Dorong Koperasi dan UKM Naik Kelas, BINUS University Sukses Jadi Tuan Rumah Korea–Indonesia Smart Factory Seminar

BEKASI, 18 September 2026 – Di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0, pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) serta pengelolaan data cerdas (smart data) bukan lagi monopoli industri manufaktur berskala besar. Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia kini dituntut untuk beradaptasi dan meningkatkan efisiensi operasional agar mampu berdaya saing di kancah global.
Menjawab tantangan tersebut, BINUS University melalui kampus BINUS @Bekasi dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan agenda kolaboratif bertaraf internasional bertajuk “Korea – Indonesia Smart Factory Seminar” dengan tema “Smart Data, AI, Smart Factory: Transformation Indonesian Cooperatives and SMEs”, yang berlangsung luring pada Jumat, 18 September 2026.
Inisiatif strategis ini merupakan hasil kolaborasi multisektoral (quadruple helix) antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri teknologi dari Indonesia dan Korea Selatan. Program ini terselenggara berkat kemitraan erat antara Kementerian Koperasi RI, Kementerian UMKM RI, Ministry of SMEs and Startups Korea, Kumoh National Institute of Technology (KIT), Asosiasi INNOBIZ, serta didukung oleh BINUS University dan GreatNusa.
Sinergi Lintas Negara untuk Akselerasi Digital UKM

Acara dibuka secara resmi oleh MC Bapak Noorsidik (Analis Kebijakan, Kementerian UMKM) dan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Daniel Asnur (Pengawas Ahli Utama, Kementerian Koperasi).
Rangkaian sambutan diawali oleh Ibu Niken Prasetyawati, Sekretaris Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi RI, serta perwakilan dari Kementerian UMKM. Keduanya menegaskan bahwa integrasi teknologi pintar merupakan kunci percepatan pemerataan ekonomi nasional dan pemodernan tata kelola koperasi.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh perwakilan dari Korea Selatan melalui Mr. Kang Jang Hyung, Senior Director INNOBIZ. Beliau mengapresiasi keterbukaan Indonesia dalam mengadopsi model smart factory dan berharap kemitraan bilateral ini membuka jalan transfer teknologi yang berkesinambungan bagi pelaku usaha kedua negara.
Dari pihak akademisi, Campus Director BINUS @Bekasi, Prof. Gatot Soepriyanto, Ph.D., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas terpilihnya BINUS University sebagai pusat penyelenggaraan agenda strategis ini.
“BINUS University senantiasa berkomitmen untuk hadir memberdayakan masyarakat (fostering and empowering the society). Kolaborasi internasional ini membuktikan bahwa institusi pendidikan tinggi memegang peranan krusial sebagai jembatan antara inovasi teknologi mutakhir dengan kebutuhan nyata para pelaku koperasi dan UKM di lapangan. Melalui fasilitas modern di kampus BINUS @Bekasi, kami siap menjadi inkubator dan akselerator transformasi digital bagi ekosistem bisnis lokal,” ujar Prof. Gatot.
Kupas Tuntas Potensi Data dan AI dalam Smart Factory

Memasuki Sesi Utama, antusiasme peserta tampak tinggi saat menyimak pemaparan mendalam seputar data dan AI untuk mendukung konsep pabrik pintar (smart factory). Diskusi panel menghadirkan para pakar teknologi terkemuka dari Indonesia Cloud, yakni Bapak Noerman Taufik (Komisaris) dan Bapak Andi Alwi Lianto (Direktur Utama), serta perwakilan dari WINCOM (PT Internex Indonesia).
Sesi bergengsi ini dipandu secara interaktif oleh moderator Professor of Information System BINUS University, Prof. Dr. Ir. Meyliana, S.Kom., MM, IPU, CDMS, CBDMP, CME. Para narasumber membedah bagaimana implementasi teknologi komputasi awan dan analitik data dapat memangkas biaya operasional manufaktur, memprediksi permintaan pasar secara presisi, serta meminimalisir kesalahan produksi (zero-defect manufacturing).
Prof. Meyliana menggarisbawahi bahwa data yang terkelola dengan baik adalah aset paling berharga bagi UKM. “Transformasi digital bukan semata-mata membeli perangkat lunak canggih, melainkan bagaimana pelaku usaha mampu membaca pola data untuk mengambil keputusan bisnis yang cepat dan akurat,” tegasnya dalam memandu diskusi.
Praktik Langsung: Workshop Analisis Data dengan Orange 3

Tidak berhenti pada pemaparan konseptual, para peserta yang terdiri dari pengurus koperasi, pelaku UKM, mahasiswa, dan akademisi diajak langsung mempraktikkan pengolahan data melalui sesi workshop bertajuk “AI untuk Pengolahan Data Smart Factory menggunakan Orange 3”.
Workshop aplikatif ini dipandu oleh akademisi dan pakar data science BINUS University, Bapak Anindhita Dewabharata, S.Kom., M.Kom., Ph.D. (Associate Lecture Specialist S3, BINUS University), dengan didampingi oleh Dr. Noerlina, S.Kom., M.M., CDMS sebagai moderator.
Dalam sesi ini, peserta diajarkan memvisualisasikan data operasional pabrik, membangun model prediksi sederhana, hingga mengenali anomali produksi dengan menggunakan platform open-source Orange 3 yang ramah pengguna. Pendekatan praktis ini membuktikan bahwa teknologi AI tingkat lanjut kini dapat dipelajari dan diterapkan dengan mudah tanpa memerlukan keahlian pemrograman yang rumit.
Menatap Masa Depan Koperasi Berkelanjutan
Rangkaian acara yang berlangsung intensif dari pagi hingga sore hari ditutup dengan hangat oleh Bapak Meliadi Sembiring dari INNOBIZ. Penyelenggaraan seminar ini diharapkan menjadi pemantik bagi langkah nyata percepatan modernisasi koperasi dan UKM Indonesia agar semakin siap bersaing di pasar global.

Keberhasilan acara ini kembali menegaskan reputasi BINUS University sebagai institusi pendidikan berkelas dunia yang proaktif dalam memfasilitasi dialog internasional, melahirkan inovasi terapan, dan memberikan dampak positif yang nyata bagi kemajuan industri dan perekonomian Indonesia.
Informasi Publikasi
- Kontributor: Farrell Yodihartomo – Lecture Specialist S2 BINUS University, BINUS TV
- Kategori: Kerjasama Internasional, Teknologi & Inovasi, Pengabdian Masyarakat
Comments :