Tim High Five Raih Juara 1 melalui PULIH, Inovasi Digital untuk Pemulihan Pasca-Stroke yang Berkelanjutan
Jakarta, 31 Oktober 2026 – Tim High Five berhasil meraih Juara 1 dalam ajang UI/UX Design Competition SI FEST 2026 tingkat nasional. Tim ini beranggotakan Richie Leo Rivaldo, Amelia Rahma Nabila, Keyzhia Ayudra, Michelle Chelsea Mulyanto, dan Mario Javier Christianus yang menghadirkan solusi digital berupa “PULIH”, sebuah aplikasi pendamping pemulihan pasca-stroke untuk membantu pasien dan caregiver menjalankan proses pemulihan di rumah secara lebih terstruktur.

Kompetisi ini mengusung tema “Beyond the Interface: Designing Meaningful Experiences”, yang mendorong generasi muda untuk merancang pengalaman digital yang bermakna dan berdampak nyata bagi penggunanya. Sejalan dengan tema tersebut, Tim High Five menghadirkan PULIH sebagai solusi yang berfokus pada kesinambungan perawatan pasien stroke setelah pulang dari rumah sakit.
Dalam proses penyusunan proposal, Tim High Five memulai dengan memahami permasalahan utama terkait pemulihan pasca-stroke di Indonesia, khususnya saat pasien sudah kembali ke rumah. Berdasarkan riset yang dilakukan, pemulihan di rumah sering terhambat karena arahan dokter dan fisioterapis tersebar di resep, lembar discharge, dan arahan lisan, sehingga mudah terlupa, sulit dipahami, dan perkembangan pasien tidak tercatat dengan baik.
Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, tim merancang aplikasi PULIH yang membantu caregiver mengelola pemulihan pasien dalam satu aplikasi. Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur jadwal obat, terapi, dan kontrol, video panduan latihan, pemantauan kondisi pasien secara real-time, serta ringkasan perkembangan pasien yang siap dibawa saat kontrol ke dokter.

Solusi yang dikembangkan dirangkum melalui framework J.E.J.A.K (Mendampingi Setiap JEJAK Pemulihan) yang berfokus pada pendampingan pemulihan pasca-stroke yang berkelanjutan dari rumah sakit hingga ke rumah. Framework ini terdiri dari lima komponen utama, yaitu:
J – Jadwal Pemulihan, yang membantu caregiver mengatur jadwal terapi, kontrol, dan minum obat pasien dalam satu tempat sehingga tidak ada jadwal yang terlewat.
E – Edukasi Pemulihan, yang menghadirkan panduan merawat pasien dan video latihan fisioterapi agar latihan di rumah dapat dilakukan dengan gerakan yang benar.
J – Jejak Perkembangan, yang mencatat hasil kontrol, tekanan darah, detak jantung, dan perkembangan kondisi pasien dari waktu ke waktu.
A – Akses Caregiver, yang memungkinkan caregiver memantau kondisi pasien secara real-time meskipun sedang tidak berada di samping pasien.
K – Kendali Pemulihan, yang membuat caregiver tetap mengelola seluruh proses pemulihan, sementara pasien cukup menerima pengingat yang sederhana dan mudah diikuti.
Melalui framework J.E.J.A.K, PULIH tidak hanya berperan sebagai aplikasi pengingat jadwal, tetapi juga sebagai solusi yang menjembatani perawatan di rumah sakit dengan pemulihan di rumah agar berjalan lebih konsisten dan terarah.
Dalam pengembangannya, Tim High Five menggunakan metode Design Thinking yang terdiri dari tahap empathize, define, ideate, prototype, dan testing. Tim juga melakukan user survey dan user interview kepada pasien stroke dan caregiver untuk memahami kebutuhan pengguna sehingga solusi yang dirancang lebih tepat sasaran dan relevan dengan kondisi keluarga pasien.
Selain menghadirkan solusi yang fungsional, PULIH dilengkapi Mode Pasien yang terhubung dengan akun caregiver serta integrasi smartwatch untuk memantau detak jantung dan saturasi oksigen pasien, sehingga caregiver dapat mendampingi pemulihan dengan lebih tenang.
Prestasi yang diraih Tim High Five dalam SI FEST 2026 menunjukkan bahwa teknologi dapat dimanfaatkan sebagai solusi nyata terhadap permasalahan kesehatan di masyarakat. Melalui PULIH, tim berharap perawatan pasien stroke tidak berhenti setelah keluar dari rumah sakit serta mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu Good Health and Well-being.

