Teknologi Blockchain dalam Rantai Pasokan
Setiap bisnis membutuhkan rantai pasokan dalam mengelola proses pengiriman produk dari produsen hingga ke konsumen. Proses rantai pasokan ini melibatkan sangat banyak data untuk memastikan produk bisa diterima oleh konsumen dengan kualitas yang terbaik. Dalam beberapa tahun terakhir muncul teknologi baru bernama “Blockchain” yang bisa menjadi solusi inovatif untuk mengoptimalkan transparansi, keamanan, dan efisiensi proses rantai pasokan.
Teknologi blockchain mampu menyimpan big data dengan konsep desentralisasi, yang berarti semua pihak rantai mampu mengakses dan mengecek data secara real time. Sehingga setiap transaksi atau perubahan dalam proses pengambilan barang dari produsen, pendistribusian, hingga sampai ke konsumen bisa diverifikasi oleh pihak-pihak yang bersangkutan. Hal inilah yang dimaksud dengan meningkatkan transparansi dalam sistem rantai pasokan. Dengan bantuan blockchain asal-usul produk bisa dilacak dengan mudah, misalnya pada industri mainan tanggal produksi mainan bisa dicek dengan mudah dari sistem yang terdesentralisasi dan bahkan waktu pengiriman hingga penerimaan bisa diverifikasi secara real time melalui sistem blockchain.
Meningkatnya transparansi dan akses data pada sistem rantai pasokan tentu meningkatkan kemungkinan terjadinya manipulasi data yang jauh lebih tinggi. Tapi dengan penggunaan sistem blockchain hal-hal seperti manipulasi data atau penghapusan data tidak perlu dikhawatirkan. Alasannya tentu karena blockchain memiliki enkripsi canggih untuk melindungi data dan membuatnya sulit dimanipulasi. Sifat desentralisasi dari blockchain membuat tiap blok data yang ditambahkan ke dalam rantai blockchain terkait dengan block sebelumnya, sehingga mustahil bagi orang yang tidak bertanggung jawab untuk mengubah suatu data yang sudah dikunci dalam sistem blockchain. Dengan begitu resiko seperti pemalsuan data ataupun pencurian data bisa sangat dihindari.
Penggunaan sistem blockchain juga dapat meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan pada sistem rantai pasokan. Blockchain dapat memberikan jalan pintas dari proses manual menggunakan kontrak pintar atau smart contracts. Smart contracts sendiri adalah program komputer yang secara otomatis akan mengeksekusi, menegosiasi, atau menegaskan persyaratan kontrak ketika kondisi yang diterapkan terpenuhi. Contohnya, dalam bisnis internasional pembayaran lintas batas bisa dilakukan secara instan menggunakan smart contracts. Hal ini akan mengurangi biaya transaksi, mempercepat proses pembayaran, lebih aman, dan bahkan tidak membutuhkan pihak ketiga dalam prosesnya.
Salah satu kasus nyata penerapan blockchain dalam sistem rantai pasokan dilakukan oleh Walmart dan IBM. Pada tahun 2016 kedua perusahaan ini menerapkan teknologi blockchain pada rantai pasokan mereka. Mereka menciptakan sistem blockchain yang memungkinkan semua pihak seperti produsen, pengirim, dan pengecer untuk mampu mengakses data yang terdesentralisasi secara real time. Dengan begitu mereka dapat menciptakan jejak transparan yang bisa dipercaya untuk pemantauan proses produksi hingga pemantauan kondisi pengiriman. Hal ini membuktikan peningkatan tingkat keamanan dan juga kemudahan proses rantai pasokan dengan bantuan teknologi blockchain.
Teknologi blockchain telah menawarkan solusi baru yang sangat inovatif untuk berbagai sektor dan salah satunya adalah sistem rantai pasokan ini. Mereka mampu meningkatkan transparansi, memberikan keamanan data, dan mengoptimalkan efisiensi. Namun, teknologi yang baru tentu memerlukan perhatian ekstra dalam pengaplikasiannya. Dengan memahami luar dan dalam teknologi blockchain maka akan ada potensi luar biasa yang bisa diperoleh di masa depan dalam berbagai sektor. Dalam konteks rantai pasokan ini blockchain tidak hanya meningkatkan kinerja sebuah bisnis tetapi juga membangun dasar yang lebih kokoh untuk perkembangan ekosistem bisnis global yang lebih aman dan efisien.
References:
- Fakultas Pertanian Universitas Medan Area. (2023, June 14).Utilization of Blockchain Technology in Agricultural Supply Chain Management. Pertanian UMA. https://pertanian.uma.ac.id/pemanfaatan-teknologi-blockchain-dalam-manajemen-rantai-pasok-pertanian/
- Agi, Maher AN dan Ashish Kumar Jha. (2022, Mei). Teknologi Blockchain dalam rantai pasokan: Perspektif teoritis terintegrasi tentang adopsi organisasi. Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0925527322000512
- Binus University Doctor of Computer Science. (2021, Juli 7). Efisiensi Teknologi Blockchain Dalam Manajemen Rantai Pasok Komponen Otomotif. Binus University. https://dcs.binus.ac.id/2021/07/07/efisiensi-teknologi-blockchain-dalam-manajemen-rantai-pasok-komponen-otomotif/
- Xia, Jianting, Haohua Li, dan Zhou He. (2023, Juni 10). Pengaruh Teknologi Blockchain pada Kolaborasi Rantai Pasokan: Studi Kasus Lenovo. MDPI. https://dcs.binus.ac.id/2021/07/07/efisiensi-teknologi-blockchain-dalam-manajemen-rantai-pasok-komponen-otomotif/
- Liu, Ruli, Wenxue Berlari, dan Shiwen Liu. (2023, Agustus 22). Teknologi Blockchain Diterapkan pada Manajemen Rantai Pasokan: Analisis Sistem. Hindawi. https://www.hindawi.com/journals/misy/2023/6046503/
Comments :