Jakarta, 24 Juni 2026 – Tim SINGKONG berhasil meraih Juara 1 kategori Featherless AI Track sekaligus menjadi finalis dalam ajang “Bright Data’s Web Data UNLOCKED Hackathon” tingkat internasional yang diselenggarakan oleh lablab.ai. Tim ini beranggotakan Louis Enggar Theo Dharma, Paulus Billiardo Putrakedua, Daffa Farras Putra Tarigan, Keisha Putri Theanny, dan Mohammad Ezzeddin Pratama yang menghadirkan solusi digital berupa “ConsumerIQ”, sebuah platform berbasis AI yang membantu founder memvalidasi permintaan pasar sebelum membangun produk fisik mereka.

Kompetisi ini mengusung tema pemanfaatan agen AI berbasis data web untuk menyelesaikan permasalahan nyata di tiga jalur utama: Finance & Market Intelligence, GTM Intelligence, dan Security & Compliance. Sejalan dengan tema tersebut, Tim SINGKONG menghadirkan ConsumerIQ sebagai solusi yang berfokus pada pengurangan risiko kegagalan startup melalui pendekatan validasi pasar yang cepat, terstruktur, dan berbasis bukti, dengan total 2.310 peserta dan 766 tim dari seluruh dunia ikut serta dalam kompetisi ini.

Dalam proses penyusunan ide, Tim SINGKONG memulai dengan memahami satu permasalahan utama yang dihadapi para founder, yaitu tingginya tingkat kegagalan produk konsumen di tahap awal. Berdasarkan riset yang dilakukan, sekitar 43 persen startup di dunia gagal karena produk yang dibangun tidak memiliki permintaan pasar yang nyata. Kegagalan tersebut umumnya disebabkan oleh kebiasaan founder untuk membangun terlebih dahulu sebelum pasar memberikan jawaban, mulai dari komitmen inventaris, kontrak pemasok, desain kemasan, hingga biaya iklan yang dikeluarkan sebelum satu pun penjualan benar-benar tervalidasi.

Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, tim merancang aplikasi ConsumerIQ yang membantu founder memvalidasi permintaan pasar secara end-to-end dalam satu pipeline. Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur industry-specific scanning untuk memastikan setiap kategori produk divalidasi dengan sumber data yang tepat, marketplace + social fusion yang memadukan data niat beli dari marketplace dengan sinyal sosial real-time, serta AI GTM recommendation yang mengubah sinyal mentah menjadi rekomendasi go-to-market yang siap dieksekusi. ConsumerIQ tidak hanya berperan sebagai aplikasi pemetaan data, tetapi juga sebagai solusi yang mendorong terciptanya budaya pengambilan keputusan berbasis bukti di kalangan founder produk konsumen.

Dalam pengembangannya, Tim SINGKONG menggunakan metode yang terdiri dari tahap problem definition, scoping, prototyping, integration, dan demo validation. Tim juga melakukan riset kategori pasar dan analisis kompetitor secara mendalam, sehingga solusi yang dirancang lebih tepat sasaran dan relevan dengan kebutuhan founder produk konsumen di tahap pra-peluncuran.

Selain menghadirkan solusi yang fungsional, ConsumerIQ memanfaatkan platform Bright Data sebagai web data engine utama dan dikombinasikan dengan pipeline AI multi-model untuk meningkatkan akurasi serta kecepatan analisis. Kombinasi ini memungkinkan ConsumerIQ menghasilkan verdict validasi pasar dalam hitungan menit, bukan minggu seperti pada lembaga riset konvensional. Prestasi yang diraih Tim SINGKONG dalam Bright Data’s Web Data UNLOCKED Hackathon menunjukkan bahwa teknologi dapat dimanfaatkan sebagai solusi nyata terhadap permasalahan kegagalan produk di ekosistem startup. Melalui ConsumerIQ, tim berharap dapat meningkatkan kesadaran founder akan pentingnya validasi pasar berbasis data sejak hari pertama serta mendukung tercapainya pengambilan keputusan bisnis yang lebih sehat, lebih cepat, dan lebih hemat sumber daya.