Kesan dan Pesan Tim High Five:
- Richie Leo Rivaldo: SIFEST jadi lomba yang paling banyak mengajarkan saya untuk berani mengubah arah. Di tengah pengerjaan, kami mendapat masukan bahwa PULIH lebih tepat dirancang untuk caregiver, karena banyak pasien stroke kesulitan memakai HP sendiri. Artinya kami harus merombak alur prototype dan menyesuaikan pitch deck dalam waktu yang mepet. Melelahkan, tapi justru dari situ PULIH jadi jauh lebih matang. Terima kasih untuk teman-teman tim yang tetap kompak walaupun jadwal kami sama-sama padat, Kak Monic dan Ci Feli yang sudah membimbing dan memberi masukan berharga, serta keluarga yang selalu mendukung. Juara 1 ini jadi pengingat bahwa desain yang baik lahir dari kemauan untuk terus mendengar dan memperbaiki.
- Mario Javier Christianus: SIFEST merupakan lomba kedua saya dalam cabang UI/UX, dan menjadi prestasi pertama saya dalam mendapatkan peringkat pertama. Tentunya lomba ini membawa kesan yang baik bagi saya, mulai dari pengerjaan proposal sampai pembuatan pitch deck dan presentasi. Kami semua memiliki kesibukan masing masing, yang merupakan salah satu dari kendala yang kami miliki. Dengan banyaknya anggota kelompok bukan berarti pengerjaan akan lebih mudah, lebih banyak pikiran yang harus disatukan dan lebih banyak jadwal yang harus disamakan. Ini merupakan pengalaman yang sangat menarik juga, dimana kita tidak hanya berpikir dengan 2 orang saja, tapi dengan 4 orang termasuk diri saya sendiri. Meskipun berhasil mendapatkan juara 1, ini bukan berarti kami sudah selesai, justru setelah mendapatkan juara ini, banyak pelajaran yang bisa didapatkan, dan akan terus belajar sampai seterusnya. Terimakasih kepada tim karna sudah mau bekerja sama, dan terimakasih juga kepada Kak Monic, sudah mau membimbing kita dalam lomba ini, bahkan sampai malam.
- Amelia Rahma Nabila: Bagi saya, bagian paling berkesan di SIFEST adalah proses memahami pengguna. Saat mewawancarai pasien pasca-stroke dan keluarga yang merawat, saya mendengar langsung betapa beratnya pemulihan di rumah, mulai dari obat yang terlewat sampai arahan dokter yang hanya tertulis di kertas. Cerita-cerita itulah yang menjadi dasar PULIH, dan rasanya senang sekali bisa membawanya sampai meraih Juara 1 UI/UX. Terima kasih untuk teman-teman tim yang mau saling mendengar dan menyatukan ide di tengah kesibukan masing-masing, Kak Monic yang sudah membimbing kami dengan sabar, para narasumber yang bersedia berbagi pengalamannya, serta keluarga yang selalu mendukung dan mendoakan. Pengalaman ini mengingatkan saya bahwa desain yang baik selalu berawal dari mendengarkan.
- Keyzhia Ayudra: Setiap lomba punya tantangannya sendiri, dan di SIFEST kami kembali belajar menyatukan ide serta menerima masukan supaya hasilnya lebih matang. Senang banget usaha kami berbuah Juara 1 UI/UX! Terima kasih untuk teman-teman tim atas kerja samanya, Kak Monic yang membantu kami selama prosesnya, serta keluarga yang selalu mendukung dan mendoakan. Kemenangan ini bikin saya makin semangat untuk mencoba ide baru dan melihat sejauh mana kami bisa berkembang bersama.
- Michelle Chelsea Mulyanto: Senang banget akhirnya bisa kembali meraih Juara 1 di lomba UI/UX. Pada lomba SIFEST kali ini, jujur kami semua sedang sibuk-sibuknya. Karena itu, saya sangat berterima kasih kepada teman-teman tim yang tetap mau bekerja keras, meluangkan waktu, dan memberikan usaha terbaik selama proses pengerjaan. Tentunya, pencapaian ini juga tidak lepas dari bimbingan dan arahan Kak Monic yang sudah menyempatkan waktunya untuk membantu kami. Saya juga bersyukur memiliki keluarga yang selalu memberikan doa dan dukungan hingga akhirnya kami bisa meraih Juara 1. Semoga ke depannya kita bisa kembali meraih prestasi bersama lagi!