Klik, Kelola, Produksi! Eksplorasi ERP Manufacturing bersama Odoo
Pesanan masuk, bahan baku tersedia, lalu produksi berjalan. Sekilas, alur bisnis ini terlihat sederhana. Namun, bagaimana jika jumlah stok yang tercatat berbeda dengan kondisi sebenarnya, atau bagian pembelian belum mengetahui adanya kekurangan bahan? Situasi seperti inilah yang menjadi pintu masuk untuk memahami pentingnya Enterprise Resource Planning (ERP) dalam workshop “Unlocking Odoo: A Beginner’s Guide to Core Features & Manufacturing Management”.
Bertempat di Kampus Alam Sutera, BINUS University, pada Senin, 19 Oktober 2026, workshop ini mengajak mahasiswa School of Information Systems mengenal keterkaitan proses bisnis melalui Odoo. Bersama Felicia Evan, Associate Lecturer Specialist S2, peserta mempelajari dasar ERP dan penerapannya dalam manufaktur, kemudian mengeksplorasi alur produksi melalui latihan langsung. Kegiatan ini juga menjadi pembekalan sebelum company visit ke Odoo Indonesia.
Pembahasan dimulai dari persoalan yang dekat dengan operasional perusahaan: bagaimana bagian penjualan, gudang, pembelian, dan produksi dapat bekerja menggunakan informasi yang selaras? Melalui konsep ERP, mahasiswa diperkenalkan pada sistem yang menghubungkan proses tersebut dengan data bersama. Penerimaan bahan, misalnya, mengubah catatan persediaan yang kemudian menjadi acuan bagi bagian produksi untuk memeriksa kesiapan pengerjaan pesanan.
Materi workshop turut menekankan bahwa penggunaan aplikasi perlu didukung proses kerja yang jelas. Kode produk harus konsisten, satuan bahan perlu tepat, dan transaksi harus diperiksa oleh pihak yang bertanggung jawab. Bagi mahasiswa sistem informasi, pembahasan ini memperlihatkan bahwa keberhasilan penerapan teknologi berkaitan erat dengan kualitas data serta cara orang menjalankan pekerjaannya.
Konsep tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam simulasi pabrik meja belajar. Peserta mengenal Bill of Materials (BoM), yaitu daftar komponen beserta jumlah yang dibutuhkan untuk membuat suatu produk. Dalam latihan, satu meja memerlukan satu daun meja, empat kaki, dan delapan sekrup. Ketika jumlah produksi menjadi 10 meja, kebutuhan bahan ikut berubah menjadi 10 daun meja, 40 kaki, dan 80 sekrup.
Melalui Odoo, mahasiswa berlatih menyiapkan data produk dan stok awal, menyusun BoM, serta membuat Manufacturing Order sebagai perintah produksi. Alur latihan berlanjut hingga pencatatan hasil produksi dan pemeriksaan stok akhir. Rangkaian ini membantu peserta menelusuri hubungan antara data yang dimasukkan, bahan yang digunakan, dan jumlah barang jadi yang tercatat dalam sistem.
Pemeriksaan hasil menjadi bagian penting dari latihan. Dengan persediaan awal 12 daun meja, 40 kaki, dan 100 sekrup, produksi 10 meja seharusnya menyisakan dua daun meja dan 20 sekrup, sementara seluruh kaki meja terpakai. Perbandingan sederhana ini memberi mahasiswa kesempatan untuk mengecek apakah transaksi sesuai dengan skenario, sekaligus memahami bagaimana kesalahan jumlah komponen dapat memengaruhi kebutuhan pembelian dan catatan persediaan.
Pengalaman belajar berlanjut melalui Odoo Scale-Up!, permainan berbasis kartu tantangan bisnis. Dalam kelompok kecil, peserta mengikuti skenario, mencoba penyelesaian melalui aplikasi, lalu membandingkan hasilnya dengan panduan pada kartu. Pembagian peran sebagai operator, pembaca kartu, dan pemeriksa memberi ruang bagi mahasiswa untuk berdiskusi serta meninjau alasan di balik setiap langkah.
Salah satu konsep yang ditekankan adalah perbedaan antara memesan bahan dan menerima bahan. Konfirmasi pesanan pembelian belum berarti barang sudah tiba di gudang. Pencatatan penerimaan diperlukan agar ketersediaan bahan dalam sistem mencerminkan transaksi yang benar-benar terjadi. Melalui contoh ini, mahasiswa belajar membaca status proses dengan lebih teliti sebelum menentukan tindakan berikutnya.
Workshop ini memberikan gambaran konkret tentang hubungan antara sistem informasi dan aktivitas bisnis sehari-hari. Latihan produksi serta tantangan Odoo Scale-Up! menjadi bekal awal untuk memahami bagaimana sebuah transaksi memengaruhi pekerjaan bagian lain. Menjelang kunjungan ke Odoo Indonesia, mahasiswa pun memiliki konteks untuk menggali penerapan ERP lebih jauh, termasuk bagaimana perusahaan menjaga ketepatan data dan mengelola alur kerja yang saling terhubung.
Comments :