Jakarta, 13 April 2026 – Tim Anak Baru, yang membernya terdiri dari Jimmy Pratama, Ni Putu Nadia Sarah Saraswati, Michael Reivaldo Hermanto, dan Alfiandra Anggoro Adisaputra, telah berhasil memperoleh Juara 1 dalam kompetisi Case Connect 2026 kategori Mini Case Competition yang diselenggarakan oleh DWDG Binus & DWDG UGM.

Tim Anak Baru memperkenalkan solusi ‘Experience A Great CUP With Brewtique’, kepada Brewtique, sebuah brand kafe fiktif yang memiliki permasalahan dalam strategi Go-To-Market-nya. Melalui solusi tersebut, tim Anak Baru berhasil menjuarai kompetisi dengan bertanding melawan 192 tim yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Perjalanan pengerjaan lomba tersebut dimulai dengan analisis kasus Brewtique. Dari kasus tersebut, tim Anak Baru menganalisis 3 poin permasalahan utama yang dihadapi Brewtique, yaitu: kurangnya inovasi produk, pelanggan tidak sepenuhnya loyal kepada Brewtique, dan eksposur pasar Brewtique yang masih rendah. Tidak hanya itu, tim juga menambahkan data eksternal sendiri yang menjelaskan bahwa Brewtique juga berkesempatan memanfaatkan kondisi eksternal mereka seperti kenaikan tren ramah lingkungan, kegunaan AI dalam analisis permintaan konsumen, dan semakin tingginya produksi kopi di negara Indonesia.

Dari analisis permasalahan tersebut, tim Anak Baru menyajikan 3 solusi utama, yaitu: C – Customer Oriented Design, solusi yang fokus pada permintaan pelanggan; U – Upgraded Customer Experience, solusi yang fokus pada maksimalisasi aplikasi Brewtique; dan P – Premium Marketing Tactic, solusi yang fokus mengubah hingga menambah value pada strategi marketing Brewtique saat itu. Dari ketiga solusi tersebut, tim Anak Baru merekomendasikan 17 fitur utama yang memiliki hitungan dampak solusi, kelengkapan waktu implementasi, dan analisis finansial masing-masing. Oleh karena itu, solusi CUP yang ditawarkan tim Anak Baru telah terbukti efisien dan efektif untuk diimplementasikan.

Pada solusi pertama, C – Customer Oriented Design, tim Anak Baru menyusun 4 fitur utama, yaitu produksi merchandise ala Brewtique, produk minuman baru yang memiliki nama dan rasa yang unik, mengubah bahan packaging Brewtique menjadi eco-friendly, termasuk diskon larut malam yang berguna melawan etika food waste, dan training karyawan yang memenuhi standar operasional. Semua solusi ini ditujukan untuk memperhatikan permintaan customer, khususnya segmentasi pasar Gen Z dan Milenial.

Pada solusi kedua, U – Upgraded Customer Experience, tim Anak Baru menyusun kembali fitur-fitur yang dimiliki oleh aplikasi Brewtique dan menawarkan 8 fitur utama, beberapa di antaranya berupa personalisasi AI, streak pet, dan juga Brewtique Wrap. Dengan solusi ini, tim Anak Baru menargetkan peningkatan penggunaan aplikasi Brewtique yang awalnya mengalami kegagalan dalam hal adopsi oleh pelanggan.

Pada solusi terakhir, P – Premium Marketing Tactic, tim Anak Baru menyusun 5 tahapan marketing campaign yang berfokus pada user engagement dan peningkatan penjualan produk Brewtique secara umum. Dengan mempertimbangkan tren yang kini aktif di segmentasi pasar Gen Z dan Milenial, tim menyadari adanya kebutuhan Brewtique untuk melakukan kolaborasi dengan brand terkenal, penyewaan influencer dan content creator untuk mempromosikan produk, serta trik marketing sederhana lainnya seperti bundling, promo mingguan, dan juga iklan media sosial.

Selamat kepada Tim Anak Baru atas prestasi luar biasa ini! Pencapaian ini menjadi bukti kemampuan mahasiswa School of Information Systems BINUS University dalam menganalisis permasalahan bisnis secara komprehensif serta merancang solusi strategi go-to-market yang inovatif, terukur, dan aplikatif melalui kompetisi Case Connect 2026. Semoga keberhasilan ini terus mendorong lahirnya ide-ide solutif yang relevan dan berdampak bagi industri.