Selama ini, sebagian besar interaksi kita dengan AI terjadi melalui layar. Kita mengetik prompt, AI memberikan jawaban. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa AI mulai keluar dari dunia digital dan masuk ke dunia fisik. 

Inilah yang dikenal sebagai Physical AI—sistem AI yang mampu memahami lingkungan fisik melalui sensor, memproses informasi secara real-time, lalu melakukan tindakan melalui robot, kendaraan, mesin, atau perangkat pintar. Forrester menempatkan physical AI sebagai salah satu teknologi yang akan membentuk pengalaman konsumen berikutnya, sementara Deloitte mencatat bahwa 58% perusahaan telah menggunakan physical AI setidaknya secara terbatas.  

Contohnya dapat ditemukan pada robot di warehouse, autonomous vehicles, smart manufacturing, hingga humanoid robots. Perbedaannya dengan automation tradisional adalah robot tidak hanya mengikuti instruksi yang telah diprogram, tetapi dapat menggunakan AI untuk memahami kondisi dan beradaptasi terhadap lingkungan. 

Perkembangan ini juga memperluas definisi “robot”. Physical AI bukan hanya humanoid robot. Menurut IDC, konsep ini mencakup sistem yang menggabungkan sensing, analysis, dan action pada bangunan, kendaraan, infrastruktur, maupun mesin industri.  

Jika agentic AI membuat software mampu bertindak, maka physical AI membuat kecerdasan tersebut mampu bertindak di dunia nyata.