Dari JAGA hingga HEAL: Dua Tim BINUS Tunjukkan Inovasi di B-STARTION 2026
Jakarta, 20 September 2026 – Dua tim mahasiswa BINUS University berhasil mengukir prestasi dalam National Business Case Competition B-Startion 2026, sebuah kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh B-Preneur BINUS University dengan Mandaya Royal Hospital Puri sebagai case collaborator. Menariknya, dua tim tersebut mengangkat studi kasus yang sama, tetapi menghadirkan pendekatan dan solusi yang berbeda untuk menjawab tantangan dalam membangun pengalaman serta hubungan pasien yang berkelanjutan.

Tim Win Dah yang beranggotakan Felisha Clairine, Christevana Arifandy Susanto, dan Graciela Olivia berhasil meraih Juara 1, sekaligus masuk dalam nominasi Best Presentation, melalui solusi JAGA: AI-Driven Patient Relationship for the Future of Healthcare. Sementara itu, tim Ayam Goreng yang terdiri dari Kelvin Soegiarto, Clifton Verrillie, dan Austin Sylvanus Chandra berhasil meraih Juara 3 melalui solusi HEAL: Elevating Care, Empowering Lives.
Dalam kompetisi ini, peserta ditantang untuk menganalisis permasalahan Mandaya Royal Hospital Puri dan merancang solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan pasien, realistis untuk diterapkan, serta mampu memberikan dampak terhadap kualitas layanan rumah sakit.
Berangkat dari tantangan tersebut, Tim Win Dah mengembangkan JAGA, sebuah AI-driven patient relationship ecosystem yang berfokus pada bagaimana rumah sakit dapat membangun hubungan dengan pasien secara lebih personal, relevan, dan berkelanjutan.

JAGA dibangun berdasarkan empat komponen utama, yaitu Journey, Aware, Guide, dan Act. Journey memetakan posisi pasien dalam perjalanan kesehatan, Aware menghubungkan berbagai informasi pasien untuk membentuk 360° Patient Context, Guide mengolah konteks tersebut menjadi Next Best Action, sedangkan Act menerjemahkan rekomendasi menjadi tindakan melalui kombinasi digital touch dan human touch.
Dalam konsepnya, AI diposisikan sebagai decision support, bukan sebagai pengganti clinical judgement. Pendekatan ini memungkinkan kebutuhan pasien yang sesuai ditangani melalui kanal digital, sementara kebutuhan yang memerlukan keterlibatan tenaga kesehatan tetap diarahkan melalui human touch.

Di sisi lain, Tim Ayam Goreng menghadirkan HEAL: Elevating Care, Empowering Lives, sebuah konsep transformasi perjalanan pasien yang berfokus pada integrasi data, keberlanjutan patient journey, pendampingan perawatan, serta pengelolaan patient feedback.
HEAL dikembangkan melalui empat pilar, yaitu Harness Unified Data, Engage & Retain Journey, Activate Care Companion, dan Listen & Learn. Keempatnya dirancang untuk menghubungkan data, komunikasi, pendampingan, hingga feedback pasien dalam satu ekosistem yang lebih terintegrasi.
Pendekatan HEAL menggunakan konsep closed-loop data → insight → action → feedback → learning. Dengan pendekatan tersebut, data pasien tidak hanya dikumpulkan, tetapi juga dimanfaatkan untuk menghasilkan tindakan yang relevan dan menjadi bahan evaluasi bagi peningkatan layanan selanjutnya.
Baik JAGA maupun HEAL tidak berhenti pada pengembangan ide teknologi. Kedua tim juga mempertimbangkan bagaimana solusi dapat diterapkan dalam konteks bisnis dan operasional rumah sakit.
Tim Win Dah merancang implementasi JAGA secara bertahap, dengan MVP Go-Live pada Month 6 setelah fondasi JAGA 360° dan AI Next Best Action dibangun serta divalidasi. Pengembangan selanjutnya direncanakan berdasarkan hasil pilot dan pencapaian KPI. Tim juga mengusulkan corporate health screening sebagai salah satu contoh patient entry point menuju JAGA Journey.
