Jakarta, 3 November 2026 – Mahasiswa BINUS University kembali menorehkan prestasi membanggakan pada Agentic AI Hackathon 2026 kategori Intelligent Supply Chain. Kompetisi tingkat nasional ini diselenggarakan oleh SOKRATES dengan dukungan AWS, SAP, dan APP Group. Tim Binus 1 berhasil meraih Juara 3 melalui Priok Sentinel, agen AI yang membantu importir menekan kerugian akibat biaya demurrage di Pelabuhan Tanjung Priok.

Tim Binus 1 beranggotakan Willy, Muhammad Zaky Yusuf Pahlevi, dan Fatimah Adelia.

Agentic AI Hackathon 2026 mengusung tema “Build the Future of Intelligent Innovation”. Kompetisi ini mengajak mahasiswa dan staf akademik dari seluruh Indonesia untuk mengeksplorasi teknologi agentic AI dari AWS dan SAP, yaitu sistem AI yang tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga mampu merencanakan langkah, menggunakan berbagai tools, dan menjalankan tugas secara mandiri. Peserta berkompetisi dalam dua kategori, yaitu Intelligent Supply Chain dan Intelligent Manufacturing. Pada kategori Intelligent Supply Chain, peserta ditantang membangun agen AI yang menyelesaikan tantangan bisnis nyata dalam proses rantai pasok.

Untuk menjawab tantangan tersebut, setiap tim yang beranggotakan tiga orang menyusun proposal maksimal tiga halaman berisi problem statement, rancangan solusi agentic AI, dan dampak yang diharapkan. Solusi yang diajukan wajib menjadikan layanan AWS dan/atau SAP serta kemampuan generative AI atau agentic AI sebagai inti, sekaligus menunjukkan penalaran atau eksekusi tugas multi-langkah secara mandiri. Proposal dikumpulkan pada 24 Agustus–10 September 2026, kemudian peserta mengikuti technical briefing dan enablement secara daring pada 11 September 2026.

Dari seluruh proposal yang masuk, terpilih 40 tim yang melaju ke babak final. Para finalis mendapatkan mentoring daring bersama para ahli AWS dan SAP pada 1–30 Oktober 2026, sebelum bertanding di Demo Day pada 31 Oktober 2026 di BINUS University Alam Sutera. Di babak final, setiap tim mempresentasikan dan mendemonstrasikan solusinya di hadapan dewan juri, yang menilai aspek inovasi, kelayakan, pemanfaatan agentic AI dari AWS/SAP, dan potensi dampak. Pemenang kemudian diumumkan pada hari yang sama.

Tim Binus 1 meraih Juara 3 melalui Priok Sentinel, sebuah agentic disruption-defense agent yang membantu importir bertindak lebih cepat ketika terjadi gangguan di Pelabuhan Tanjung Priok. Priok Sentinel berangkat dari persoalan biaya demurrage, yaitu biaya tambahan yang dikenakan ketika kontainer tertahan di pelabuhan melewati tiga hari masa bebas (free time). Setelah batas tersebut terlewati, biaya demurrage dapat melonjak hingga 1.000% di atas tarif dasar, atau sekitar Rp2,83 juta per hari untuk satu kontainer 20 kaki (Transcon Indonesia, 2026).

Persoalan ini terasa nyata pada pertengahan Juni 2026, ketika sekitar 10.000 kontainer tertahan di Tanjung Priok, padahal banyak di antaranya sudah dirilis oleh bea cukai. Rata-rata dwell time kontainer tercatat 3,9 hari, lebih lama dibandingkan Malaysia (2,2 hari) dan Singapura (1,0 hari) (Purwoko, 2019). Di sisi lain, respons importir terhadap gangguan masih serba manual, mulai dari memantau status kontainer lewat spreadsheet hingga mengambil keputusan melalui rapat, sehingga dibutuhkan rata-rata sekitar dua minggu untuk merencanakan dan menjalankan respons (McKinsey & Company, 2024). Temuan ini menunjukkan bahwa importir membutuhkan sistem yang dapat mendeteksi gangguan lebih awal, memetakan dampaknya dalam hitungan menit, dan mengubahnya menjadi tindakan yang sudah dihitung biayanya sebelum hari ketiga.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Priok Sentinel bekerja melalui siklus DMSA (Detect, Map, Simulate, Act). Pada tahap Detect, agen memantau keterlambatan ETA kapal, kepadatan pelabuhan, status rilis kepabeanan, dan kondisi cuaca. Tahap Map memetakan gangguan tersebut ke kontainer dan purchase order (PO) milik importir yang terdampak. Selanjutnya, tahap Simulate membandingkan berbagai opsi mitigasi, seperti pemindahan ke Pusat Logistik Berikat (PLB) atau pengiriman truk di luar jam sibuk, lengkap dengan estimasi penghematan biayanya.

Pada tahap Act, rencana mitigasi dikirimkan kepada manajer untuk disetujui cukup dengan satu klik. Notifikasi yang bersifat informatif berjalan otomatis, tetapi setiap tindakan yang menimbulkan biaya wajib disetujui oleh manusia dan tercatat dalam audit trail, lengkap dengan siapa yang menyetujui, rujukan yang digunakan, dan estimasi penghematannya. Seluruh angka biaya juga dihitung oleh cost engine deterministik berdasarkan struktur tarif yang dipublikasikan, sehingga AI tidak pernah mengarang angka.

