Ekonomi mikro dapat dijadikan dasar dalam merumuskan kebijakan perusahaan terkait harga dan upah dalam pengelolaan sumber daya. Ekonomi mikro juga mempermudah perusahaan dalam mempelajari interaksi pasar dan membentuk kebijakan perusahaan yang inovatif dan strategis berdasarkan kebijakan pemerintah. 

Ekonomi mikro juga berguna dalam Menyusun Prediksi, dengan adanya ekonomi mikro, perusahaan kemudian dapat menyusun strategi atau prediksi kedepannya. 

Ekonomi mikro dapat membantu perusahaan memprediksi kemungkinan yang akan terjadi di pasar, contoh trend produk, dengan ekonomi mikro juga akan membantu memahami Perilaku Konsumen dan kebutuhan konsumen. 

Dengan ekonomi mikro juga akan membantu mengetahui Perputaran Produk. Berikut ini beberapa contoh nyata kebijakan ekonomi mikro: 

  1. Kebijakan Harga Terendah

Kebijakan harga terendah diterapkan ketika dalam kondisi jumlah penawaran lebih besar dari jumlah permintaan, sehingga menyebabkan penumpukan produk dan tidak semua masyarakat akan membeli produk tersebut, hingga kemudian produk dijual dengan harga yang semurah-murahnya. Disini pemerintah berperan dalam menetapkan batas minimal harga produk sehingga produsen terlindungi. Contoh konkretnya pada: 

  • Analisis Permintaan Dan Penawaran Cabai Merah Di Provinsi Sumatera Utara 
  • Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Kualitas Pelayanan dan Harga Produk pada Supermarket dengan Menggunakan Metode Importance Performance Analysis (IPA) 
  • Analisis Faktor-Faktor Produksi Yang Mempengaruhi Produksi Kopi Robusta Di Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang 
  • Analisis Pendapatan Usaha Pengrajin Gula Aren Di Desa Tulo’a Kecamatan Bulango Utara Kabupaten Bone Bolango 
  • Analisis Pemasaran Jamur Merang Lembaga Mandiri Mengakar Masyarakat (Lm3) Agrina Di Tanjong Paya Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen 
  • Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi Dengan Menggunakan Metode Full Costing Sebagai Dasar Perhitungan Harga Jual (Studi Kasus Pada Kertina’s Home Industry) 
  • Analisis Struktur Pasar Industri Karet Dan Barang Karet Periode Tahun 2009 
  1. Kebijakan Harga Tinggi

Kebijakan harga tertinggi ditetapkan ketika kondisi pasar mengalami ketidakpastian harga, yaitu melonjaknya harga menjadi sangat tinggi. Kebijakan ini kemudian dapat terjadi karena jumlah penawaran yang rendah sehingga jumlah permintaan meninggi. 

Pada keadaan ini maka stok barang sangat kurang, sehingga para konsumen ingin membeli produk tersebut untuk kemudian diperjualbelikan kembali dengan harga yang tinggi. Contohnya pada harga BBM yang semakin meningkat, namun stok BBM menjadi langka dan sulit untuk didapatkan, pemerintah berperan untuk menetapkan harga maksimum karena permintaan konsumen melonjak. 

Kegiatan Ekonomi Mikro 

Pada dasarnya, untuk memahami ekonomi mikro lebih jauh, maka kita perlu mengetahui contoh kegiatan ekonomi mikro, yaitu: 

  1. Pemintaan

Permintaan adalah jumlah dari suatu barang serta jasa yang diminta oleh pembeli dan mampu untuk dibelinya pada tingkatan waktu dan harga tertentu. Pada saat harga barang dan jasa yang harganya terus meningkat, maka permintaan barang dan jasa akan semakin berkurang. Namun, ketika harga barang dan jasa mengalami penurunan, maka permintaan akan semakin meningkat. 

  1. Penawaran

Penawaran dapat diartikan kalau adanya barang dan jasa yang dijual kepada pihak penjual atau produsen dengan harga dan dalam waktu tertentu. Dalam hal ini, penawaran dilakukan oleh produsen. Selain itu, teori penawaran dalam ekonomi yang berlaku adalah harga barang dan jasa yang semakin tinggi, maka jumlah barang dan jasa yang ditawarkan akan semakin banyak, dan hal ini berlaku sebaliknya. 

  1. Harga

Contoh ekonomi mikro berikutnya adalah harga yang memiliki fungsi sebagai alat ukur dari suatu barang dan jasa. Dalam menentukan harga, biasanya akan ditentukan berdasarkan biaya produksi, kurva permintaan, dan kondisi perekonomian.  

  1. Pasar

Pasar adalah sebuah tempat yang didalamnya terdiri penjual dan pembeli yang saling bertemu untuk melakukan transaksi ekonomi. Akan tetapi, pengertian pasar tidak harus transaksi jual beli yang dilakukan di suatu tempat saja, tetapi bisa juga dilakukan secara online. 

  1. Biaya

Dalam hal ini, biaya dapat diartikan sebagai suatu usaha yang dilakukan oleh produsen, baik itu perorangan atau perusahaan supaya bisa mendapatkan manfaat serta keuntungan dari kegiatan ekonomi yang telah dilakukan. Oleh sebab itu, biaya akan memengaruhi adanya perubahan harga yang biasanya disebabkan karena harga bahan baku mengalami kenaikan. 

  1. Perilaku Konsumen dan Produsen

Perilaku konsumen dan produsen bisa diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan untuk memilih, mencari, membeli, dan menggunakan suatu barang dan jasa. Barang dan jasa yang dibeli biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.