Sementara itu, Tim Ayam Goreng mempertimbangkan kebutuhan pengembangan sistem, integrasi data, penggunaan AI, pelatihan staf, pemeliharaan, keamanan data pasien, hingga proyeksi finansial. Tim juga menganalisis sejumlah risiko, termasuk keamanan dan privasi data, keselamatan pasien, tingkat adopsi pengguna, serta pelaksanaan program.
Perbedaan pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana satu studi kasus dapat dilihat dari berbagai perspektif. JAGA menitikberatkan pada pembentukan patient relationship melalui patient context dan Next Best Action, sedangkan HEAL berfokus pada integrasi perjalanan pasien melalui data, pendampingan, dan feedback. Keduanya sama-sama memanfaatkan teknologi untuk mendukung perjalanan pasien yang lebih terhubung dan berkelanjutan.
Keberhasilan Win Dah sebagai Juara 1 dan Ayam Goreng sebagai Juara 3 di B-Startion 2026 menunjukkan bahwa mahasiswa BINUS mampu mengembangkan berbagai perspektif dalam menghadapi permasalahan nyata di industri. Dengan studi kasus yang sama, kedua tim mampu membangun solusi dengan fokus yang berbeda sekaligus mengintegrasikan aspek teknologi, kebutuhan pengguna, operasional, dan implementasi.
Melalui JAGA dan HEAL, kedua tim membawa gagasan bahwa teknologi dalam industri kesehatan bukan hanya mengenai digitalisasi layanan, tetapi juga bagaimana data dan teknologi dapat digunakan untuk menciptakan pengalaman pasien yang lebih terhubung, personal, responsif, dan berkelanjutan.
Pencapaian ini menjadi bagian dari perjalanan para mahasiswa untuk terus belajar, menguji ide, menerima masukan, dan menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dalam menghadapi permasalahan nyata di industri.

Pesan dan Kesan dari Tim Win Dah:
- Graciela Olivia Angellin: Saya sama sekali tidak menyangka bahwa kami akan berakhir dengan menjadi Juara 1 dalam kompetisi ini. Awalnya, saya mengikuti kompetisi ini untuk mencoba dan mencari pengalaman, apalagi ini merupakan pertama kalinya saya mengikuti competition selama kuliah. Namun, siapa sangka dari yang awalnya hanya coba-coba, kami justru membawa pulang Juara 1. Rasanya benar-benar unexpected dan menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi saya. Saya sangat bersyukur bisa menjalani pengalaman ini bersama tim Win Dah dan mendapatkan kesempatan untuk belajar banyak hal baru selama prosesnya. Competition ini membuat saya sadar bahwa sometimes, the things we do not expect can turn into the moments we remember the most.
- Christevana Arifandy Susanto: Dalam kompetisi ini, saya mendapatkan banyak pengalaman berharga dalam bekerja sama sebagai bagian dari tim untuk mengembangkan solusi JAGA, mulai dari memahami permasalahan, menyusun ide, hingga menyempurnakan proposal dan presentasi. Proses ini banyak mengasah kemampuan saya dalam berpikir kritis, menyampaikan ide, menerima masukan, berkolaborasi, dan beradaptasi dengan berbagai tantangan yang muncul selama persiapan kompetisi. Bagi saya, menjadi Juara 1 bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga menjadi bukti bahwa setiap proses, revisi, diskusi, dan usaha yang kami lakukan bersama benar-benar memiliki hasil. Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan pengalaman ini bersama tim Win Dah dan belajar banyak dari setiap tahap yang kami lalui. Semoga pencapaian ini menjadi salah satu langkah untuk membuka lebih banyak kesempatan untuk terus belajar, berkembang, dan berani mencoba hal-hal baru. I can’t wait to feel this happiness again.