Berikut kesan dan pesan yang disampaikan oleh Tim SINGKONG :

  • Louis Enggar Theo Dharma: Never say no to an opportunity” adalah prinsip yang membawa saya sampai di titik ini, sebagai finalis sekaligus peraih Juara 1 kategori Featherless AI Track pada Bright Data’s Web Data UNLOCKED, sebuah hackathon internasional dengan 2.310 peserta dan 766 tim dari seluruh dunia. Prosesnya tidak pernah mudah, malam-malam dihabiskan untuk menyeimbangkan tanggung jawab sebagai intern IT Consultant, beban akademik, dan pengerjaan produk secara bersamaan, namun menyerah tidak pernah menjadi pilihan. Sebagai Product Manager, peran saya bukan menulis kode, melainkan memastikan apa yang kami bangun benar-benar menjawab kebutuhan pasar yang nyata. Saya mendefinisikan masalah, menyusun scope agar ConsumerIQ fokus pada satu kategori yang dapat dieksekusi dengan baik, dan menerjemahkan sinyal mentah dari marketplace dan media sosial menjadi satu verdict yang jelas bagi founder. Bagian tersulitnya bukan menambahkan fitur, melainkan memutuskan apa yang harus dipotong agar janji utama produk benar-benar ter-deliver sebagai working demo. Pelajaran terbesar saya dari kompetisi ini adalah scope discipline, seberapa tajam sebuah produk bisa menjadi ketika kita berani mengatakan tidak pada ide yang bagus demi melindungi satu hal yang paling penting. Selain itu, kompetisi ini juga mendorong saya untuk berkembang dalam product thinking, pengambilan keputusan berbasis data, dan memimpin tim di bawah tekanan nyata. Dan pada akhirnya, pencapaian ini bukan milik saya sendiri. Terima kasih kepada tim SINGKONG yang telah mengubah ide menjadi kenyataan, kalian adalah alasan terbesar mengapa kami sampai di sini.
  • Paulus Billiardo Putrakedua: Dalam setiap kompetisi yang saya ikuti, saya selalu memegang satu prinsip, yaitu “Chase the experience, not the win.” Prinsip ini sudah saya bawa sejak masih aktif mengikuti turnamen Valorant bersama Louis, dan saya membawanya hingga sekarang. Ironisnya, justru cara berpikir itulah yang membuat kompetisi ini menjadi tidak terlupakan. Di hackathon internasional dengan 2.310 peserta ini, saya benar-benar tidak menyangka bisa melangkah sejauh menjadi finalis sekaligus peraih Juara 1 kategori Featherless AI Track. Tidak ada bagian dari proses ini yang mudah. Saya harus menyeimbangkan pekerjaan dan sebuah paid NDA project bersamaan dengan kompetisi ini, tetapi mundur tidak pernah menjadi pilihan, dan bisa menyelesaikan semuanya sembari tetap menang di sini adalah hal yang benar-benar saya banggakan. Ketika pemenang main track diumumkan, kami diam-diam sudah berdamai dengan pencapaian sebagai finalis. Namun saya tetap mengecek hasil pengumuman, dengan harapan yang keras kepala, dan posisi Juara 1 kami pada partner track Featherless.ai benar-benar di luar dugaan. Sebagai front-end developer sekaligus tangan kanan Product Manager, peran saya adalah mengambil seluruh hasil yang dihasilkan oleh tim backend dan model AI lalu menampilkannya melalui antarmuka yang terasa elegan dan intuitif, memastikan pengguna dapat bergerak dengan mulus dari awal hingga akhir serta memahami setiap data yang ditampilkan pada dashboard. Bagian tersulitnya adalah memastikan setiap fitur benar-benar berjalan stabil saat deployment dan live demo. Fitur ditambahkan di akhir dan ada juga yang harus dipotong, sehingga pipeline sempat tidak stabil sepanjang proses pengembangan, dan pelajaran yang melekat bagi kami adalah pentingnya mengunci fondasi yang jelas serta scope yang tetap sejak hari pertama. Pada masa-masa akhir kompetisi, saya dan Louis begadang hingga satu jam sebelum deadline, merekam, menyempurnakan deck, dan memperbaiki setiap bug yang saya temukan saat testing. Kami submit benar-benar tanpa sisa waktu. Saya memasuki kompetisi ini untuk mengejar pengalaman, bukan trofi, dan yang akan benar-benar saya ingat adalah orang-orang yang mengejarnya bersama saya. SINGKONG, kemenangan ini milik kita, dan ini baru permulaan.