Saat Demo Day, tim mendemonstrasikan Priok Sentinel menggunakan data sintetis berisi 500 kontainer dan 60 PO, mulai dari munculnya kejadian kepadatan pelabuhan hingga persetujuan tindakan dan audit trail. Dengan Priok Sentinel, proses yang sebelumnya memakan waktu sekitar dua minggu ditargetkan menjadi kurang dari 10 menit hingga tersusun rencana mitigasi yang sudah dihitung biayanya. Sistem ini juga diproyeksikan mampu menangani setidaknya 90% kontainer berisiko sebelum hari ketiga, dengan potensi demurrage yang dapat dihindari mencapai Rp4–7 miliar per kejadian gangguan (estimasi batas atas) bagi importir dengan volume sekitar 500 TEU per bulan. Ke depan, tim berencana melakukan uji coba bersama importir menggunakan data riil serta menghubungkan Priok Sentinel dengan data pelabuhan dan BMKG secara langsung.

Keberhasilan Tim Binus 1 meraih Juara 3 kategori Intelligent Supply Chain pada Agentic AI Hackathon 2026 menunjukkan kemampuan mahasiswa BINUS dalam menerjemahkan teknologi agentic AI menjadi solusi yang menjawab persoalan nyata di industri logistik. Melalui Priok Sentinel, tim membuktikan bahwa agen AI yang baik bukan hanya soal kecerdasan dalam menganalisis, tetapi juga tentang angka yang dapat dipertanggungjawabkan dan keputusan yang tetap berada di tangan manusia.

Pencapaian ini menjadi bagian dari perjalanan para mahasiswa untuk terus belajar, menguji ide, menerima masukan, dan menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dalam menghadapi permasalahan nyata di masyarakat.

KESAN & PESAN ANGGOTA TIM

  • Willy – Tentunya saya merasa senang, bangga, kaget, sekaligus terharu karena bisa menjadi salah satu pemenang di lomba ini bersama Zaky dan Adelia. Perjalanan kami diisi dengan diskusi dan revisi dari hari ke hari, dan setiap prosesnya memberi pelajaran baru bagi saya. 🥳Saya juga ingin memberikan apresiasi khusus untuk Zaky yang menangani sisi teknis pengembangan. Kerja kerasnya luar biasa 🔥 dan menjadi salah satu kunci yang membawa kami sampai ke babak final hingga akhirnya meraih juara. Terima kasih juga untuk Adelia yang sudah berjuang bersama sampai akhir. 💪Dari pengalaman ini, saya belajar bahwa hasil yang baik lahir dari kerja sama tim yang solid dan kemauan untuk terus memperbaiki apa yang sudah dibuat. Semoga pencapaian ini menjadi awal bagi kami untuk terus belajar dan berani mengambil tantangan berikutnya. Terima kasih kepada SOKRATES, APP Group, AWS, SAP, dan BINUS atas kesempatan yang sangat berharga ini. 🙌.
  • Muhammad Zaky Yusuf Pahlevi – Saya tidak menyangka bisa sampai di titik ini. Dari 600 lebih tim, 40 tim masuk final, dan kami pulang sebagai juara tiga. 🥉Yang paling saya ingat justru malam-malam sebelumnya, saat memperbaiki angka yang tidak cocok dan menguji ulang alur persetujuan. Bahkan sepuluh menit sebelum demo, Joule sempat error, untungnya masih bisa diatasi. 😅Dari lomba ini, saya belajar bahwa nilai sebuah agen AI ada pada angka yang bisa dipertanggungjawabkan dan keputusan yang tetap berada di tangan manusia. Model boleh menuliskan alasan dan usulan, tetapi perhitungannya harus berasal dari formula yang konkret. 💡Untuk teman-teman yang ingin ikut hackathon, carilah masalah yang benar-benar ada, sekecil apa pun. Temui langsung calon penggunanya, dan jangan abaikan bagian yang membosankan, seperti meninjau bagian sistem yang kurang ramah pengguna dan menyusun alur sistem agar orang awam pun dapat memahaminya. 🚀Terima kasih kepada SOKRATES, AWS, SAP, APP Group, dan BINUS. Untuk Willy dan Adelia, terima kasih sudah bertahan sampai akhir. 🙏.
  • Fatimah Adelia – Menjadi bagian dari Tim Binus 1 adalah salah satu pengalaman paling berkesan bagi saya tahun ini ✨. Ini pertama kalinya saya mengikuti hackathon, dan jujur, awalnya saya tidak tahu apa yang akan saya hadapi 😅. Yang paling mengejutkan, ternyata saya sangat menikmati seluruh prosesnya. Saya beruntung memiliki rekan setim seperti Zaky dan Willy 🙌. Hanya dalam beberapa minggu, mereka mengajarkan lebih banyak hal daripada yang pernah saya bayangkan bisa saya pelajari dalam satu semester penuh, mulai dari membangun dan meluncurkan sesuatu yang nyata 🚀, hingga bersikap jujur tentang apa yang belum bisa dilakukan oleh sistem kami. Terima kasih, Willy. Terima kasih, Zaky. Kalian berdua keren banget 🔥👏. Terima kasih juga kepada SOKRATES, APP Group, AWS, SAP, dan BINUS yang telah menghadirkan acara luar biasa ini. Saya pasti mau ikut lagi! 🎉