- Felisha Clairine: Sejujurnya, sampai sekarang masih tidak nyangka kita bisa sampai di titik ini. Karena ini adalah lomba pertama kita, awalnya kita benar-benar cuma mau coba dan kasih yang terbaik semampu kita. Tapi ternyata, kita bisa mendapatkan Juara 1, bahkan Best Speaker. Karena kita juga masih baru banget terjun ke dunia competition, kita sadar kalau kita harus lebih banyak explore, belajar, dan berusaha lebih untuk bisa keep up dengan orang-orang yang mungkin sudah punya lebih banyak pengalaman. Terakhir, kami tidak akan berdiri disini tanpa bantuan dan dukungan dari orang tua dan teman-teman terdekat yang sudah banyak membantu, terutama lewat mentoring, arahan, dan support selama preparation.
Pesan dan Kesan dari Tim Ayam Goreng:
- Clifton Verrillie: B-Startion 2026 memberikan banyak pengalaman dan pembelajaran baru bagi saya, terutama mengenai bagaimana menyelesaikan sebuah permasalahan bisnis secara lebih terstruktur. Dalam perjalanan kompetisi ini, kami belajar untuk melihat sebuah masalah dari berbagai sudut pandang, tidak hanya dari sisi ide dan teknologi, tetapi juga dari sisi pengguna, operasional, risiko, hingga finansial. Salah satu bagian yang paling berkesan adalah ketika kami mendapatkan berbagai masukan dari juri dan harus kembali mengevaluasi solusi yang sudah kami buat. Dari situ saya memahami bahwa kritik dan revisi bukan berarti ide kami buruk, tetapi justru menjadi kesempatan untuk membuat solusi kami semakin matang. Saya sangat bersyukur dengan kerja sama tim yang terus terjaga dari tahap awal hingga final. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, memberikan insight, dan mendukung kami selama kompetisi berlangsung. Bisa membawa HEAL hingga meraih Juara 3 menjadi pencapaian yang sangat berarti dan menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar, berkembang, dan mencoba kompetisi lainnya di masa depan.
- Kelvin Soegiarto: Meraih Juara 3 dalam B-Startion 2026 menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya. Sejak awal mengikuti kompetisi ini, aku ga nyangka banget bisa sampai juara 3. Banyak sekali proses yang kami lalui, mulai dari melakukan riset, menyusun strategi, mengembangkan solusi HEAL sampai begadang, memperbaiki proyeksi finansial, hingga berkali-kali melakukan revisi setelah menerima feedback dari juri dan mentor. Dari kompetisi ini saya belajar bahwa sebuah solusi yang baik bukan hanya harus inovatif, tetapi juga perlu memiliki dasar yang kuat, dampak yang terukur, dan implementasi yang jelas. Saya sangat bersyukur bisa menjalani seluruh proses ini bersama tim yang selalu saling membantu dan memberikan masukan. Terima kasih juga kepada para mentor dan semua pihak yang telah memberikan arahan serta dukungan kepada kami. Bagi saya, Juara 3 ini bukan hanya sebuah pencapaian, tetapi juga menjadi pengalaman berharga yang membuat saya semakin berani untuk mengikuti kompetisi dan menghadapi tantangan yang lebih besar ke depannya.
- Austin Sylvanus Chandra: Mengikuti B-Startion 2026 merupakan perjalanan yang penuh tantangan sekaligus sangat berharga bagi saya. Selama prosesnya, kami menghadapi banyak kondisi di mana kami harus berdiskusi, mempertanyakan kembali asumsi yang kami gunakan, serta mencari cara agar solusi yang kami tawarkan benar-benar dapat menjawab kebutuhan Mandaya Royal Hospital Puri. Saya belajar bahwa dalam business case competition, ide yang terlihat bagus saja belum cukup. Kami harus mampu menjelaskan alasan di balik setiap keputusan, membuktikan dampaknya, serta meyakinkan bahwa solusi tersebut dapat dijalankan secara realistis. Proses menuju final juga mengajarkan saya pentingnya kerja sama, komunikasi, dan keterbukaan terhadap masukan. Saya berterima kasih kepada teman-teman satu tim yang sudah berjuang bersama dari awal hingga akhir, serta kepada mentor, keluarga, dan semua pihak yang terus memberikan dukungan. Meraih Juara 3 tentunya menjadi sesuatu yang sangat saya syukuri, tetapi pengalaman, pembelajaran, dan proses yang kami jalani bersama menjadi hal yang jauh lebih berharga dan akan selalu saya ingat.