminta untuk mengembangkan konsep dan prototipe solusi logistik yang mampu menjawab permasalahan nyata di sektor rantai pasok, distribusi, dan manajemen operasional. 

Kompetisi LNC 2026 dimulai dengan babak penyisihan yang diikuti oleh ratusan tim dari berbagai universitas di Indonesia. Tim Makantiaphari berhasil lolos ke babak final setelah menunjukkan konsep yang kuat, analisis yang mendalam, dan proposal solusi yang siap diimplementasikan. Di babak final, tim ini mempresentasikan solusi mereka secara langsung di hadapan dewan juri dan peserta lainnya. 

Salah satu inovasi utama yang dikembangkan tim ini adalah G.RE.E.N. MILE, merupakan sistem pelacakan pengiriman berbasis AI yang dapat meminimalkan risiko keterlambatan, mengoptimalkan rute, dan memprediksi potensi bottleneck dalam rantai pasok. Selain itu, solusi ini juga mencakup modul kolaborasi antar-stakeholder dan pelaporan otomatis yang mempermudah koordinasi lintas tim.

Tim Makantiaphari mengusung solusi inovatif berbasis pendekatan sistem informasi dan optimasi rantai pasok, yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akurasi dalam proses logistik. Dengan memanfaatkan data real-time, algoritma prediktif, dan visualisasi dashboard interaktif, solusi mereka mampu membantu pelaku logistik dalam pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat.

Dengan persiapan yang matang, kolaborasi tim yang solid, serta dukungan penuh dari dosen pembimbing, Tim Makantiaphari berhasil mencuri perhatian juri dan keluar sebagai Juara 1. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Sistem Informasi BINUS University mampu bersaing di level nasional dan memberikan kontribusi nyata terhadap transformasi digital di sektor logistik.

Selamat kepada Tim Makantiaphari atas prestasi luar biasa ini! Semoga keberhasilan ini menjadi langkah awal menuju pengembangan solusi logistik yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan di masa depan.

Berikut kesan dan pesan yang disampaikan oleh Tim Makantiaphari:

  • Klaudia Chia: I’m very grateful to be able to achieve 1st place in this competition! Ini merupakan milestone yang sangat penting bagi aku dan teman-temanku karena ini first time aku dapat juara 1 di lomba apa pun. Posisi ini kami dapat raih berkat kerja keras dari seluruh tim. Licia dengan solution, Belina dengan background, design, dan support menyeluruh untuk ngebantu kami semua, serta Jimmy dengan financial & impact calculation yang sangat detail. Kami juga sangat dibantu oleh bimbingan dari Kak Septian dan seluruh tim ISCSC yang sudah bersedia menemani proses kami dari awal sampai akhir. Berkat bantuan mereka, kami dapat berkembang dan memberikan hasil terbaik dalam waktu yang sangat singkat. Semoga ke depannya, tim makantiaphari dapat bisa lebih improve dan menang bersama lagi di kompetisi-kompetisi berikutnya bersama dengan ISCSC!
  • Jimmy Pratama: Terima kasih banget buat tim yang sudah berkomitmen penuh dari awal pengerjaan lomba LNC! You guys are truly one of the best people I have met in my life! Keluh kesah telah dirasakan, tapi itu pun kita akhiri dengan senyuman cerah. Lomba ini menjadi salah satu bukti bahwa, selama ada niat, usaha, dan tanggung jawab, maka apa pun tantangannya pasti bisa kita lewati bersama. Ini juga merupakan penghargaan yang cukup mengejutkan bagi kami, mahasiswa jurusan IS, yang bisa memenangkan lomba studi kasus jurusan teknik.Semoga di hari yang akan mendatang, penghargaan dan prestasi seperti lomba ini akan diraih kembali oleh setiap member tim makantiaphari, bahkan jika kita sudah berpisah dari tim ini. Timku sudah memberikan kesan yang tidak terlupakan bagi diriku sendiri. Bahkan jika di akhir hari kami tidak berhasil memperoleh juara 1 tersebut, saya sendiri tidak akan kecewa dengan performa yang sudah kami berikan. Lastly, tidak lupa juga the greatest gratitude to tim TNC dan dosen pembimbing kami, Pak Septian, yang sudah support dari awal pendaftaran hingga gladi akhir percobaan presentasi final! Ada banyak hasil evaluasi mereka yang telah menjadi masukan kami, dan dari masukan itu, lahir performa maksimal dari tim makantiaphari! Dan jangan lupa untuk, makan tiap hari!
  • Cut Felicia Zyvaristin: Kompetisi ini cukup banyak lika-liku nya. Awalnya, aku dan Jimmy tertarik dengan tema ‘green logistics’ meskipun kami belum familiar dengan konsep itu. Untuk tim berempat, kami pun mengajak Klaudia dan Belina.Ter-gong nya adalah ketika study case nya kami terima, ternyata cukup di luar nalar! Masalah dan ekspektasi solusi nya itu teknis banget, jadi kami sebagai mahasiswa sistem informasi lumayan banyak harus gimnastik otak untuk terlihat meyakinkan dengan solusi yang kami tawarkan. Di tengah-tengah, kami sadar bahwa target untuk kompetisi ini bukanlah kami. Alhasil, laporan yang kami kumpul berisi total 64 halaman dengan teks yang padat. Padahal pengerjaannya cuma dalam waktu seminggu. Dengan bantuan dari dosen pembimbing kami, Pak Tian, kami juga mendapat input untuk mengasah senjata kami menjadi lebih runcing. Revisi itu memang jadi menambah waktu yang di luar rencana, tapi kami rela ga tidur kok! Mentor ISCSC kami, Ci Clarissa, awalnya bilang kalau kami bisa menang lomba ini, bakal keren banget sih. Eh, siapa sangka. Kami aja ngga ekspek bisa lewat ke tahap final dengan skor di peringkat ke-5 dengan lawan-lawan yang OP. Apa lagi bisa juara 1?
  • Alesia Belina Safitri: Jujur, awalnya aku cuma iseng ikut lomba karena diajak oleh Cia, dan lombanya terlihat seperti lomba business case. Tapi, ternyata lomba ini adalah lomba di bidang teknik, khususnya teknik logistik, di mana aku merasa salah ikut lomba. Banyak hal yang belum aku ketahui dan rasanya seperti masuk ke dunia yang benar-benar baru. Tapi justru di situlah letak serunya karena aku jadi banyak belajar dan bertukar pikiran dengan teman-temanku untuk memahami konsep logistik last-mile delivery dan memikirkan solusi yang cocok untuk study case ini. Aku belajar bahwa tidak ada salahnya untuk mengeksplor hal baru dan keluar dari comfort zone karena pasti ada hal berkesan yang bisa diambil dari pengalaman tersebut.Terima kasih untuk Cia, Klau, dan Jimmy karena telah meluangkan waktu dan tenaganya untuk berjuang mati-matian untuk menamatkan study case ini. Melalui diskusi panjang dan latihan tengah malam yang melelahkan, kami sama-sama belajar untuk saling melengkapi dan mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan kami, yaitu memenangkan lomba ini. Meskipun capek dan cukup “ribet” karena harus memahami banyak hal baru, pengalaman ini benar-benar seru dan sangat worth it. Terima kasih juga untuk Pak Septian yang selalu memberikan perspektif kritis dan pertanyaan-pertanyaan yang akhirnya membantu kami memenangkan lomba ini. Terima kasih juga untuk tim ISCSC yang mendampingi kami dari awal hingga akhirnya kami berhasil meraih juara 1 di lomba logistik nasional ini.