Pada 30 Oktober 2026, diadakan webinar “Transforming or Undermining Learning Using GenAI” yang ditujukan bagi para dosen, menghadirkan Prof. David Sundaram, Dr. Khushbu Tilvawala, dan William Tam dari University of Auckland, yang dimoderatori oleh Ibu R.A. Dyah Wahyu. Webinar ini membahas bagaimana Generative Artificial Intelligence (GenAI) mengubah proses pembelajaran di perguruan tinggi. Webinar juga mengangkat dampak penggunaan GenAI terhadap kemampuan berpikir kritis, kemandirian, serta keberlanjutan proses belajar mahasiswa. Pada webinar ini, membahas pendekatan pembelajaran yang berpusat pada berbagai perspektif, yaitu mahasiswa, dosen, dan universitas untuk memahami dampak penggunaan GenAI dalam pendidikan. Pendekatan ini mencakup tahapan observasi, pengembangan metode penelitian, pembangunan teori, desain, evaluasi, hingga penarikan kesimpulan. Melalui proses tersebut, penelitian diharapkan dapat menghasilkan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai bagaimana GenAI dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran adaptif dan berkelanjutan (lifelong learning).

William Tam menjelaskan berbagai alasan mahasiswa menggunakan GenAI, mulai dari mencari ide, brainstorming, memahami konsep kompleks, hingga meningkatkan efisiensi waktu dan aksesibilitas pembelajaran. Namun, penggunaan GenAI juga memiliki risiko, seperti menurunnya kemampuan berpikir kritis, plagiarisme, informasi palsu (hallucinations), serta masalah privasi data. Ia menekankan bahwa ketergantungan berlebihan terhadap GenAI dapat menyebabkan penurunan keterampilan dan menghambat proses belajar mahasiswa secara mandiri. Dr. Khushbu menjelaskan perspektif dosen dan universitas dalam menghadapi penggunaan GenAI, termasuk kekhawatiran terhadap penurunan kemampuan berpikir kritis, orisinalitas mahasiswa, serta tantangan dalam penilaian dan integritas akademik. Dari perspektif dosen, diperlukan adaptasi metode pembelajaran dan penilaian dengan lebih menekankan proses belajar mahasiswa, sementara universitas menerapkan dua pendekatan asesmen, yaitu Controlled Assessment yang membatasi penggunaan AI dan Uncontrolled Assessment yang memperbolehkan penggunaan AI secara bebas, dengan tetap mengedepankan transparansi dan tanggung jawab akademik. Prof. David melanjutkan dengan menjelaskan penelitiannya mengenai penggunaan GenAI di perguruan tinggi. Penelitian ini mengkaji dampak positif (bright side) dan negatif (dark side) GenAI terhadap pembelajaran mahasiswa menggunakan pendekatan Design Science Research (DSR), SLR terhadap 68 artikel, dan kemudian dievaluasi dengan interview. Hasilnya berupa Conflict Adaptation Learning Model (CALM) berbasis Causal Loop Diagram dan simulasi untuk menggambarkan pengaruh GenAI terhadap ketergantungan dan keberlanjutan pembelajaran mandiri mahasiswa.

William Tam menjelaskan berbagai alasan mahasiswa menggunakan GenAI, mulai dari mencari ide, brainstorming, memahami konsep kompleks, hingga meningkatkan efisiensi waktu dan aksesibilitas pembelajaran. Namun, penggunaan GenAI juga memiliki risiko, seperti menurunnya kemampuan berpikir kritis, plagiarisme, informasi palsu (hallucinations), serta masalah privasi data. Ia menekankan bahwa ketergantungan berlebihan terhadap GenAI dapat menyebabkan penurunan keterampilan dan menghambat proses belajar mahasiswa secara mandiri. Dr. Khushbu menjelaskan perspektif dosen dan universitas dalam menghadapi penggunaan GenAI, termasuk kekhawatiran terhadap penurunan kemampuan berpikir kritis, orisinalitas mahasiswa, serta tantangan dalam penilaian dan integritas akademik. Dari perspektif dosen, diperlukan adaptasi metode pembelajaran dan penilaian dengan lebih menekankan proses belajar mahasiswa, sementara universitas menerapkan dua pendekatan asesmen, yaitu Controlled Assessment yang membatasi penggunaan AI dan Uncontrolled Assessment yang memperbolehkan penggunaan AI secara bebas, dengan tetap mengedepankan transparansi dan tanggung jawab akademik. Prof. David melanjutkan dengan menjelaskan penelitiannya mengenai penggunaan GenAI di perguruan tinggi. Penelitian ini mengkaji dampak positif (bright side) dan negatif (dark side) GenAI terhadap pembelajaran mahasiswa menggunakan pendekatan Design Science Research (DSR), SLR terhadap 68 artikel, dan kemudian dievaluasi dengan interview. Hasilnya berupa Conflict Adaptation Learning Model (CALM) berbasis Causal Loop Diagram dan simulasi untuk menggambarkan pengaruh GenAI terhadap ketergantungan dan keberlanjutan pembelajaran mandiri mahasiswa.