Prof. Meyliana Berpartisipasi dalam Lokakarya APEC untuk Mendorong Transformasi UMKM melalui Manufaktur Cerdas
Ha Noi, Vietnam — Prof. Meyliana Gunawan, anggota fakultas BINUS University, berpartisipasi sebagai salah satu panelis dalam lokakarya Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) bertajuk “Promoting Small, Micro, and Medium Enterprises through Smart Manufacturing”. Kegiatan ini diselenggarakan pada 8 Oktober 2026 di Fortuna Hotel, Ha Noi, Vietnam, dan mempertemukan peserta serta delegasi dari berbagai wilayah Asia-Pasifik untuk membahas dukungan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pemanfaatan teknologi.
APEC, atau Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik, merupakan forum yang mendorong kerja sama ekonomi antar-ekonomi di kawasan Asia-Pasifik. Forum ini menjadi ruang bagi para pemangku kepentingan untuk bertukar pengalaman, membahas tantangan bersama, serta mengeksplorasi kebijakan dan praktik yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi. Dalam konteks lokakarya ini, perhatian diarahkan pada bagaimana UMKM dapat memperoleh akses dan dukungan yang tepat untuk memanfaatkan teknologi manufaktur cerdas.

Prof. Meyliana terlibat sebagai panelis dalam Sesi 2 yang membahas kebijakan dan strategi untuk mendorong manufaktur cerdas bagi UMKM. Kehadiran akademisi dalam forum lintas negara seperti ini membuka ruang untuk pertukaran perspektif antara dunia pendidikan, pemerintah, lembaga riset, dan industri. Diskusi tersebut relevan karena transformasi teknologi bukan hanya persoalan menyediakan mesin atau perangkat baru, tetapi juga berkaitan dengan kesiapan sumber daya manusia, proses bisnis, pembiayaan, serta pendampingan dalam penerapan teknologi.
Dalam lokakarya tersebut, Department of Science and Technology–Metals Industry Research and Development Center (DOST-MIRDC) dari Filipina menyoroti dua inisiatif, yaitu Advanced Mechatronics, Robotics, and Industrial Automation Laboratory (AMERIAL) dan Connected and Unified Autonomous Technologies with Automation and Robotics (CUATRO). Kedua inisiatif ini dirancang untuk membantu UMKM mengenali kebutuhan teknologi dan memperoleh akses terhadap keahlian serta dukungan yang sesuai dengan kondisi usaha masing-masing.
Hasil penilaian AMERIAL terhadap 262 UMKM menunjukkan bahwa sekitar 90 persen perusahaan yang dinilai masih berada pada tingkat dasar dalam pemanfaatan teknologi. Penilaian tersebut juga mengidentifikasi sejumlah hambatan, termasuk keterbatasan teknis, kesenjangan keterampilan, kendala keuangan, dan faktor sosial-budaya. Temuan ini menunjukkan bahwa adopsi teknologi memerlukan pendekatan yang menyeluruh. UMKM perlu dibantu untuk memahami kebutuhan mereka, memilih solusi yang sesuai, dan membangun kemampuan untuk menerapkannya secara berkelanjutan.

Melalui CUATRO, DOST-MIRDC berupaya membangun ekosistem dukungan yang menghubungkan UMKM dengan tenaga ahli, universitas, pusat riset, mitra teknologi, penyedia pelatihan, dan integrator sistem. Dukungan yang tersedia dapat mencakup konsultasi teknis, penelitian dan pengembangan, pengujian konsep, pelatihan, hingga bantuan dalam penerapan solusi. DOST-MIRDC juga merencanakan AMERIAL Smart Hub sebagai fasilitas untuk membantu UMKM mencoba, mendemonstrasikan, dan menguji teknologi sebelum menerapkannya dalam kegiatan usaha.
Partisipasi Prof. Meyliana sebagai panelis menempatkan kontribusi akademisi dalam percakapan yang lebih luas mengenai perkembangan teknologi dan daya saing usaha. Pertukaran pengetahuan di forum APEC dapat membantu para pemangku kepentingan memahami bahwa keberhasilan transformasi digital membutuhkan kerja sama dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan nyata pelaku usaha. Kolaborasi antara akademisi, pemerintah, lembaga riset, dan industri menjadi penting agar inovasi tidak berhenti pada diskusi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi peningkatan kemampuan dan produktivitas.
Kegiatan ini menegaskan pentingnya kerja sama internasional dalam memperluas manfaat teknologi bagi UMKM. Dengan berbagi pengalaman, strategi, dan pendekatan yang dapat diterapkan, ekonomi di kawasan Asia-Pasifik memiliki peluang untuk memperkuat kesiapan usaha menghadapi perubahan industri. Bagi BINUS University, keterlibatan akademisi dalam forum internasional juga menjadi bagian dari kontribusi keilmuan dan pertukaran gagasan untuk menjawab tantangan dunia usaha yang terus berkembang.
Sumber
DOST-MIRDC, “DOST-MIRDC Showcases AMERIAL and CUATRO Initiatives to Support Philippine MSMEs at APEC Workshop in Viet Nam,” 12 Oktober 2026.
https://mirdc.dost.gov.ph/dost-mirdc-showcases-amerial-and-cuatro-initiatives-to-support-philippine-msmes-at-apec-workshop-in-viet-nam/
Comments :