Dalam mempelajari kebijakan dalam ekonomi makro seperti kebijakan fiskal dan juga moneter, Grameds dapat mendapatkan informasi melalui buku Makro Ekonomi : Pengantar Untuk Manajemen oleh Detri Karya 

Studi Ekonomi Makro menyoal hal-hal yang berkaitan dengan inflasi dan deflasi, tingkat pengangguran, dan tersedianya lapangan kerja. Dalam praktiknya, Ekonomi Makro mempunyai beberapa kebijakan sebagai berikut: 

 1. Kebijakan Fiskal 

Pemasukan dan pengeluaran suatu negara adalah hal yang diatur dalam kebijakan ini. Pemasukan atau penghasilan negara bisa didapatkan dari pajak yang dibayarkan oleh setiap warga negara. Selain itu, pundi pendapatan negara lainnya adalah berasal dari non pajak, seperti, lelang, denda, pemberian negara lain, dan gratifikasi. 

 2. Kebijakan Moneter 

Kebijakan ini menjadi pembeda antara Ekonomi Makro dan Mikro. Kebijakan moneter berfungsi untuk mengukur seberapa banyak dana yang telah dikeluarkan oleh bank sentral pada suatu negara. Makin banyak perputaran uang yang terjadi maka akan berpengaruh terhadap tingkat inflasi. 

Pada akhirnya hal itu akan meningkatkan harga suatu produk. Sebaliknya apabila perputaran uang sedikit maka harga suatu produk lebih murah. Inilah yang disebut dengan deflasi. Kebijakan moneter mempunyai peranan penting dalam kehidupan masyarakat, yaitu untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi di suatu negara. Seperti itulah manfaat belajar ilmu ekonomi, yaitu agar dapat mengerti penerapannya dalam aktivitas kita sehari-hari. 

 3. Kebijakan Segi Penawaran 

Fungsi dari kebijakan ini adalah untuk menyeimbangkan neraca keuangan di suatu perusahaan atau negara. Adalah wajar jika saat ini rata-rata perusahaan membutuhkan ahli dalam ilmu ekonomi. Dengan ilmu itu harapannya semua proses pengelolaan keuangan terutama yang memiliki kaitan dengan produksi dapat dikurangi seminimal mungkin. 

Selain itu kualitas produk juga terus dapat diseimbangkan. Dengan demikian produk yang dihasilkan pun akan lebih berkualitas. Dalam konteks Indonesia, Ekonomi Makro menjadi sistem untuk menganalisa perubahan ekonomi di tanah air yang berpotensi memberikan pengaruh terhadap perusahaan, masyarakat, dan pasar. 

Dari Ekonomi Makro kita juga bisa mendapatkan penjelasan tentang terjadinya perubahan kondisi ekonomi di Indonesia, demi mendapatkan hasil analisa terbaik. 

Tujuan Ekonomi Makro 

  1. Menambah pendapatan nasional

Dengan mengetahui berapa jumlah pendapatan nasional Indonesia maka dapat mengukur pertumbuhan ekonomi dengan lebih jelas. Kebijakan ekonomi yang diambil pun bisa lebih efektif dan efisien. 

  1. Menambah kapasitas produksi

Bertambahnya kemampuan produksi nasional akan mampu meningkatkan pembangunan ekonomi Indonesia. Cara untuk menambah kapasitas produksi tersebut salah satunya adalah dengan memperbaiki situasi untuk investasi. Dengan demikian, investasi yang masuk dapat memengaruhi produktivitas nasional. 

  1. Membuka lapangan kerja

Adanya peluang kerja karena meningkatnya produktivitas nasional pada gilirannya akan mampu meningkatkan kapasitas produksi. Di sinilah peran kebijakan Ekonomi Makro di Indonesia, yaitu untuk menarik para investor agar mau menanamkan modalnya. Dengan demikian, lapangan kerja baru pun tercipta. 

  1. Mengendalikan inflasi

 satu penyebab inflasi adalah karena terlalu besarnya permintaan terhadap sebuah komoditas. Akibatnya adalah harga komoditas tersebut melambung tinggi. Melalui Ekonomi Makro, Indonesia mampu melakukan kebijakan cash ratio, politik pasar terbuka, dan politik diskonto. Tujuannya satu, menghentikan laju inflasi di dalam negeri. 

  1. Mewujudkan kestabilan ekonomi

Analisa Ekonomi Makro di Indonesia dapat dipergunakan untuk menjaga stabilitas ekonomi negara. Kondisi yang stabil ini penting. Mengapa? Agar para pelaku ekonomi di luar negeri dapat percaya kepada Indonesia sehingga nantinya mereka mau melakukan investasi di negeri ini. 

Kestabilan ekonomi Indonesia baru dapat tercapai jika dua variabel Ekonomi Makro berjalan seimbang. Kedua variabel tersebut adalah neraca pembayaran dan tingkat permintaan persediaan barang. 

  1. Membuat neraca pembayaran luar negeri berada pada posisi seimbang

Analisa terhadap Ekonomi Makro Indonesia perlu dilakukan dengan tujuan untuk mengupayakan keseimbangan pada neraca pembayaran luar negeri. Neraca pembayaran sendiri berisi rangkuman berbagai transaksi, seperti, penjualan dan pembelian barang dan jasa, hibah dari luar negeri, serta transaksi keuangan antar penduduk di dalam dan luar negeri. 

Neraca pembayaran luar negeri haruslah berada pada posisi seimbang untuk menghindari terjadinya defisit. Dalam mempelajari lebih dalam mengenai tujuan ekonomi makro, baik dari aspek individu hingga keseluruhan kegiatan dalam perekonomian, buku Ekonomi Mikro Suatu Pengantar merupakan pilihan yang tepat.