  • Daffa Farras Putra Tarigan: Kompetisi ini menjadi pengalaman engineering yang sangat berharga karena memperlihatkan jarak nyata antara membangun sebuah solusi dan berhasil men-deploy-nya di bawah constraint dunia nyata. Sebagian besar proses pengembangan dihabiskan untuk menyelesaikan tantangan infrastruktur, khususnya integrasi GPU dengan k3d/k3s di lingkungan Windows, orkestrasi container, dan debugging konfigurasi NGINX. Pada sisi AI, saya fokus pada perancangan dan optimasi pipeline multi-model yang terdiri dari model reasoning berbasis Llama, encoder multilingual untuk representasi semantik, serta model Qwen khusus untuk pemrosesan bahasa JKC. Karena keterbatasan hardware, sistem dioptimasi melalui GGUF quantization, KV-cache optimization, dan VRAM management sehingga tiga model dapat beroperasi dalam kurang lebih 4 GB GPU memory dengan performa yang tetap dapat diterima. Melihat ke belakang, pelajaran terbesar saya adalah kemampuan untuk tahu kapan harus melakukan pivot pada keputusan arsitektur. Dalam hindsight, Docker Swarm akan menjadi pilihan yang lebih praktis dibandingkan mempertahankan deployment hybrid k3d + Docker untuk workload GPU, yang akan mengurangi kompleksitas infrastruktur dan beban debugging. Meskipun prosesnya menantang dan kadang membuat frustrasi, kompetisi ini memberikan banyak pelajaran berharga dalam AI engineering, systems design, infrastructure trade-offs, optimasi performa, dan pengambilan keputusan praktis di bawah tekanan.
  • Keisha Putri Theanny: Berpartisipasi dalam Web Data UNLOCKED Hackathon menjadi pengalaman yang sangat berdampak bagi saya karena mendorong kami untuk berpikir melampaui teori dan menghadirkan solusi praktis di bawah berbagai keterbatasan nyata. Tantangan ini memaksa kami untuk bekerja cepat, memvalidasi ide secara cepat, dan mengambil keputusan berbasis data di sepanjang prosesnya. Salah satu pelajaran paling berharga bagi saya adalah bagaimana mengubah data web yang mentah menjadi insight yang bermakna dan dapat menjawab permasalahan nyata. Selain itu, kami juga memperkuat kemampuan kolaborasi, komunikasi, dan problem-solving sebagai tim, khususnya di bawah deadline yang ketat. Berhasil memenangkan kategori dalam hackathon ini menjadi validasi yang kuat atas pendekatan dan eksekusi yang kami lakukan, dan tidak hanya mencerminkan kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang relevan serta menghadirkan solusi yang efektif. Secara keseluruhan, pengalaman ini telah meningkatkan kepercayaan diri saya dalam membangun sistem berbasis data yang scalable, dan memotivasi saya untuk terus mengembangkan teknologi yang berdampak nyata di masa depan.
  • Mohammad Ezzeddin Pratama: Mengikuti Hackathon Web Data UNLOCKED pastinya menjadi pengalaman yang berkesan bagi saya karena selain pengalaman lomba internasional juga bisa meraih peringkat 1 kategori Featherless AI. Jujur, pastinya saya tidak menyangka bahwa ide yang kami kerjakan dapat memperoleh apresiasi di tengah banyaknya peserta dan tim hebat yang berpartisipasi dalam kompetisi ini. Selama proses hackathon berlangsung, saya belajar banyak hal baru, baik dari sisi teknis maupun non teknis. Dengan waktu yang terbatas, kami harus belajar mengambil keputusan dengan cepat, membagi tugas secara efektif, dan menyelesaikan berbagai tantangan yang muncul selama pengembangan proyek. Pada lomba ini, saya berfokus pada implementasi proses pengambilan data menggunakan Bright Data untuk memastikan aliran data dapat berjalan secara seamless, mulai dari proses pengumpulan data, pengolahan di backend, hingga akhirnya ditampilkan kembali pada dashboard ConsumerIQ sebagai insight yang dapat digunakan oleh pengguna. Pengalaman tersebut memberikan banyak pembelajaran baru bagi saya, terutama dalam membangun solusi yang tidak hanya bekerja secara teknis tetapi juga mampu menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi pengguna. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota tim yang telah bekerja keras dan saling mendukung selama Hackathon berlangsung karena ini akan sangat memberikan banyak pengalaman serta kesempatan belajar dan mendapatkan referensi karir yang baik. Pengalaman ini akan menjadi motivasi bagi saya untuk terus mengembangkan kemampuan, mencoba tantangan baru, dan berkontribusi untuk tiap peluang yang berharga.